Struktur Wawacan: Tips Dan Cara Menulis Dengan Baik

Cipaku Learning Center Wawacan Endog Saptalang, Penciptaan Alam
Cipaku Learning Center Wawacan Endog Saptalang, Penciptaan Alam from cipakudarmaraja.blogspot.com

Pendahuluan

Wawacan adalah salah satu jenis sastra Jawa Kuno yang banyak dijumpai pada masa Kerajaan Mataram. Wawacan terdiri dari cerita atau kisah yang disampaikan dengan bahasa Jawa Kuno, yang umumnya menggunakan aksara Jawa. Struktur wawacan terdiri dari beberapa bagian yang harus diikuti agar cerita menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh pembaca. Dalam artikel ini, kami akan memberikan tips dan cara menulis wawacan dengan baik.

Struktur Wawacan

Struktur wawacan terdiri dari beberapa bagian yang harus diikuti, yaitu:

1. Pendahuluan

Pendahuluan pada wawacan berisi tentang pengenalan tokoh dan latar belakang cerita. Tujuan dari pendahuluan adalah agar pembaca lebih mengenal tokoh dan latar belakang cerita sehingga dapat memahami alur cerita dengan baik.

2. Isi Cerita

Isi cerita adalah bagian utama dari wawacan. Bagian ini berisi tentang kisah atau cerita yang ingin disampaikan. Isi cerita harus disajikan dengan jelas dan terstruktur agar pembaca tidak kebingungan dalam mengikuti alur cerita.

3. Penutup

Penutup pada wawacan berisi tentang kesimpulan atau moral dari cerita yang disampaikan. Penutup juga dapat berisi tentang harapan penulis terhadap pembaca.

Tips Menulis Wawacan

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu dalam menulis wawacan:

1. Pilih Tokoh dan Latar Belakang yang Menarik

Pilihlah tokoh dan latar belakang yang menarik agar cerita menjadi lebih menarik. Tokoh dan latar belakang yang menarik akan membuat pembaca tertarik untuk membaca lebih lanjut.

2. Buatlah Alur Cerita yang Terstruktur

Buatlah alur cerita yang terstruktur agar pembaca tidak kebingungan dalam mengikuti cerita. Alur cerita yang terstruktur juga akan membuat cerita lebih mudah dipahami.

3. Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami

Gunakan bahasa yang mudah dipahami agar pembaca tidak kesulitan dalam memahami cerita. Hindari penggunaan bahasa yang terlalu kaku atau sulit dipahami.

Baca Juga:  Bacalah Teks Negosiasi Berikut Ini Kemudian Analisislah Struktur Teksnya

4. Jaga Kelancaran Cerita

Jaga kelancaran cerita agar pembaca tidak kebingungan dalam mengikuti cerita. Hindari penggunaan kalimat yang terlalu panjang atau terlalu banyak informasi dalam satu kalimat.

5. Buatlah Penutup yang Memikat

Buatlah penutup yang memikat agar pembaca tidak merasa kecewa setelah membaca cerita. Penutup yang memikat juga dapat membuat pembaca tertarik untuk membaca karya lain dari penulis.

Kesimpulan

Menulis wawacan tidaklah sulit jika kita mengikuti struktur dan tips yang disebutkan di atas. Dengan menulis wawacan yang baik dan menarik, kita dapat memperkaya sastra Indonesia dan mengenalkannya pada generasi muda. Selamat menulis!

You May Also Like