Menyempurnakan Akhlak Adalah Salah Satu Tujuan Diutusnya

Menyempurnakan Akhlak Adalah Salah Satu Tujuan Diutusnya.


Maka dari itu: Ali Farkhan Tsani,
Redaktur Senior Pises (Mi’raj Islamic News Agency)

Di dalam hadits mulai sejak Bubuk Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu,  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berucap:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

Artinya: “Sebenarnya aku diutus hanya bagi menepati keshalihan kesopansantunan.” (HR. Al-Baihaqi).

Ramalan nan dibawa oleh Utusan tuhan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah agama Selam, merupakan agama nan teladan bakal seluruh umat cucu adam sepanjang perian.

Rasul Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam merupakan Rasul yaumul, Rasul bontot dan intiha para nabi, yang diutus makanya Yang mahakuasa untuk seluruh umat manusia tanpa meluluk asal tungkai dan bangsanya. Misi Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam antara lain yaitu menyempurnakan akhlak orang.

Begitulah, maka Utusan tuhan Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diutus di perdua-tengah publik sreg jaman jahiliyah. Ketika itu, moral dan prilaku umum dahulu biadab, penuh dengan penyembahan pada berhala, deifikasi manusia atas hamba allah lainnya, perabdian, mumbung dengan pertikaian dan penguasa yang mengeksploitasi.

Begitulah, Allah mengutus Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dilengkapi dengan perilaku (tata krama) nan indah dan menjadi pola terbaik bagi umatnya.

Jalal akhlak Rasul Shallallahu ‘Alaihi wasallam, Allah sebutkan di dalam ayat:

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya: “Dan sesungguhnya kamu betul-betul berbudi pekerti nan agung”. (QS Al-Grip: 4).

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: “Senyatanya telah cak semau pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) kerjakan orang yang mengharap (rahmat) Yang mahakuasa dan (kedatangan) hari kiamat dan beliau banyak menyebut Allah”. (QS Al-Ahzab: 21).

Isteri baginda Utusan tuhan, ‘Aisyah seorang menyebut kesopansantunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah Al-Qur’an.

Baca Juga:  Berikut Yang Bukan Manfaat Evaluasi Usaha Adalah

Maka, boleh jadi saja yang mengasakan kehidupan di marcapada sampai alam baka bepergian baik dan selamat sebagaimana yang dikehendaki Allah. Tiada jalan enggak kecuali pula mengerjakan ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam kehidupannya sehari-waktu.

Sebab Al-Qur’an diturunkan adalah umpama tanzil bagi cucu adam nan bertakwa, dan dengan ketakwaan inilah semangat marcapada sampai akhirat akan berlangsung baik dan selamat.

Firman Halikuljabbar:

الم. ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Artinya: “Alif laam miim . Kitab (Al Qur’an) ini bukan terserah keraguan padanya; petunjuk untuk mereka nan bertakwa”. (QS Al-Baqarah: 1-2)

Maka, bagi siapa saja nan mengabaikan Al-Qur’an dengan memperturutkan hawa nafsunya, engkau tak akan mendapatkan kebahagiaan marcapada dan akhirat.

Yang mahakuasa mengingatkan di privat ayat:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى. قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا. قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنسَى. وَكَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِن بِآيَاتِ رَبِّهِ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَى

Artinya: “Dan barangsiapa berpaling bermula peringatan-Ku, maka senyatanya baginya penghidupan nan sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat privat keadaan buta. Berkatalah dia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, sedangkan aku dahulunya merupakan seorang nan melihat?”. Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka beliau melupakannya, dan begitu (lagi) puas hari ini kamupun dilupakan”. Dan demikianlah Kami mengimbangi cucu adam yang melalui sempadan dan lain percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sepatutnya ada hukuman di alam baka itu bertambah berat dan makin kekal”. (QS Thaha: 124-127).

Akhlak dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah untuk terciptanya sebuah kesentosaan, kebahagian dan kesejahteraan hidup seluruh orang di seluruh dunia hingga akhirat.

Baca Juga:  Soal Pkn Kls 6 Tema 1

Sebagaimana firman Allah:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Artinya: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu Muhammad, melainkan buat (menjadi) pemberian bagi semesta standard”. (QS Al-Anbiya’: 107).

Semoga kita dapat meneladani akhlak Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam kehidupanm sehari-hari. Aamiin. (RS2/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Menyempurnakan Akhlak Adalah Salah Satu Tujuan Diutusnya

Source: https://minanews.net/nabi-diutus-untuk-memperbaiki-akhlak-manusia/

About Merry Rianna