Urutan Penempatan Elektron Dari Tingkat Energi Terendah Yang Benar Adalah

Urutan Penempatan Elektron Dari Tingkat Energi Terendah Yang Benar Adalah.

Pengertian Bilangan Kuantum.

Bilangan kuantum
adalah Satu bilangan nan menunjukkan orbit elektron merubung inti pada indra peraba alias tingkat energi tertentu. Ganjaran kuantun demap disebut sekali lagi quantum number.

Untuk menyatakan lintasan maupun orbit elektron berbentuk elips diperlukan empat macam bilangan kuantum, yaitu Bilangan kuantum utama (dinotasikan denga huruf kecil falak), Bilangan kuantum orbital (dinotasikan dengan abjad mungil l), Predestinasi kuantum magnetik (dinotasikan dengan leter kecil ml
ataupun m), dan Bilangan kuantum spin (dinotasikan dengan huruf katai ms
atau s)

Bilangan Kuantum Utama (cakrawala)

Ketentuan kuantum utama menyatakan besarnya energi total elektron puas orbit atau penyeberangan elektron pada alat peraba atom.

Besarnya energi total elektron lega atom bersifat kekal dan besarnya energi puas tiap-tiap kulit atom ditentukan oleh garis hidup kuantum penting. Bilangan kuantum utama mempunyai ponten positif yakni 1, 2, 3, … dan lebih lanjut.

Bilangan kuantum utama menyatakan arena lintasan atau orbit electron dalam zarah yang disebut dengan selerang molekul.

Kulit molekul dan dinyatakan dengan huruf besar
K,
L,
M,
N, dan lebih jauh. alat peraba K bikin kaki langit = 1, selerang L cak bagi n = 2, indra peraba M untuk n = 3, dan seterusnya. Alat peraba
K
(n
= 1) yaitu kulit yang letaknya paling dekat dengan inti.

Bilangan kuantum ini menyatakan tingkat energi terdahulu elektron dan seumpama ukuran kebolehjadian ditemukannya elektron berpangkal inti atom.

Bilangan kuantum utama ialah fungsi jarak yang dihitung berasal inti unsur (sebagai noktah hampa). Jadi, semakin osean nilai n, semakin jauh jaraknya dari inti.

Dengan demikian garis hidup Kuantum Terdahulu mentukan ukuran orbital. Semakin besar harga n, semakin besar ukuran orbitalnya.

n = 1 menunjukkan electron menempati indra peraba K

n = 2 menunjukkan elektron menempati kulit L

kaki langit = 3 menunjukkan electron menempati selerang M, dan seterusnya

Kulit Zarah
adalah kompilasi bentuk orbital privat bilangan kuantum utama yang sama.

Deriji Jari Atom
didefinisikan sebagai jarak dari inti hingga area dengan kemungkinan terbesar menemukan elektron pada orbital terluar.

Rumus Jumlah Elektron Pada Kulit

Jumlah elektron dalam kulit tertentu bisa dihitung dengan menggunaan kemiripan rumus berikut:

Jumlah electron = 2n
2.

Tingkat Energi Kuantitas Elektron.

Kerjakan atom berelektron banyak dengan nomor unsur Z, maka  tingkat energi total elektronnya puas satu orbit bisa dinyatakan dengan memperalat persamaan rumus berikut:

En
= – (13,6 x Z2)/(n2)

Dengan permakluman

En
= tingkat energi total elektron, eV

ufuk = garis hidup kuantum terdepan

Z = nomor atom

Bilangan Kuantum Orbital l, Takdir Kuantum Azimuth

Bilangan kuantum azimut (l) menentukan bentuk orbital dan memberi kulit menjadi orbital orbital yang bertambah boncel (subkulit). Buat setiap jangat horizon, memiliki garis hidup kuantum azimuth (l) berangkat l = 0 sampai l = (n – 1).

l = (cakrawala – 1
)
yaitu 0, 1, 2, 3, …, n – 1.

horizon = bilangan kuantum terdepan (nomor kulit)

Momentum Kacamata Orbital

Bilangan kuantum orbital menunjukkan besarnya paksa kacamata orbital elektron.  Ponten bilangan kuantum orbital dinyatakan dengan:

Rumus Periang Sudut Orbital Elektron

Besarnya momentum sudut orbital elektron bisa dinyatakan dengan memperalat persamaan rumus berikut:

L = ħ √[l(l+1)] atau

L2 = ħ2 l (l + 1)

Dengan proklamasi

L = Momentum sudut/anguler elektron

l = bilangan kuantum orbital

ħ = konstanta Planck

ħ = h/2π

ħ = 1,054 × 10-34
Js

Arah Momentum Sudut L

Arah momentum sudut (L) dapat dinyatakan dengan kebiasaan kaidah pengapit ialah jika sebelah lipatan jari-jari ajun menyatakan sebelah gerakan electron maka jihat ibu ujung tangan pengapit menyatakan arah periang sudut elektronnya.

Keadaan momentum tesmak electron pada orbitnya menyatakan subkulit elektron pada inti atom dan diberi label sub indra peraba s, p, d, e, f, g dan seterusnya sesuai dengan urutan abjad.

Anugerah istilah buat subkulit diambil berpokok huruf awal klasifikasi spektrum nan menyorotkan elektron, merupakan sharp (ekstrem) = s , principal (terdepan) = p , diffuse (samar muka) = d , fundamental (pokok) = f.

Sangkut-paut antara bilangan kuantum penting (cakrawala) dengan bilangan kuantum orbital (l) dapat digunakan untuk menyatakan situasi suatu atom. Selain itu, boleh juga digunakan kerjakan menyatakan jumlah elektron privat kulit atau subkulit anasir.

Bilangan Kuantum Orbital Subkulit dan Periang Sudut Elektron

Misalnya cak bagi horizon = 2 dan l = 0 menyatakan hal electron pada subkulit 2s, bikin horizon = 3 dan l = 2 menyatakan keadaan elektron pada 3d, dan seterusnya.

Bilangan Kuantum Utama Orbital dan Subkulit
Ganjaran Kuantum Utama Orbital dan Subkulit

Bilangan Kuantum Spin (m
s
maupun s)

Selain bersirkulasi mengelilingi inti, elektron juga berputar pada sumbunya (melakukan gerak arus) sehingga memiliki periang sudut. Gerak aliran ini disebut spin.

Elektron yang melakukan gerak arus punya aturan magnetik. Jika electron berkecukupan dalam tempat magnetik luar akibat kekuasaan medan magnetik tersebut maka arah perputaran elektron bersifat searah atau bentrok sebelah dengan arena magnetik luar.

Untuk spin yang sepikiran medan magnetik luar diberi ponten + ½  dan cak bagi yang berlawanan sebelah diberi nilai – ½

Kredit Harga konkret menyatakan sisi spin ke atas berotasi berlawanan sisi gerak jarum jam, sedangkan harga negatif menyatakan spin ke bawah berotasi searah gerak jarum jam.

Baca Juga:  Alat Musik Tradisional Dari Medan

Goudsmit
dan
Uhlenbeck
menjelaskan bahwa besarnya periang sudut intrinsic alias spin dinyatakan dalam pertepatan berikut

S = ħ √[ms
(ms
+1)]

Dengan keterangan :

S = momentum sudut spin

ms
= bilangan kuantum spin

ħ = h/2p

Besarnya suku cadang pejaka ki perspektif spin elektron sepanjang arah gelanggang magnetik ke sebelah sumbu-z dinyatakan dengan persamaan berikut:

Sz
= ms
ħ = +/- ½ ħ

Takdir Kuantum Magnetik (m

l
)

Kadar kuantum ini menentukan adaptasi berbunga orbit elektron kerumahtanggaan medan magnet. Bilangan kuantum magnetik menunjukkan kuantisasi ruang momentum kacamata elektron. Elektron yang mengerumuni inti dapat ditinjau andai arus kecil dengan dwi kutub magnetik.

Kadar kuantum magnetik (m) memberi bilangan kuantum azimut menjadi orbital -orbital.

Bilangan kuantum magnetik mempunyai nilai harga terbit –l melalui 0 sebatas +l, sehingga untuk setiap ketentuan kuantum orbital l akan ada bilangan kuantum magnetik sebanyak:

ml
= (2l + 1)

paksa sudut mempunyai komponen X, Y dan Z, lakukan komponen X atau Y dari momentum sudut mempunyai besar yang rawak, akan sahaja untuk onderdil Z tidak acak hanya
terkuantisasi.

Besarnya momentum sudut elektron dipengaruhi oleh medan besi sembrani luar (B) apabila medan besi sembrani luar sejajar dengan sumbu-z maka besarnya angka L untuk arah Z memenuhi persamaan :

Lz
= ml
ħ

Tabel Bilangan Kuantum Utama Azimuth Magnetik Dan Jumlah Orbital

Grafik berikut mengklarifikasi pernah jumlah kulit dengan jumlah orbital yang dimiliki sebuah atom dan letak electron pada orbital orbitalnya

Bilangan Kuantum: Pengrtian Diagram Orbital Utama Azimuth Magnetik Spin Elektron Atom Contoh Soal Perhitungan
Tabel Bilangan Kuantum Terdahulu Azimuth Magnetik Dan Total Orbital

Tabulasi Orbital Unsur Dengan Kulit K

Elemen yang memiliki satu alat peraba, maka kulit itu ialah selerang K. Kulit K mempunyai satu bilangan azimuth yaitu l = 0, dan satu suratan magnetik m = 0. Selain itu, indra peraba K hanya memiliki suatu subkulit merupakan 1s, sehingga jumlah orbtalnya juga doang 1 orbital nan dapat diisi oleh maksimum dua electron.

Diagram Orbital Unsur Dengan Kulit K
Tabulasi Orbital Unsur Dengan Kulit K

Dengan kata lain, jika atom memiliki dua electron, maka atom tersebut hanya memiliki indra peraba K. Sehingga kedua electron tersebut akan menempati subkulit 1s.

Sebelah pencong electron dilambangkan dengan anak panah ke atas (rona biru) nan merepresentasikan ketentuan kuantum spin s = +1/2 dan arah ke radiks (rona biram) s = -1/2.

Diagram Orbital Unsur  Dengan Kulit K dan L

Atom yang mempunyai dua jenis kulit anasir, maka kulit atomnya merupakan K dan L. Elektron yang dimiliki oleh atom tersebut akan menempati kulit K dan kulit L. Kulit K  akan menampung dua electron yang diletakan di subkulit 1s, sama dengan penjelasan di atas.

Diagram Orbital Unsur  Dengan Kulit K dan L
Grafik Orbital Unsur Dengan Selerang K dan L

Sementara itu kulit L mampu menampung maksimum 8 elektron nan diletakkan di subkulit 2s sebanyak 2 elektron dan di 2p sebanyak 6 elektron.

Subkulit 2p punya bilangan azimuth l =1. Subkulit 2p n kepunyaan 3 orbital. Tiap orbital dapat melampang 2 elektron, sehingga totalnya 3 x 2 = 6 elektron.

Ketiga orbital plong subkulit 2p memiliki garis hidup kuantum magnetic sendiri sendiri, nan secara berurutan bilangan kuantum magnetik subkuit 2p yakni -1, 0, dan +1 .

Efek Zeeman

Jika satu atom diletakkan sreg medan magnetik maka radius garis yang dihasilkannya akan terpecah menjadi garis garis spektral. Keadaan ini terjadi karena privat medan magnetik, tingkat energi suatu atom terpecah menjadi beberapa subkeadaan sesuai dengan harga ml. Peristiwa ini disebut efek Zeeman.

Bilyet Zeeman ada dua  macam, yaitu efek Zeeman normal dan efek Zeeman tidak normal.  Plong efek Zeeman normal, sebuah garis spektrum terpisah menjadi tiga onderdil. Sedangkan lega bilyet Zeeman tidak normal, sebuah garis spektrum dapat terpisah menjadi lebih dari tiga onderdil.

Efek Zeeman Pengaruh Medan Magnetik Spektrum Atom Elektron
Efek Zeeman Pengaruh Ajang Magnetik Spektrum Zarah Elektron

Pada sekuritas Zeeman normal, satu garis tunggal pecah menjadi tiga garis bila arah tempat tegak lurus lintasan kilat, maupun pecah menjadi dua garis bila arah medan setinggi penyeberangan kirana. Gejala ini dapat diterangkan dengan cara elektromagnetik klasik, merupakan propaganda elektron orbital di dalam mata air yang menjadi semakin cepat alias semakin lambat akibat pengaruh medan nan berkreasi.

1). Contoh Soal Menentukan Kodrat Kuantum Zarah Unsur

Unsur X memiliki notasi
12X24. Tentukanlah bilangan kuantum utama tepi langit, azimuth l, magnetic m dan spins s mulai sejak electron keladak atom  tersebut

Diketahui

12X24

Konfigurasi Elektron Unsur
12X24

12X = 1s22s2
2p6
3s2

Diagram Orbital Konfigurasi Elektron
12X

Konfigurasi electron unsur X kerumahtanggaan lembaga grafik orbital ditunjukkan seperti gambar berikut

Diagram Orbital Konfigurasi Elektron Atom
Diagram Orbital Konfigurasi Elektron Unsur

Elektron bungsu berada di 3s ialah sreg nomor jangat falak = 3 dan subkulit s nan bernilai keuantum
l
= 0. Subkulit s memiliki ponten kuantum magnetic m = 0. Arah putaran electron ditunjukkan dengan warna berma dengan arah panah ke asal nan menunjukkan arah putaran s = -1/2

n = qada dan qadar kuantum utama, nomor jangat

n = 3

l
= takdir kuantum azimuth, subkulit s

l =

m = kodrat kuantum magnetic,

m = 0

s = bilangan kuantum spin, jihat putaran elektron

s = -1/2

Jadi, tepi langit = 3,
l =
0, m = 0, s = -1/2

2). Contoh Soal Perkiraan Kadar Kuantun Atom Phosphor

Tentukan nilai keempat kadar kuantum bakal electron terakhir terbit unsur phosphor
15P31.

Diketahui:

15P31.

Konfigurasi Elektron Zarah Fosfor
15P31

15P = 1s22s2
2p6
3s2
3p3

Baca Juga:  Stasiun Ke Bandung Dari Jakarta

Tabulasi Orbital Konfigurasi Elektron Partikel Fosfor P

Konfigurasi electron lega subklulit 3s dan 3p unsur fosfor ditunjukkan puas gambar berikut

Diagram Orbital Konfigurasi Elektron Unsur Fosfor P
Tabel Orbital Konfigurasi Elektron Unsur Fosfor P

Elektron bungsu berpangkal unsur fosfor berharta di subkulit 3p yaitu pada nomor kulit n = 3, subkulit p bernilai kuantum
l
= 1. Elektron terakhir menempati orbital dengan bilangan magnetic m = +1 dengan Sebelah adegan ke atas s = +1/2

Bintang sartan elektron terakhir memiliki bilangan kuantum

n = 3,
l
= 1, m = +1, s = +1/2

3). Abstrak Soal Menentukan Predestinasi Kuantum Elektron Bontot Zarah Sulfur (Sulfur)

Tentukan qada dan qadar kuantum electron terakhir dari unsur belerang
16S32

Diketahui

16S32

Konfigurasi Elektron Unsur Welirang
16S32

Konfiguarasi electron belerang merupakan


16

S32
=

1s22s2
2p6
3s2
3p4
alias


16

S32
=
[Ne] 3s2
3p4

Tabulasi Orbital Konfigurasi Elektron Unsur Sulfur S

Konfigurasi electron bagi subklulit 3s dan 3p unsur sulfur ditunjukkan pada gambar berikut

Diagram Orbital Konfigurasi Elektron Unsur Sulfur S
Diagram Orbital Konfigurasi Elektron Unsur Sulfur S

Semenjak diagram orbitalnya boleh diketahui bahwa: elektron terakhir pada unsur sulfur terletak puas 3p yaitu pada kulit nomor t = 3, subkulit p bernilai kuantum azimuth
l
= 1 dengan bilangan magnetic m = -1, dan sisi episode electron ke bawah s = -1/2.

Jadi, bilangan kuantum electron bontot molekul welirang adalah

horizon = 3,
l

= 1, m = -1 dan  = -1/2

4). Contoh Soal Menentukan Suratan Kuantum Elektron Elemen Mangan Mn

Partikel mangan memiliki nomor atom 25, tentukan keempat bilangan kuantum dari electron terkhir unsur mangan Mn tersebut

Konfigurasi Elektron Atom Mangan Mn

Konfigurasi electron
25Mn55
dapat dinyatakan sebagai halnya berikut

25Mn55
=  1s2
2s2
2p6
3s2
3p6
4s2
3d5
atau

25Mn55
= [Ar] 4s2
3d5

Diagram Orbital Konfigurasi Elektron Unsur Mangan
25Mn

Diagram orbital buat konfigurasi electron pada subkulit 4s dan 3d zarah mangan dapat dilihat lega gambar berikut

Contoh Soal Menentukan Bilangan Kuantum Elektron Unsur Mangan Mn
Contoh Pertanyaan Menentukan Qada dan qadar Kuantum Elektron Unsur Mangan Mn

Pecah tabulasi orbital dapat diketahui bahwa: Elektron terakhir semenjak konfigurasi electron mangan terletak pada subkulit 3d. Ini artinya nomor kulit n = 3, subkulit d berbilangan kuantum azimuth l = 2.

Elektron terakhir terdapat sreg orbital terakhir (kotak minimal kanan) dengan kodrat kuantum magnetik m = +2 dan  sebelah babak electron ditunjukkan sisi anak asuh panah ke atas s = +1/2.

Kaprikornus, electron ragil mangan memiliki bilangan kuantum:

cakrawala = 3,
l
= 2, m = +2, s = +1/2

5). Kamil Soal Perhitungan Takdir Kuantum Bersumber Konfigurasi Elektron Ion Unsur

Ion X+
memiliki konfigurasi electron misal berikut

X+
= 1s2
2s2
2p6

Tentukanlah bilangan kuantum electron valensi terbit atom X

X+
= artinya atom melepas satu electron terluarnya. Sehingga konfigurasi electron bakal zarah lain ionnya ditambah satu electron.

Konfigurasi Elektron Atom X

X = 1s2
2s2
2p6
3s1

Subkulit 3s merupakan subkulit yang ditempati oleh electron valensi sebelum atom X melepas electron bagi menjadi ion X+

Diagram Orbital Konfigurasi Elektron Atom X

Konfigurasi electron kerumahtanggaan tabulasi orbital ditunjukkan n domestik rajah berikut:

Contoh Soal Perhitungan Bilangan Kuantum Dari Konfigurasi Elektron Ion Unsur
Cermin Soal Perhitungan Ketentuan Kuantum Bersumber Konfigurasi Elektron Ion Zarah

Elektron valensi menempati subkulit 3s yang kreatif puas nomor jangat  n = 3. Subkulit s memiliki bilangan kuantum l = 0 dengan suratan magnetic m = 0 sementara itu jihat mengsol electronnya yakni ke jihat atas s = +1/2

Kaprikornus, electron valensi atom X memiliki kodrat kuantum

lengkung langit = 3,
l
= 0, m = 0, s = +1/2

6). Contoh Tanya Perhitungan Ketentuan Kuantum Elektron Terakhir Anasir Cobalt

Tentukan kodrat kuantum untuk electron bontot berbunga unsur
20Co40

Konfigurasi Elektron Unsur Kobalt Co.

20Co40
= 1s2
2s2
2p6
3s2
3p6
4s2
ataupun

20Co40
= [Ar] 4s2

Diagram Orbital Konfigurasi Elektron Unsur Cobalt

Diagram orbital 4s yang ditempati maka dari itu electron ragil unsur cobalt dapat dilihat pada gambar berikut

Contoh Soal Perhitungan Bilangan Kuantum Elektron Terakhir Atom Cobalt
Tabulasi Orbital  Cobalt, 4s2


Elektron terakhir molekul kobalt menempati 4s. Subkulit 4s mempunyai qada dan qadar azimuth l = 0 dan nomor kulit n = 4.  Elektron terakhir ini menempati orbital yang memiliki bilangan magnetic m = 0 dengan sisi putaran electronnya ke arah awah s = – 1/2.

Jadi, electron terakhir kobalt memiliki bilangan kuatum semacam ini

n = 4, l = 0, m = 0, s = -1/2

7). Contoh Soal Mandu Estimasi Persamaan Rumus Takdir Kuantum Terdahulu t,

Tentukan energi total elektron ion Li
2+
(Z = 3) lega kejadian bilangan kuantum utama n = 2

Diketahui

Z = 3

n = 2

Rumus Menghitung Energi Besaran Elektron Ion

Energi total elektron ion Li
2+
pada tingkatan energi ufuk = 2 memenuhi:

Ekaki langit
= – [13,6 x Z2]/(lengkung langit2)

En
= – [13,6 x (3)2]/(22)

En
= – 30,6 eV

8). Teladan Pertanyaan Perhitungan Kodrat Kuantum Orbital l,

Tentukan besarnya momentum sudut nan kelihatannya pada tangga cakrawala = 3 jikalau dinyatakan n domestik ħ

Penyelesaian :

Besarnya periang sudut elektron nan mengelilingi inti atom dinyatakan dengan kemiripan rumus berikut:

L = ħ √[l(l+1)] maupun

L2 = ħ2 l (l + 1)

Untuk tepi langit= 3 terdapat dua bilangan kuantum , maka terdapat 2 ponten momentum kacamata yaitu

l = (n – 1):

l = (3 – 1) = 2

takdir kuantum orbitalnya adalah 0 dan 1

untuk l =1, maka momentum sudut orbitalnya merupakan

L = ħ √[1(1+1)]

L = ħ √[2]

Bakal l = 0, maka pejaka sudut orbitalnya yakni

L = ħ √[0(0+1)]

L = ħ

9). Pola Tanya Bilangan Kuantum Magnetik

Ada berapa kemungkinan garis hidup kuantum magnetik pada qada dan qadar kuantum utama falak = 3?

Baca Juga:  Kelebihan Sistem Demokrasi Ekonomi Ditunjukkan Pada Nomor

Penyelesaian:

Banyaknya kemungkinan bilangan kuantum magnetik boleh dinyatakan dengan memperalat persamaan rumus berikut:

ml
= 2l + 1 di mana l = (n – 1)

lakukan tepi langit = 3 maka nilai l = (3 – 1) = 2,

sehingga jumlah takdir kuantum magnetik yakni :

ml
= 2.2 + 1 = 4 + 1 = 5

adapau ganjaran kuantum magnetiknya adalah  2, 1, 0, –1 dan –2.

10). Contoh Soal Bilangan Kuantum Magnetik

Jika kodrat kuantum orbital l = 3, tentukanlah:

1) besar momentum ki perspektif elektron yang barangkali,

2) momentum tesmak elektron dalam jihat tunam
z!

Perampungan:

Ketentuan kuantum magnetik ml
yang mungkin untuk l = 3 dihitung dengan menggunakan rumus berikut

ml
= 2l + 1

ml
= (2x 3) + 1

ml
= 7

adapun bilangan kuantum magnetiknya adalah

ml
= -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3

Besar momentum sudut electron untuk l = 3 adalah

L = ħ √[l(l+1)]

L = ħ √[3(3+1)]

L = ħ √[3(4)]

L = 2 ħ √[3] Js

Periang ki perspektif elektron intern arah tali api-z
dihitung dengan rumus berkut:

Lz
= ml
ħ

ml
= -3 → Lz
= (-3) ħ = -3 ħ

ml
= -2 → Lz
= (-2) ħ = -2 ħ

ml
= -1 → Lz
= (-1) ħ = – ħ

ml
= 0 → Lz
= (-0) ħ = 0

ml
= 1 → Lz
= (1) ħ = ħ

ml
= 2 → Lz
= (2) ħ = 2 ħ

ml
= 3 → Lz
= (3) ħ = 3 ħ

11). Contoh Perhitungan Jumlah Elektron Pada Jangat

Berapa jumlah maksimum elektron yang mungkin terdapat lega tingkat utama di mana horizon = 3

Perampungan:

besaran maksimum elektron yang dapat berada lega tingkat utama adalah

2n2
= 2(3)2
= 18 elektron.

  • Jenis Perkakas Optik: Lup Kodak Mikroskop Teleskop Rumus Perbesaran Lensa Objektif Okuler Jarak Fokus 13
  • Hukum Pokok Tekanan Hidrostatis: Pengertian Rumus Perhitungan Pipa U Kapal Selam Minyak Air Raksa Lengkap Soal Pembahasan 11
  • Reaksi Inti Nuklir: Pengertian Reaksi Fisi Fusi Termonuklir Rumus Contoh Cak bertanya Perhitungan 5
  • Gelombang elektronik Bunyi: Cepat Rambat Zat Padat Cair Tabun Kamil Soal Rumus Perhitungan Sonar Kedalaman Laut Jarak Petir Kilat
  • Hukum Gauss: Pengertian Medan Setrum Rumus Fluks Garis Tren Pola Soal Rekaan,
  • Vibrasi Non Mekanis Dan Gelombang listrik Transversal Longitudinal: Pengertian Jenis Eksemplar Pertanyaan Rumus Perincian
  • Gelombang Jenis dan Adat-sifatnya
  • Radiasi Benda Hitam: Pengertian Rumus Daya Intensitas Energi Emisivitas Syariat Stefan – Boltzmann Abstrak Soal Perhitungan 8
  • Gaya Benda: Denotasi Gerak Permukaan Datar Miring Tali Katrol Rumus Gaya tarik bumi Normal Menggosok Kinetik Paradigma Pertanyaan Perhitungan 12
  • Waktu Tengah Aktivitas Konstanta Peluruhan Inti Atom Zat Radioaktif Rumus Contoh Pertanyaan Taksiran 7
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • >>

Daftar pustaka:

  1. Sears, F.W – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika kerjakan Perguruan tinggi”, Penerbit Bina Cipta, Bandung,
  2. Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall.
  3. Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons.
  4. Tipler, Paul, 1998, “Fisika kerjakan Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
  5. Tipler, Paul, 2001, “Fisika cak bagi Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
  6. Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika,  Jakarta.
  7. Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  8. Ringkasan Rangkuman:
    Bilangan Kuantum Terdepan ‘n’, mempunyai nilai 1, 2, 3 dan seterusnya, semakin naik poin cakrawala maka kerapatan elektron semakin jauh dari inti, semakin hierarki energi elektron dan ikatan kepada inti semakin longgar
  9. Bilangan kuantum Azimut ‘l’ ,n kepunyaan nilai berpangkal 0 – (n-1) dilambangkan dengan huruf (
    ‘s’=0, ‘p’=1, ‘d’=2, ‘f’=3
    ), menunjukkan bentuk dari tiap orbital

  10. Qada dan qadar kuantum magnetik (ketiga) ‘m’,

    memiliki angka bulat antara ‘ –l
    ’ dan ‘ +l
    ’, teragendakan 0, menunjukkan arah orbital kerumahtanggaan ruangnya

  11. Bilangan


    kuantum putaran elektron,
    s
    hanya bisa memiliki dua harga (+½ dan -½) buat itu,

    paling banyak saja dua elektron nan dapat


    menempati orbital yang sama, dan mempunyai nilai adegan


    magnetik yang berlawanan
  12. Kebiasaan Hund,
    yang menyatakan
    “dalam satu subkulit tertentu, tiap orbital diisi oleh satu elektron terlebih dahulu sebelum ada orbital yang memiliki dua, dan elektron-elektron dalam orbital tersebut spinnya paralel”
  13. Rajah orbital digambarkan dengan latar melampaui provinsi sreg prospek yang sesuai. Sebuah orbital
    s
    berbentuk bulat, orbital p memiliki dua bagian terpisah oleh bidang simpul dimana probabilitasnya nol dengan tiga penyesuaian yang mungkin, ialah yang disebut
    pz,
    py
    dan
    px. Orbital d memiliki lima aklimatisasi.
  14. Ketika membentuk konfigurasi elektron, penaruhan elektron intern orbital dimulai dengan tingkat energi terendah mengikuti rasam
    aufbau, konfigurasi elektron dengan jumlah elektron pada setiap orbitalnya menjadi:
    1s2
    2s2
    2p6
    3 s2
    3p6
    4s2
    3d10
    4p6
    5s2
    4d10
    5p6
    6s2


    4f14
    5d10
    6p6
    7s2
    5f14
    6d10
    7p6.
  15. Garis hidup Kuantum: Pengrtian Diagram Orbital Utama Azimuth Magnetik Spin Elektron Molekul Contoh Soal Perhitungan 12


Urutan Penempatan Elektron Dari Tingkat Energi Terendah Yang Benar Adalah

Source: https://ardra.biz/topik/pengertian-tingkat-energi-total-elektron/

Artikel Terkait