Usaha Mengolah Bahan Mentah Menjadi Bahan Jadi

Usaha Mengolah Bahan Mentah Menjadi Bahan Jadi

DEFINISI PERUSAHAAN INDUSTRI

Sejak terjadinya gelombang industrialisasi berupa
pendirian pabrik-pabrik
produksi barang secara
massal,
pemanfaatan tenaga buruh, dengan cepat melanda seluruh dunia, terbentur dengan upaya tradisional di bidang pertanian
(agrikultur).
Sejak itu timbul berbagai penggolongan ragam industri yang ada di Indonesia.

Kebanyakan orang mengasumsikan bahwa industri hanyalah kegiatan ekonomi manusia yang mengolah bahan baku/ bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau bahan jadi. Padahal pengertian industri sangatlah luas, proses industri ini meliputi semua kegiatan manusia dalam suatu bidang tertentu yang sifatnya produktif dan komersial. Kata industri berasal dari bahasa
Francis kuno
yaitu
“industrie”
yang berarti
aktivitas,
tetapi kata tersebut dasarnya berasal dari bahasa
latin
yaitu
“Industria”
yang memiliki arti
kerajinan
dan
aktivitas.

Kenapa disebut perusahaan industri?

Karena perusahaan industri
itu yang menghasilkan
barang mentah,setengah
jadi
dan mengolahnya menjadi
barang jadi
atau
meningkatkan nilai gunanya.

PENGERTIAN PERUSAHAAN INDUSTRI

Perusahaan industri adalahperusahaan
yang menjalankan bisnisnya dengan mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Di Indonesia banyak sekali ditemui
perusahaan industri.Contoh perusahaan industri sepertiperusahaan otomotif,perusahaan tekstil,perusahaan
kerajinan dan masih banyak lagi.

Pengertian menurut
Kamus Bisnis dan Bank
Perusahaan Industri adalah suatu unit (kesatuan) usaha / perusahaan yang melakukan kegiatan ekonomi, bertujuan menghasilkan barang atau jasa terletak pada suatu bangunan atau lokasi tertentu, dan mempunyai catatan (informasi) administrasi tersendiri mengenai produksi dan struktur biaya serta ada seorang atau lebih yang bertangggung jawab atas usaha tersebut.

JENIS PERUSAHAAN INDUSTRI

Sebelum membahas Jenis-jenis perusahaan industri ada bagian industri yang harus di mengerti dan di pahami terlebih dahulu. Dalam dunia industri terdapat 2 bidang yaitu Bidang Industri Barang dan Bidang Jasa Industri. Berikut ini penjelasannya:

1. Bidang Industri Pengolahan
adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia, atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi/setengah jadi, dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, dan sifatnya lebih dekatkepada pemakai akhir. Termasuk dalam kegiatan ini adalah jasa industri/makloon dan pekerjaan perakitan (assembling).

2. Bidang Jasa Industri
adalah kegiatan industri yang melayani keperluan pihak lain. Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak lain sedangkan pihak pengolah hanya melakukan pengolahannya dengan mendapat imbalan sejumlah uang atau barang sebagai balas jasa (upah makloon), misalnya perusahaan penggilingan padi yang melakukan kegiatan menggiling padi/gabah petani dengan balas jasa tertentu.

Jenis-jenis Perusahaan Industri Pengolahan Yang Ada di Indonesia

»
Makanan, dan minuman

»
Tembakau

»
Tekstil

»
Pakaian jadi

»
Kulit, dan barang dari kulit

»
Kayu, barang dari kayu, dan anyaman

»
Kertas, dan barang dari kertas

»
Penerbitan, percetakan, dan reproduksi

»
Batu bara, minyak, dan gas bumi, dan bahan bakar dari nuklir

»
Kimia, dan barang-barang dari bahan kimia

»
Karet, dan barang-barang dari plastik

»
Barang galian bukan logam

»
Logam dasar

»
Barang-barang dari logam, dan peralatannya

»
Mesin, dan perlengkapannya

»
Peralatan kantor, akuntansi, dan pengolahan data

»
Mesin listrik lainnya, dan perlengkapannya

»
Radio, televisi, dan peralatan komunikasi

»
Peralatan kedokteran, alat ukur, navigasi, optik, dan jam

»
Kendaraan bermotor

»
Alat angkutan lainnya

»
Furniture, dan industri pengolahan lainnya

Jenis Industri Berdasarkan Modal

1. Industri padat modal, yaitu industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya.

2. Industri padat karya, yaitu industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.

Jenis Industri Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja

1. Industri rumah tangga,
adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.

2. Industri kecil,
adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang.

3. Industri sedang
atau industri menengah,
adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.

4. Industri besar,
adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.

Jenis Industri Berdasarkan Produktivitas Perorangan

Pada level atas, industri sering kali dibagi menjadi tiga bagian, yaitu primer (ekstraktif), sekunder (manufaktur), dan tersier (jasa). Beberapa penulis menambahkan sektor kuarterner (pengetahuan) atau bahkan sektor kuinari (kultur, dan penelitian). Seiring berjalannya waktu, perpecahan industri masyarakat pada masing-masing sektor mengalami perubahan.

1. Industri primer, adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu. Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.

2. Industri sekunder,
adalah industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali. Misalnya pemintalan benang sutra, komponen elektronik, daging kaleng, dan sebagainya.

3. Industri tersier,
adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa. Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

4. Industri kuarterner,
adalah industri yang mencakup penelitian pengetahuan, dan teknologi serta berbagai tugas berlevel tinggi lainnya. Misalnya adalah para peneliti, dokter, dan pengacara.

5. Industri kuinari,
beberapa menganggapnya sebagai salah satu cabang sektor kuarterner yang meliputi level tertinggi pengambilan keputusan dalam masyarakat atau ekonomi. Sektor ini meliputi eksekutif atau pegawai resmi dalam bidang pemerintahan, pengetahuan, universitas, non-profit, kesehatan, kultur, dan media.

Perbedaan Industri Manufaktur dan Industri Jasa

Perbedaan dasar antara industri manufaktur dan industri jasa seperti berikut:

1. Industri manufaktur
memiliki kemungkinan yang kecil dalam hal kontak langsung dengan konsumen karena aktivitas industri tersebut lebih banyak dilakukan dalam suatu pabrik sedangkan industri jasa memiliki pegawai khusus yang bertugas untuk melayani para konsumen.

Baca Juga:  Model Atom Roti Kismis Dikemukakan Oleh

2. Industri manufaktur
merupakan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi sehingga dapat digunakan oleh para konsumen dan masyarakat umum, sedangkan industri jasa yang menyediakan pelayanan jasa kepada konsumen yang membutuhkan.

3. Produk
dari industri manufaktur bersifat tahan lama dan bersifat fisik (memiliki wujud) sedangkan industri jasa tidak berwujud.

4. Hasil keluaran (produk)
dari industri manufaktur dapat disimpan dengan jangka waktu tertentu sedangkan hasil dari industri jasa hanya dapat dinikmati.

5. Jangka waktu
kerja industri manufaktur relatif lebih lama jika dibandingkan dengan industri jasa.

MACAM-MACAM KLASIFIKASI PERUSAHAAN INDUSTRI



1. Klasifikasi Ruang Lingkup Pengolahan serta Tenaga Kerja Industri

1. Perusahaan Industri Besar
(banyaknya tenaga kerja 100 orang atau lebih)
2. Perusahaan Industri Sedang
(banyaknya tenaga kerja 20-99 orang)
3. Perusahaan Industri Kecil
(banyaknya tenaga kerja 5-19 orang)
4. Perusahaan Industri Rumah Tangga
(banyaknya tenaga kerja 1-4 orang)

Penggolongan perusahaan industri pengolahan ini semata-mata hanya didasarkan kepada banyaknya tenaga kerja yang bekerja, tanpa memperhatikan apakah perusahaan itu menggunakan mesin tenaga atau tidak, serta tanpa memperhatikan besarnya modal perusahaan itu.

2. Klasifikasi berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Indonesia No.19/M/I/1986, industri dibedakan menjadi:

1. Industri Kimia Dasar

Industri Semen, Obat-obatan, Kertas, Pupuk, dll

2. Industri Mesin, dan Logam Dasar

Industri Pesawat Terbang, Kendaraan Bermotor, Tekstil, dll

3. Industri Kecil

Industri Roti, Kompor Minyak, Makanan Ringan, Es, Minyak Goreng Curah, dll

4. Aneka Industri

Industri Pakaian, Industri Makanan, Minuman, dll

3. Klasifikasi Berdasarkan Tempat Bahan Baku

1. Industri ekstraktif,
yaitu industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar. Contoh: pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain.

2. Industri nonekstaktif,
yaitu industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.

3. Industri fasilitatif,
yaitu industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya. Contoh: Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.

4. Klasifikasi Industri Berdasarkan Proses Produksi

1. Industri Hulu, yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan baku untuk kegiatan industri yang lain. Misalnya: Industri kayu lapis, industri alumunium, industri pemintalan, dan industri baja.

2. Industri Hilir,
yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau dinikmati oleh konsumen, misalnya: Industri pesawat terbang, industri konveksi, industri otomotif, dan industri meubeler.


Penggolongan Industri Berdasakan Pemilihan Lokasi

1. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market oriented industry), yaitu industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.

2. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja (labour oriented industry), aAdalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif, dan efisien.

3. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply oriented industry), yaitu jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.

4. Industri yang tidak terkait oleh persyaratan yang lain, yaitu industri yang didirikan tidak terkait oleh syarat-syarat di atas. Industri ini dapat didirikan di mana saja, karena bahan baku, tenaga kerja, dan pasarnya sangat luas serta dapat ditemukan di mana saja. Misalnya:
Industri elektronik,Industri otomotif,
dan
industri transportasi.

Macam-Macam Industri di Indonesia

Ragam industri yang ada di negara ini diharapkan mampu menghasilkan produk-produk yang mutakhir dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat luas.

1. Industri Farmasi (Obat-obatan)

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan industri obat-obatan atau farmasi. Adapun sejarah dikenalnya industri farmasi di Indonesia diketahui sejak berdirinya pabrik obat-obatan pada tahun 1817 yakni NV. Chemicalien Rathkamp and Co.

Perkembangan berikutnya dari industri farmasi di Indonesia selanjutnya ditandai dengan berdirinya sejumlah pabrik obat-obatan di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya.

Pabrik-pabrik tersebut berperan penting dalam menghasilkan obat-obatan penyembuh penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat luas.  Bukan hanya sebagai penyembuh saja, pabrik obat-obatan tersebut juga turut memproduksi vitamin sebagai penyuplai daya tahan tubuh, jamu serta antibiotik. Adapun contoh pabrik farmasi yang masih eksis hingga saat ini di antaranya Kalbe Farma, Sanbe Farma, Dexa Medica, Pharos Indonesia, Tempo Scan Pasific, Kimia Farma serta Fahrenheit.

2. Industri Pupuk

Fertilizer industry atau industri pupuk merupakan salah satu jenis industri yang terbilang strategis di Indonesia. Industri pupuk seakan-akan mensejajari perkembangan produktivitas pada sektor pertanian di negara ini. Semakin meningkatnya kapasitas produksi pupuk di negeri ini, maka semakin maksimal pula produksi hasil pertanian seperti swasembada beras.

Adapun contoh pabrik pupuk yang berkembang pesat di Indonesia di antaranya seperti PT. Aksareksa Jaya, Buana Mas Perkasa, PT. Anugerah Mustika Ostindo, Badak Sukses Perkasa, Benteng Jaya Lestari, PT. Bio Industri Nusantara, Bioworld Biosciences Manufacturing Industry dan sebagainya.

3. Industri Elektronika

Tidak kalah pesatnya dengan perkembangan industri farmasi dan pupuk, industri elektronika juga senantiasa eksis mengibarkan sayapnya di Indonesia. Sebagai bukti di antaranya dengan pendirian berbagai macam pabrik elektronika di berbagai wilayah Indonesia baik dalam skala menengah hingga skala ke atas. Perkembangan industri elektronika yang paling mencolok dalam negara indonesia di antaranya produksi televisi berwarna, komputer, lemari pendingin, alat pendingin ruangan dan sebagainya.

Adapun contoh pabrik elektronika yang berkembang pesat dalam nehara ini di antaranya PT. SGP Elektronik Indonesia, PT. Hanyoung Electric Indonesia, PT. Hansung Electronic Indonesia dan sebagainya. Pesatnya perkembangan industri elektronika di Indonesia tentu membuat kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Bukan hanya diperuntukkan bagi industri elektronika saja, akan tetapi diharapkan seluruhmacam-macam industri di Indonesia senantiasa dapat membawa perkembangan yang jauh lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Baca Juga:  Peran Bahan Organik Terhadap Kesuburan Tanah

4. Industri kendaraan bermotor

Membicarakan perihalmacam-macam industri di Indonesia
tentu kurang komplit rasanya jika tidak membahas tentang industri kendaraan bermotor. Industri kendaraan bermotor atau yang lebih familiar dengan sebutan industri otomotif merupakan salah satu jenis industri yang selalu mengalami perkembangan pesat.  Secara umum industri kendaraan bermotor di Indonesia terbagi menjadi tiga kategori yaitu roda dua, roda tiga dan roda empat atau lebih.

Berdasarkan kategori tersebut, industri kendaraan roda dua dan roda empat merupakan jenis yang paling populer dan selalu mengalami inovasi setiap waktu.  Industri otomotif di Indonesia banyak bergerak di bidang perakitan. Perakitan tersebut di antaranya dengan mengimpor bagian-bagian mobil maupun motor. Selain itu, industri otomotif tersebut juga berfokus pada masalah perbengkelan atau perbaikan mesin-mesin penunjang pertanian, perkebunan hingga kereta api.

5. Industri Perkapalan

Industri perkapalan di Indonesia tentu memiliki hubungan erat dengan industri peleburan besi dan baja. Hal ini dikarenakan bahwa bahan baku perkapalan dalam negara ini masih bersumber pada besi dan baja. Seiring majunya perkembangan industri besi dan baja, maka maju pula perkembangan industri perkapalan di negara ini.

Saat ini industri perkapalan di Indonesia masih berkutat pada produksi serta perbaikan galangan kapal bagi kapal-kapal kecil maupun besar. Industri perkapalan dalam negara ini masih perlu melakukan perkembangan produksi khususnya dalam rangka memproduksi kapal dalam jumlah massal.

6. Industri Pesawat (Kapal Terbang)

Dirgantara Indonesia adalah industri perakitan pesawat terbang satu-satunya di negara ini. Perusahaan ini memiliki histori yang terbilang cukup panjang terutama perihal penanaman perusahaan. Pada mulanya perusahaan ini bernama PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dengan perolehan keberhasilan berupa produksi pesawat NC-212 Aviocar.

Kemudian pada tahun 1986 perusahan tersebut berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara atau IPTN.

Berikutnya pada tahun 1999 perusahaan tersebut kembali berganti nama menjadi PT. Dirgantara Indonesia. Industri pesawat terbang milik Indonesia ini sudah banyak memproduksi dan merakit pesawat sendiri.

Meski demikian, industri tersebut tetap perlu melakukan inovasi produk.

7. Industri Besi dan Baja

Termasuk ke dalam industri berat, industri besi dan baja di Indonesia mampu memproduksi produk tersebut dalam jumlah banyak. Seperti halnya PT. Krakatau Steel yang bertempat di Cilegon, banten. Meskipun pada mulanya pabrik ini hanya memproduksi besi lempengan saja, akan tetapi sekarang industri ini juga memproduksi besi beton dan pelat besi. Hingga saat ini industri besi dan baja di Indonesia selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi agar tidak perlu mengimpor dari negara lain.

8. Industri Kertas

Perkembangan industri kertas di indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi. Hal ini tentu sejajar dengan kebutuhan produksi kertas yang tidak sedikit. Bahkan industri kertas di negara ini sudah pernah mengalami surplus dan diekspor ke berbagai negara di Asia. Adapun pasar utama ekspor kertas di Indonesia di antaranya China, Korea Selatan, Arab Saudi, India dan Jepang.  Secara global industri kertas di Indonesia menempati peringkat keenam di dunia. Sementara itu di wilayah Asia, negara Indonesia berhasil menduduki peringkat keempat. Pertumbuhan industri kertas di dunia bahkan mengalami peningkatan sebanyak 2% setiap tahunnya.

9. Industri Semen

Industri semen merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia. Industri ini senantiasa berpengaruh dalam tumbuh kembang perekonomian negara ini. Semen berperan penting dalam pembangunan fisik suatu bangunan. Oleh karena itu, wajar rasanya jika perkembangan industri semen di indonesia mengambil fokus yang banyak dari pemerintah.

Terdapat begitu banyak industri semen yang mempunyai kualitas baik. Dengan demikian, Indonesia tidak perlu melakukan impor semen. Jika kebutuhan semen tercukupi, maka pembangunan perumahan dan infrastruktur dapat berkembang pesat.

10. Industri Tekstil

Bicara soalmacam-macam industri di Indonesia tentu tidak afdhol rasanya jika tidak menyinggung industri tekstil. Industri tekstil merupakan jenis industri yang selalu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

Industri ini memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Untuk itu, pemerintah perlu memberi perhatian khusus bagi perkembangan tekstil di negara ini.  Diharapkan agar kemajuan industri tekstil di Indonesia bisa merangkak naik dan minimal sejajar dengan industri tekstil dari negara China, India dan Thailand. Setidaknya demi mendukung kemajuan tersebut maka pemerintah perlu mencukupi kebutuhan kapas bagi industri tekstil tersebut.

Perkembanganmacam-macam industri di Indonesia
kiranya dapat memperkuat perekonomian bangsa ini. Dengan demikian, diharapkan bahwa perkembangan segala jenis industri di Indonesia dapat memajukan kualitas dan nilai hidup setiap penduduknya.

Contoh Perusahaan Manufaktur Yang Bergerak Dalam Sektor Industri di Indonesia

Sektor Industri Dasar dan Kimia

1. Semen Indonesia (SMGR)

2. Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

3. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)

Sektor Industri Barang Konsumsi

1. Indofood CBP Sukes Makmur Tbk (ICBP)

2. Gudang Garam Tbk. (GGRM)

3. Kimia Farma (KAEF)

4. Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Sektor Aneka Industri

1. Astra International Tbk. (ASII)

2. Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)

5 Contoh Industri Strategis di Indonesia Yaitu :

1. PT. INKA

2. PT. PAL

3. PT. PINDAD

4. PT. KRAKATAU STEEL

5. PT. PERTAMINA

Industri strategis
adalah industri yang mengolah output dasar yang nantinya bisa digunakan menjadi produk bernilai tinggi. Hasilnya biasanya merupakan barang modal atau barang intermediate yang dijadikan bahan dasar oleh industri hilir untuk digunakan dalam memproduksi barang dan jasa.

Industri strategis
yang ada di Indonesia sudah masuk menjadi bagian dari BUMN. Perusahaan ini bergerak di industri berbasis teknologi. Beberapa contoh industri strategis yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut :

Baca Juga:  Cara Menjadi Anak Perempuan Yang Baik

1. PT. INKA,
merupakan perusahaan pembuat gerbong kereta api. Satu hal penting untuk mencukupi kebutuhan transportasi masal adalah dengan menggunakan kereta api. Karena jika melakukan pembelian akan mendapatkan harga yang mahal maka muncullah pemikiran untuk membuat sendiri sebuah perusahaan pembuatan gerbong kereta api. Saat ini untuk kantor pusat PT INKA (Persero) adalah di Madiun, Jawa Timur dan memiliki kantor perwakilan di Jakarta.

2. PT. PAL,
merupakan perusahaan dengan kegiatan utama yaitu memproduksi kapal perang dan kapal niaga. Selain itu perusahaan ini juga memberikan bidang usaha lain yaitu sebuah jasa perbaikan dan juga pemeliharaan kapal. Dalam bidang tertentu perusahaan ini juga bisa melakukan rekayasa umum dengan spesifikasi tertentu dengan berdasarkan pesanan. Perusahaan ini pada awalnya didirikan oleh pemerintah Belanda pada jaman penjajahan yang berlanjut diambil alih oleh pemerintah Jepang hingga akhirnya menjadi miliki pemerintah Indonesia. Perusahaan ini berada di Surabaya, Jawa Timur. Mengingat negara Indonesia adalah negara kelautan maka sudah semestinya memiliki bidang usaha perkapalan.

3. PT. PINDAD,
merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan produk militer dan komersial. Perusahaan ini awalnya didirikan oleh pemerintah Belanda pada jaman penjajahan yang kemudian diambil alih oleh pemerintah Jepang hingga akhhirnya diambil alih oleh pemerintah Indonesia ketika sudah merdeka. Perusahaan ini memiliki produk andalan yaitu senapan serbu atau SS dengan  seri yang paling banyak digemari yaitu SS-2. Produk ini memiliki kurang lebih delapan varian. Lokasi perusahaan ini ada dua tempat yaitu di Bandung dan di Malang.

4. PT. KRAKATAU STEEL,
merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan besi baja yang terbesar di Indonesia. Pembuatan besi baja ini bisa digunakan dalam rangka memenuhi kebutuhan industri-industri lainnya misalnya kebutuhan PT. PAL atau PT. INKA. Perusahaan ini didirikan atas prakarsa dari Presiden Soekarno pada tahun 1970. Beberapa fasilitas produksi yang dimiliki perusahaan ini adalah seperti pabrik batang kawat, pabrik besi spons, pabrik billet baja. Selain itu juga perusahaan ini sudah memiliki fasilitas infrastruktur berupa pusat pembangkit listrik sendiri, pelabuhan khusus Cigading, pusat penjernihan air, dan juga sistem telekomunikasi. Lokasi dari perusahaan ini adalah di Cilegon, Banten.

5. PT. PERTAMINA,
yaitu perusahaan yang bergerak dengan kegiatan utama yaitu penyelenggaraan usaha di bidang energi dan petrokimia. Penyelenggaraan ini dilakukan dari tingkat hulu sampai hilir. Untuk pegoperasiannya akan ditunjang oleh anak perusahaan dan juga perusahaan patungan. Untuk kegiatan pertamina hulu adalah seperti  pengolahan, pemasaran, niaga, perkapalan, dan juga distribusi produk hilir. Pendistribusiannya tidak hanya di dalam negeri saja namun juga kelua negeri. Sedangkan untuk usaha hilir merupakan integrasi dari pengolahan, usaha niaga, usaha pemasaran dan juga usaha perkapalan.

Sektor industri manufaktur memiliki perananpenting seperti memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, meningkatkan ekspor, dan meningkatkan investasi.

MANFAAT PERUSAHAAN INDUSTRI

1. Terbukanya Peluang Lapangan Kerja Baru

Dengan pembangunan kawasan industri tentu penyerapan buruh/tenaga kerja baru akan bertambah seiring dengan kebutuhan perusahaan untuk mengisi kuota tenaga kerjanya guna memenuhi kebutuhan operasional perusahaan untuk menghasilkan produk dan juga jasa sesuai dengan lini industri yang ditekuni oleh perusahaan tersebut.

2. Meningkatkan Aktivitas Ekspor

Selain menarik minat investor asing untuk menginvestasikan dananya di Indonesia, pembangunan kawasan industri juga diperlukan untuk mengajak investor asing untuk membuka cabang dan mendirikan pabrik di Indonesia. Dengan begitu, aktivitas ekspor akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan komoditi dalam dan juga luar negeri.

3. Memperbesar Peluang Usaha Baru

Pendirian kawasan industri akan memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan ekonomi suatu daerah dengan terbukanya peluang usaha baru. Sebagai contoh adalah sektor dagang. Warga yang tinggal di sekitar kawasan industri dapat membuka warung atau rumah makan untuk menyediakan makanan atau kebutuhan harian bagi para karyawan yang bekerja di sekitar kawasan industri.

4. Meningkatkan Indeks Pertumbuhan Ekonomi

Indeks pertumbuhan ekonomi yang terjadi di kawasan industri dengan terbukanya peluang kerja dan peluang bisnis baru akan menghasilkan siklus perputaran uang dengan aktivitas konsumsi dan juga produksi yang dilakukan oleh warga sekitar dan tenaga kerja yang bekerja di kawasan industri tersebut. Selain itu, pembayaran pajak juga akan meningkat dimana salah satu devisa terbesar negara adalah melalui penerimaan pajak yang akan meningkatkan indeks pertumbuhan ekonomi.

5. Meningkatkan Arus Urbanisasi dan Pemerataan Penduduk

Kawasan industri yang biasanya terletak di luar pusat kota dapat mengurangi ketergantungan penduduk untuk tinggal dan bekerja di pusat kota. Arus urbanisasi dan pemerataan penduduk akan berlangsung dengan baik dimana para tenaga kerja tak hanya berfokus di pusat kota karena daerah sekitar kawasan industri biasanya akan disewa atau dibeli untuk ditempati para tenaga kerja yang bekerja di kawasan industri untuk memudahkan mereka menjangkau tempat kerja. Tentu hal ini akan mengurangi kepadatan penduduk di kota dan membuat pemerataan penduduk terbagi ke beberapa wilayah.

Demikian uraian singkat mengenai apa yang dimaksud dengan
Definisi Perusahaan Industri Lengkap Dengan Pengertian, Jenis-jenis, Bidang, Perbedaan, Macam-macam, Klasifikasi, Contoh, Serta Manfaat Industri di Indonesia. Informasi di atas hanya secuil dari kegiatanPerusahaan Industri yang sebenarnya. Semoga bermanfaat dan meningkatkan minat Anda untuk jadi lebih produktif.

Baca Juga :
Industri Pengelolahan

Terima Kasih telah berkunjung, semoga apa yang anda simak di artikel ini dapat menambah wawasan dan juga pengetahuan yang lebih bermanfaat.

🙏”Terima Kasih“🙏


Usaha Mengolah Bahan Mentah Menjadi Bahan Jadi

Source: https://novalio.id/blog/perusahaan-industri-adalah-kegiatan-mengelola-bahan-mentah-menjadi-barang-jadi-atau-setengah-jadi/

About Merry Rianna