Renungan 1 Tesalonika 5 16 18

Renungan 1 Tesalonika 5 16 18

Kerukson ton logon

1 Tesalonika 5:16-18.”Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

PENDAHULUAN

Tuhan Yesus ingin umat-Nya hidup berkenan di hati-Nya dan mempermuliakan nama-Nya dengan cara hidup menurut kehendak-Nya! Di dalam 1 Tesalonika 5:16-18, Tuhan menyingkapkan tiga perbuatan hidup yang DIA / ALLAH kehendaki, yakni (1) Bersukacita senantiasa; (2) Tetap Berdoa; dan (3) Mengucap syukur senantiasa.

I. BERSUKACITALAH SENANTIASA (1 Tesalonika 5:16)

1. Bersukacita menurut Alkitab lebih dari sekedar bergembira, tersenyum, dan tertawa. Keistimewaannya terletak pada faktor yang menyebabkan sukacita, dan cara menjalankannya. Dalam Bahasa Yunani Alkitab, istilah untuk “bersukacita” adalah “chairo.” Istilah ini memiliki akar yang sama dengan kata “charis,” yang berarti “anugerah, kasih karunia.” Secara harafiah, istilah “charis” berarti penyebab terjadinya “chairo” atau “chairo terjadi karena adanya charis, anugerah atau kasih karunia merupakan penyebab terjadinya sukacita; orang bersukacita, karena ada anugerah.

2. Kata “charis” secara harafiah berarti “hadiah” atau “pemberian cuma-cuma.” Dalam catatan Alkitab, kata “charis” atau kasih karunia ini ketika dikaitkan dengan TUHAN, maka secara umum artinya adalah kasih dan kebaikan TUHAN yang mendatangkan keselamatan dan kelepasan, yang DIA sediakan kepada semua manusia, dan yang DIA curahkan kepada orang yang mau menerima DIA dengan pemberian baik-Nya itu

Di dalam Perjanjian Baru, Secara tegas dan khusus, kata “charis” ini dikaitkan dan dipersonifikasikan dengan KRISTUS YESUS yang disebut juga sebagai kasih karunia TUHAN. Artinya, jika seseorang menerima YESUS KRISTUS, berarti menerima anugerah TUHAN; untuk bisa menerima anugerah dan kasih karunia TUHAN, maka seseorang harus menerima YESUS KRISTUS, yakni TUHAN yang mengambil dan diam dalam wujud manusia guna melakukan penebusan sebagai jalan keampunan dosa manusia dengan cara DIA harus mati dan bangkit dari kematian.

Baca Juga:  Renungan Pagi Sesuatu Yang Lebih Baik

3. Jadi, perintah “bersukacitalah senantiasa” harus dijalankan dengan selalu memberikan sikap kegembiraan oleh karena TUHAN YESUS, sumber kasih karuna TUHAN, menyertai dan bersama dengan kita. Secara negatif, ini berarti tiadanya sikap sungut-sungut, kuatir, bimbang, dan marah-marah kepada TUHAN yang bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang menerima dan mengasihi-Nya.

II. TETAPLAH BERDOALAH (1 Tesalonika 5:17)

1. Secara umum, berdoa berarti “berbicara kepada TUHAN.” Ini bukanlah berarti mengucapkan kata-kata tertentu seperti mantra yang ditujukan kepada TUHAN. Doa merupakan pengungkapan isi hati kita dengan cara berbicara kepada TUHAN.

2. Di dalam Alkitab, doa lebih dari sekedar berbicara. Keistimewaannya adalah pada komunikasi personal dari hati ke hati sang pendoa dengan TUHANnya. Dari perspektif ini, doa merupakan percakapan dengan TUHAN mengenai realisasi kasih karunia dan kebaikan yang DIA janjikan dalam kehidupan nyata kita. Artinya, dalam berdoa, kita memohon agar kasih karunia TUHAN tergenapi dalam hidup, kita memohon pimpinan dan tuntunannya agar bisa hidup dalam kasih karunia-Nya, dan kita menyerahkan hidup dalam kuasa dan pimpinan-Nya untuk hidup dalam kasih karunia-Nya.

3. Jadi, perintah “Tetaplah berdoa” harus dijalankan dengan terus tanpa putus asa menyatakan dalam segala hal isi hati dan keinginan kita yang disertai dengan penyerahan diri kepada kepada kuasa dan pimpinan Tuhan Yesus, sehingga kasih karunia-Nya yang mendatangkan keselamatan, kelepasan, dan kebaikan itu, bisa menjadi kenyataan hidup.

III. BERSYUKURLAH DALAM SEGALA HAL (1 Tesalonika 5:18)

1. Secara umum, bersyukur berarti pengungkapan rasa terima kasih kita dari hati yang terdalam atas segala kebaikan dan kasih karunia yang sudah, sedang, dan akan terus DIA sediakan dan berikan kepada orang yang mencari dan menerima-Nya.

Baca Juga:  Cara Membuat Tulisan Warna Gold Di Photoshop

2. Istilah “dalam segala hal” mengacu pada setiap kejadian yang kita alami, termasuk kejadian yang buruk. Ucapan syukur dinaikkan bukan karena sekedar peristiwa yang kita alami, tetapi karena “DIA bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya” (Lih. Roma 8:28-29). Secara khusus untuk kejadian buruk, kita bersyukur bukan karena keburukan dari kejadian terkait, tetapi karena itu merupakan kesempatan bagi TUHAN untuk menguji dan memurnikan iman kita kepada-Nya, sehingga kita bisa bertekun yang menjadikan kita sempurna, utuh, dan tak kekurangan suatu apapun (Lih. Yakobus 1:4)

3. Jadi, perintah “Bersyukurlah dalam segala hal” dijalankan dengan menyatakan secara langsung dan pribadi kepada-Nya rasa terima kasih kita kepada-Nya yang sudah, sedang dan akan tetap menyediakan dan memberikan kasih karunia-Nya kepada setiap kita yang setia mencari dan berharap kepada Tuhan Yesus.

KESIMPULAN

Renungan 1 Tesalonika 5 16 18

Source: https://teologiareformed.blogspot.com/2020/05/3-kehendak-allah-dalam-hidup-sehari.html

About Merry Rianna