Rincian Modal Usaha Alpukat Kocok dengan Perhitungan Keuntungannya

Usaha Alpukat Kocok – Makanan dan minuman kekinian memang terus bertambah seiring berjalannya waktu. Salah satu jenis minuman kekinian adalah alpukat kocok. Minuman ini mulai bermunculan dan mulai dipilih sebagai usaha baru.

Banyak orang yang memilih minuman ini karena modalnya minim. Lalu, berapa rincian modal usaha alpukat kocok untuk produksinya?

Pasti banyak yang penasaran akan hal ini. Modal menjalankan usaha alpukat kocok dinilai tidak terlalu banyak. Namun, keuntungan yang bisa didapat cukup besar karena animo masyarakat yang tinggi untuk minuman jenis ini.

Usaha Alpukat Kocok

Penjelasan lengkap mengenai modal dan strategi menjalankan usaha ini akan dijelaskan secara rinci. Berikut diantaranya:

Rincian Modal Menjual Alpukat Kocok

Menjalankan usaha alpukat kocok tentunya memerlukan peralatan tertentu di samping bahan baku yang dibutuhkan. Peralatan yang dibutuhkan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan usaha minuman kekinian lainnya. Barang yang dibutuhkan dan harga yang harus dikeluarkan adalah sebagai berikut:

  • Blender = Rp800.000
  • Meja dan kursi = Rp450.000
  • Gelas = Rp550.000
  • Peralatan lain = Rp225.000

Jadi, perlengkapan dan peralatan utama dalam membuka usaha alpukat kocok membutuhkan dana sebesar Rp2.025.000. Tentu harga yang ditulis di atas bisa berubah mengikuti daerah, jenis barang, dan kebutuhan.

Jika ingin mencari keuntungan, semua peralatan di atas harus dihitung biaya penyusutannya.

Setelah dihitung, biaya penyusutan dari peralatan di atas memiliki total Rp373.300 untuk pemakaian satu bulan. Sedangkan bahan baku yang dibutuhkan menelan biaya sebesar Rp7.800.000.

Rincian ini mencakup sirup, susu, alpukat, gula, dan bahan lainnya untuk satu bulan. Biaya ini juga bisa naik dan bisa turun.

Jika ditotal, dalam satu bulan biaya operasional yang sudah mengalami penyusutan ditambah biaya bahan baku adalah sebesar Rp8.173.300.

Baca Juga:  5 Hal Penting dalam Usaha Bebek Petelur yang Perlu Diketahui

Apabila dalam satu hari mampu menjual alpukat kocok sebanyak 50 porsi dengan harga Rp8.000, maka satu bulan memiliki pendapatan Rp12.000.000. Keuntungan ini juga bisa mengalami perubahan.

Setelah melihat semua pembiayaan di atas beserta pendapatan satu bulan, maka bisa dihitung keuntungan bersihnya selama satu bulan.

Jika pendapatan dikurangi biaya operasional dan bahan baku, maka akan ditemukan jawaban sebesar Rp3.826.700. Ini adalah keuntungan bersih dari rincian modal usaha alpukat kocok yang telah dijelaskan sebelumnya.

Strategi yang Diperlukan agar Usaha Bisa Berkembang

Menjalankan usaha minuman kekinian bukanlah hal mudah. Harus tahu tips dan strategi yang tepat agar usaha tidak sepi pembeli. Sama halnya dengan usaha alpukat kocok.

Ada beberapa tips dan strategi yang harus diperhatikan. Berikut beberapa strategi yang diperlukan agar usaha tidak mudah tutup:

1. Lakukan Inovasi

Inovasi pada alpukat kocok harus dilakukan. Misal penambahan rasa baru yang bisa menghadirkan varian unik untuk konsumen. Hal ini tentunya bisa menarik minat pembeli.

Rasa dan varian baru tidak akan membuat pembeli bosan untuk membeli alpukat kocok. Jika melakukan inovasi seperti ini, maka pembeli akan terus berdatangan.

2. Memberi Banyak Jenis Topping

Topping alpukat kocok juga bisa dikreasikan. Sangat disarankan untuk memberi banyak pilihan agar pembeli bisa memilih yang paling sesuai. Jika hanya ada satu topping misal cokelat, maka orang akan jenuh dan tidak membeli lagi di lain hari.

Namun, jika ada banyak misal cokelat, sirup, dan keju maka pembeli bisa memilih.

3. Jaga Kebersihan dan Kualitas

Hal utama dalam bisnis makanan dan minuman adalah kebersihan. Pastikan tempat berjualan selalu mendapat perhatian soal kebersihannya agar pembeli merasa nyaman membeli alpukat kocok.

Baca Juga:  Metode Jualan Jus Unik agar Laris, Bisa Dijadikan Inspirasi Memulai Bisnis!

Kualitas rasa dan bahan baku juga harus diperhatikan. Alpukat yang menjadi bahan baku utama juga tidak bisa luput dari perhatian.

Itulah rincian modal usaha alpukat kocok beserta dengan strategi penjualan yang bisa dilakukan. Jika dilihat dari modal dan perhitungan laba, usaha ini akan sangat menguntungkan.

Asal menjalankan usaha dengan strategi yang baik, maka penjualan tidak akan menurun. Perhitungan di atas merupakan gambaran kasar, jadi masih bisa berubah sewaktu-waktu.

About Merry Rianna