Yang Tidak Termasuk Komponen Sistem Pemancar Radio Adalah

Yang Tidak Termasuk Komponen Sistem Pemancar Radio Adalah.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia adil

instalasi dengan 6 buah antena televisi di atas atap

Dalam rekayasa radio, antena merupakan sebuah antarmuka antara gelombang elektronik radio nan merambat menerobos ruang dan revolusi listrik yang bergerak n domestik konduktor metal, dan digunakan dengan pemancar atau penerima.[1]
Dalam transmisi, pemancar radio memasok revolusi elektrik ke terminal antena, dan antena memancarkan daya bersumber arus sebagai gelombang elektromagnetik (gelombang elektronik radio). Dalam pengajian pengkajian, antena menyusup bilang keefektifan gelombang listrik radio untuk menghasilkan persebaran elektrik di terminalnya, nan diterapkan ke penerima untuk diperkuat. Antena merupakan komponen penting dari semua peralatan radio. Antena adalah salah satu elemen penting yang harus cak semau puas sebuah teleskop radio, TV, radar, dan semua perangkat komunikasi nirkabel lainnya. Sebuah antena yaitu bagian vital dari suatu pemancar atau penyambut yang berfungsi untuk mengempoh sinyal radio ke udara.Tulang beragangan antena bermacam varietas sesuai dengan desain, pola penyebaran dan frekuensi dan gain. Tahapan antena secara efektif adalah panjang gelombang elektronik frekuensi radio yang dipancarkannya. Antena dipol setengah gelombang adalah sangat tenar karena mudah dibuat dan rani memancarkan gelombang listrik radio secara efektif.

Fungsi

[sunting
|
sunting sumber]

Fungsi antena adalah lakukan menyangkal sinyal listrik menjadi sinyal elektromagnetik, lalu meradiasikannya (pelepasan energi elektromagnetik ke udara/ruang netral). Dan sebaliknya, antena pula boleh berfungsi untuk mengakui sinyal elektromagnetik (penerima energy elektromagnetik dari ira bebas) dan mengubahnya menjadi sinyal setrum. Pada radar atau sistem komunikasi bintang siarah, pelalah dijumpai sebuah antena nan mengerjakan kedua maslahat (peradiasi dan pemeroleh) sewaktu. Namun, sreg sebuah teleskop radio, antena semata-mata menjalankan keefektifan penerima saja.

Karakter antena

[sunting
|
sunting mata air]

Ada beberapa kepribadian penting antena yang perlu dipertimbangkan dalam memilih diversifikasi antena bagi suatu aplikasi (teragendakan bagi digunakan lega sebuah teleskop radio), yaitu cermin radiasi, direktivitas, gain, dan polarisasi. Karakter-fiil ini kebanyakan sama pada sebuah antena, baik ketika antena tersebut menjadi peradiasi atau menjadi penerima, kerjakan satu frekuensi, polarisasi, dan satah rajangan tertentu.

Transendental radiasi

[sunting
|
sunting mata air]

Teoretis radiasi antena merupakan plot 13-matra persebaran sinyal yang dipancarkan oleh sebuah antena, atau plot 3-matra tingkat penelaahan sinyal yang diterima oleh sebuah antena. Pola radiasi antena dibentuk maka dari itu dua buah acuan radiasi berdasar bidang rajangan, adalah transendental radiasi pada satah irisan arah elevasi (teoretis elesi. Paradigma radiasi 3-dimensi inilah yang umum disebut sebagai cermin radiasi antena dipol. Sebuah antena yang meradiasikan sinyalnya sekelas besar ke segala sisi disebut sebagai antena isotropis. Antena sebagaimana ini akan memiliki arketipe radiasi berbentuk bola. Doang, jika sebuah antena memiliki arah tertentu, di mana plong arah tersebut sirkulasi sinyalnya lebih samudra dibandingkan sreg jihat tidak, maka antena ini akan mempunyai
directivity.
Semakin spesifik arah distribusi sinyal oleh sebuah antena, maka semakin
directivity
antena tersebut.

Baca Juga:  Secara Umum Jaringan Komputer Terdiri Dari Di Bawah Ini Kecuali

Antena dipol terdaftar
non-directive antenna. Dengan karakter seperti mana ini, antena dipol banyak dimanfaatkan bagi sistem komunikasi dengan wilayah cakupan nan luas. Pada astronomi radio, antena dipol digunakan pada teleskop radio bakal mengerjakan pengamatan sreg rentang High Frekuensi (HF). Bentuk data yang dapat diperoleh ialah variabilitas ketekunan sinyal yang dipancarkan oleh sebuah objek astronomi. Namun, karena antena dipol enggak punya
directivity
pada jihat tertentu, teleskop radio elemen partikular nan menggunakan antena macam ini bukan bisa digunakan lakukan melakukan pencitraan.

Ada beberapa kejadian nan perlu diperhatikan dalam konseptual radiasi, yang mula-mula adalah Half-power Beamwidth (HPBW), atau nan biasa dikenal ibarat beamwidth suatu antena. Privat ilmu perbintangan radio, beamwidth adalah resolusi spasial dari sebuah teleskop radio, yaitu diameter tesmak minimum dari dua buah titik yang mampu dipisahkan oleh teleskop radio tersebut. Secara teori, beamwidth untuk antena yang berbentuk parabola dapat ditentukan.

Gain

[sunting
|
sunting sumur]

Gain (directive gain) merupakan kepribadian antena yang terkait dengan kemampuan antena menyasarkan radiasi sinyalnya, atau penataran sinyal dari arah tertentu. Gain bukanlah total nan dapat diukur dalam asongan badaniah pada lazimnya begitu juga watt, ohm, atau lainnya, melainkan suatu bentuk perbandingan. Oleh karena itu, satuan yang digunakan untuk gain merupakan desibel.

Gain antena yaitu tetap, dua pengertian yang berbeda antara gain antena, transmit power dan EIRP alias pusat terpancar, dengan menurunkan transmit power bukan akan memungkiri gain antena dan teoretis radiasinya, sahaja menurunkan EIRP atau daya terpancar ke udara,

Antena dengan gain terbatas memiliki pola radiasi yang berbeda dengan antena sejenis yang punya gain besar. Pola radiasi antena dengan gain adv minim berperilaku melebar sehingga energi yang dipancarkan terdistribusi luas secara sektoral (sudut). Sedangkan antena dengan gain besar memiliki hipotetis pancar nan sempit, energi yang dipancarkan enggak berkepanjangan, sahaja pada arah pancaran utamanya, energi ini boleh menjangkau tempat yang bertambah jauh.

Besar gain dari satu antena menentukan kemampuan antena tersebut bakal memfokuskan energi yang dipancarkannya kesuatu arah. Contoh: antena dengan gain 20 dB lebih fokus dibandingkan antena dengan gain 10 dB.

Polarisasi

[sunting
|
sunting sumber]

Polarisasi didefinisikan perumpamaan arah orientasi dari medan listrik. Antena dipol n kepunyaan polarisasi linear (vertikal ataupun horisontal). Mengenali polarisasi antena amat berguna dalam sistem komunikasi, khususnya buat mendapatkan kesangkilan maksimum pada persneling sinyal. Sreg petisi radio, WLAN dan radio seluler, polarisasi yang digunakan yaitu polarisasi linier vertikal. Antena penjelas dan penerima harus diorientasikan vertikal. Padahal pada aplikasi TV broadcast, polarisasi yang digunakan adalah polarisasi linier horisontal. Padahal plong aplikasi RFID (radio frequency identification), polarisasi yang digunakan adalah polarisasi sirkuler.

Baca Juga:  Batik Yang Bermotif Benda Mati Berupa

Pada ilmu falak radio, tujuan mengenali polarisasi sinyal nan dipancarkan oleh sebuah objek astronomi adalah untuk mempelajari medan magnetik berusul objek tersebut.

Pendayagunaan antena

[sunting
|
sunting sendang]

Penggunaan antena plong radio

[sunting
|
sunting sumber]

Antena adalah salah satu elemen penting yang harus ada pada sebuah teleskop radio. Fungsinya merupakan kerjakan meniadakan sinyal listrik menjadi sinyal elektromagnetik, sangat meradiasikannya. Dan sebaliknya, antena juga dapat berfungsi untuk mengakui sinyal elektromagnetik dan mengubahnya menjadi sinyal elektrik. Sehingga sinyal radio yang dipancarkan makanya stasiun radio boleh ditangkap oleh radio.

Eksploitasi antena lega televisi

[sunting
|
sunting sumur]

Berdasarkan statuta internasional nan berkaitan dengan yuridiksi eksploitasi frekuensi (Radio Regulation) buat pendakyahan televisi plong pita frekuensi VHF dan UHF. Sejarah pertelevisian di Indonesia diawali plong perian 1962 oleh TVRI di Jakarta dengan menunggangi pemancar televisi VHF. Pembangunan pemancar TVRI melanglang dengan cepat terutama sesudah diluncurkannya bintang beredar palapa pada tahun 1975. Pada tahun 1987, adalah lahirnya stasiun penyiaran televisi swasta permulaan di Indonesia, stasiun pemancar TVRI sudah menyentuh jumlah tekor makin 200 stasiun pemancar yang keseluruhannya memperalat frekuensi VHF, dan pemancar TV swasta pertama tersebut diberikan alokasi frekuensi plong reben UHF. Kebijaksanaan penggunaan ban frekuensi VHF bakal TVRI dan UHF lakukan swasta. Sehingga untuk menagkap publikasi TV digunakan antena VHF dan UHF.

Penggunaan antena sreg radar

[sunting
|
sunting sumber]

Radar atau Radio Detection and Ranging adalah suatu gawai nan sistemnya menyerikan gelombang elektromagnetik berupa gelombang radio dan gelombang mikro. Pantulan dari gelombang nan dipancarkan tadi digunakan kerjakan mendeteksi korban. Radar menggunakan spektrum gelombang listrik elektromagnetik pada uluran kekerapan 300 MHz hingga 30 GHz atau panjang gelombang 1 cm hingga 1 meter. Onderdil sistem radar:

  1. Transmiter untuk membangkitkan sinyal radio berpangkal osilator.
  2. Waveguide adalah penghubung antara Transmiter dan Antena.
  3. Receiver merupakan penerima pantulan sinyal radio
  4. Signal processor adalah peralatan nan mengubah sinyal analog ke sinyal digital.
  5. Radar Controller adalah penghubung yang akan mengantarkan pengetahuan ke user

Variasi

[sunting
|
sunting perigi]

Berdasarkan kemujaraban

[sunting
|
sunting mata air]

Berdasarkan fungsinya antena dibedakan menjadi antena pengurai, antena penerima, dan antena pemancar sekaligus penerima. Di Indonesia antena pemancar banyak dimanfaatkan pada stasiun-stasiun radio dan televisi. Selanjutnya antena penerima, antena penerima ini bisanya digunakan plong instrumen-perabot sama dengan radio, tv, dan radas komunikasi lainnya.

Berlandaskan gainnya

[sunting
|
sunting sumber]

Beralaskan besarnya gainnya antena dibedakan menjadi antena VHF dan UHF yang lazimnya digunakan pada TV. Semoga semua bani adam tahu bahwa besarnya daya pancar, akan memengaruhi besarnya sinyal pengajian pengkajian siaran televisi di satu tempat tertentu pada jarak tertentu dari stasiun pemancar televisi. Semakin tinggi daya pancar semakin segara level awet wadah penerimaan makrifat televisi. Namun besarnya penerimaan siaran televisi bukan belaka dipengaruhi maka dari itu besarnya emisivitas. Bagi memperbesar daya pancar pada stasiun TV dan daya sambut pada TV maka perlu digunakan antena.

Baca Juga:  Latar Cerita Dalam Iklan Disebut Juga

Besarnya gain antena dipengaruhi oleh jumlah dan pertautan antena serta frekuensi yang digunakan. Antena pemancar UHF tidak kali digunakan bikin penjelas TV VHF dan sebaliknya, karena akan menimbulkan VSWR nan tinggi. Padahal antena pemeroleh VHF dapat namun untuk mengamini signal UHF dan sebaliknya, tetapi gain antenanya akan terlampau mengecil dari yang seharusnya. Kualitas hasil pencaran dari pemancar VHF dibandingkan dengan kualitas hasil pancaran dari pemancar UHF adalah sama asalkan keduanya memenuhi persyaratan dan perincisan yang sudah lalu ditentukan.

Berlandaskan polarisasinya

[sunting
|
sunting sumber]

Berdasarkan polarisasinya, antena dibedakan menjadi 2 yaitu antena dipol dan monopol. Antena dipol punya polarisasi linear vertikal, padahal antena monopol polarisasinya hanya plong satu arah. Dengan karakter sebagai halnya ini, antena dipol banyak dimanfaatkan untuk sistem komunikasi dengan provinsi cakupan yang luas.

Antena Directional dan Antena Omnidirectional

[sunting
|
sunting perigi]

Antena
directional
adalah antena nan pola radiasi pancarannya terarah sehingga efektivitas pancaran radio hanya ke satu sisi hanya, sementara itu antena
omnidirectional
boleh memancarkan gelombang ke segala arah. Nan termuat antena
directional
adalah antena ideal Yagi seperti kebanyakan yang dipakai sebagai antena penerima keterangan TV. Sempurna antena
omnidirectional
adalah antena transendental groundplane.

Berdasarkan bentuknya

[sunting
|
sunting sumber]

Antena berdasarkan bentuknya antara lain: mikrostrip, parabola, vee, horn, helix, dan loop. Meskipun amat sering dijumpai teleskop radio yang menggunakan antena berbentuk parabola, terserah beberapa jenis antena lainnya yang lagi demap digunakan pada sebuah teleskop radio alias interferometer. Misalnya, Mauritius Radio Telescope (MRT) yang menggunakan 1084 buah antena berbentuk helix. Ideal lainnya adalah teleskop radio yang menggunakan antena berbentuk horn, yang digunakan oleh Arno Penzias dan Robert Woodrow Wilson momen menemukan Cosmic Microwave Background (CMB). Contoh antena berdasarkan bentuknya adalah antena parabola, Antena parabola merupakan antena yang berbentuk parabola, pancaran sinyal akan dikonsentrasikan pada titik tengah antena. Antena parabola lazimnya didesain cak bagi Frekuensi Ultra Tinggi (UHF), akseptor pengumuman TV Planet, dan gigi gelombang mikro.

Lihat juga

[sunting
|
sunting sumur]

  • Antena Yagi
  • Antena dipol
  • Antena parabola

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • Mufti, Nachwan A, ST. Edisi Revisi (2001). Modul Sistem Antena. Jakarta: Mobile Communication Laboratory.
  • http://gadgetmajikan.wordpress.com/2007/12/01/mobile-tv-antenna-vhf-uhf/
  • http://www.docstoc.com/docs/8628562/Laporan-Kerja-Praktik—Pusat-PANCAR-ANTENA-(-DIPOLE-)
  • Mudrik Alaydrus, Antena: Prinsip dan Aplikasi, Graha Ilmu, Jogjakarta, 2011
  • Jenis-jenis antena.
  • Karateristik antena. Diarsipkan 2010-02-12 di Wayback Machine.

Teks

[sunting
|
sunting sumur]


  1. ^


    Graf, Rudolf F., ed. (1999). “Antenna”.
    Maju Dictionary of Electronics. Newnes. hlm. 29. ISBN 978-0750698665.






Yang Tidak Termasuk Komponen Sistem Pemancar Radio Adalah

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Antena_%28radio%29

Artikel Terkait