Fungsi Properti Berupa Topeng Dalam Tari Yaitu Sebagai

Fungsi Properti Berupa Topeng Dalam Tari Yaitu Sebagai

Properti tari Topeng
– Tari Topeng merupakan tarian tradisional asal Jawa Barat, tepatnya Cirebon. Tarian yang satu ini disebut penari sebagai tarian yang menggunakan Topeng. Uniknya, setiap Topeng yang dipakai penari punya karakter yang berbeda. Menarik, bukan?
Lantas, properti macam apa yang mesti ada dalam pementasan tari ini? Mari kita pelajari lebih lanjut tentang properti tari Topeng!

Properti Tari Topeng

Berikut ialah 15 properti tari Topeng dan penjelasannya. Simak dengan saksama, ya!

1. Topeng

Sesuai dengan namanya, yakni tari Topeng, jelas bahwa tarian ini tentunya akan berkaitan atau menggunakan Topeng. Topeng sendiri merupakan benda yang digunakan di wajah dan berfungsi menutup wajah asli si pengguna Topeng. Tentunya, properti yang satu ini tak boleh ketinggalan dan harus ada di setiap penampilan tari Topeng.

Topeng yang digunakan sendiri terbuat dari bahan plastik atau kayu. Meski begitu, Topeng yang sering kita lihat ialah yang terbuat dari kayu terukir. Terdapat berbagai macam Topeng yang digunakan, seperti Topeng berkarakter wajah manusia, atau Topeng wajah tokoh terkenal.

Cara penggunaan Topeng ini ada beberapa cara, salah satunya, dengan memakai tali yang diikat pada kepala bagian belakang. Adapun, cara lainnya ialah dengan menggigit karet atau bantalan khusus yang ada di balik Topeng. Topeng berwarna merah adalah yang paling sering digunakan dalam tarian Topeng.

2. Baju Kurung Lengan Pendek

Pakaian adat khas Melayu, seperti di Indonesia, Malaysia, sampai Brunei Darussalam termasuk baju kurung. Baju yang satu ini adalah baju khas, yang desainnya longgar pada lubang lengan, dada, dan perut.

Baju kurung menjadi tipe baju yang sejajar dengan pangkal paha atau lutut ketika digunakan. Baju adat yang satu ini juga punya ciri khas lain, yakni tidak mempunyai kancing dan tidak berkerah, tetapi setiap ujungnya diberi renda. Terdapat baju kurung yang bermotif maupun yang polos, dan umumnya mereka berlengan panjang.

Meski begitu, tari Topeng menggunakan baju kurung sebagai baju dalam, dan baju kurung yang dipilih adalah yang berlengan pendek. Hal ini bertujuan demi memperkuat dan mempertegas kesan gerakan dari tangan penari.
Ada pula motif dan renda benang keemasan pada bagian lengan. Para penari umumnya menggunakan baju kurung berwarna merah, atau warna lain yang tak kalah mencoloknya.

3. Mongkron

Penutup dada atau mongkron merupakan kain yang dipakai para penari untuk menutup dada mereka. Properti ini bisa berupa kain dari baju kurung yang dibordir atau kain batik. Biasanya, mongkron punya warna keemasan atau merah, dan hiasannya berupa bordiran benang warna emas atau perak.

Hiasan mongkron punya bordiran yang tergantung pada budaya lokal masyarakat yang menarikan tarian yang satu ini. Tak heran, jika setiap daerah punya bentuk mongkron-nya masing-masing. Ada yang berbentuk kotak, ada pula yang segitiga atau bulat.

4. Sampur

Sampur merupakan salah satu properti tari Topeng. Ia berupa selembar kain panjang yang dilingkarkan pada leher penari. Biasanya, sampur yang dipakai berwarna cerah, seperti merah, hijau, atau kuning. Properti ini dipakai sebagai salah satu bagian dari gerakan tari.

Baca Juga:  Manusia Purba Memilih Gua Sebagai Tempat Tinggal Dengan Alasan

Penggunaan sampur di leher, yakni dengan ujungnya yang diselipkan pada jari tengah penari. Jadi, sampur akan turut bergerak ketika tangan penari bergerak sesuai irama. Penggunaan properti sampur sendiri bertujuan untuk menciptakan kesan tegas sekaligus gemulai pada gerakan.

Grameds, ada pula sampur yang diikatkan di pinggang penari.

5. Celana Kurung Sepertiga

Baju kurung mempunyai pasangan yang digunakan penari, yakni celana kurung yang panjangnya sepertiga kaki. Celana longgar dan panjangnya hanya di bawah lutut penari inilah yang dipakai. Celana juga tak punya motif dan warnanya mencolok, misalnya merah.

Hiasan bordiran dan benang keemasan dapat dilihat pada bagian ujung celana. Adapun, penggunaan celana longgar sepertiga ini punya tujuan untuk memudahkan gerakan penari.

6. Kain Penutup

Terdapat kain penutup dalam pakaian penari Topeng. Kain penutup ini dipakai dengan melilitkannya pada pinggang sampai atas paha penari. Umumnya, kain yang digunakan adalah batik berwarna senada dengan baju kurung. Fungsinya, yakni sebagai hiasan celana.

7. Sumping

Aksesori yang dipakai penari di atas telinga mereka disebut sumping. Properti yang satu ini dipakai dengan diselipkan di telinga, baik kanan ataupun kiri. Fungsinya, ialah sebagai penambah ketegasan pada gerakan penari. Secara umum, sumping punya warna keemasan dan yang digunakan oleh penari ialah sumping yang sama dengan sumping pelakon wayang uwong.

8. Mahkota

Hiasan kepala yang dipakai oleh penari Topeng disebut sebagai mahkota. Adapun mahkota yang dipakai mesti sesuai dengan karakter yang diperankan penari. Biasanya, mahkota punya warna hitam dengan hiasan bordir keemasan.

9. Kupluk

Kupluk merupakan penutup kepala yang bahannya kain, dan sering dipakai untuk menutupi kepala. Selain dipakai secara umum, terdapat kupluk untuk penari Topeng juga, Grameds. Biasanya, kupluk yang digunakan berwarna hitam dengan beragam aksesori.

10. Anting

Di telinga, penari juga mengenakan anting selain sumping. Adapun anting ini dipakai di kedua telinga penari. Umumnya, anting yang digunakan diberikan bandul berwarna-warni.
Terdapat anting panjang maupun pendek yang bisa digunakan penari. Adapun, warnanya dipilih berdasarkan warna mencolok, seperti kuning, hijau, dan merah. Tujuan dari pemilihan warna ini ialah supaya bisa melambangkan kegembiraan dan keceriaan.

11. Ikat Pinggang

Para penari menggunakan ikat pinggang berupa kain yang dilingkarkan. Tujuannya, yakni sebagai penahan pakaian yang digunakan. Tak hanya itu, ikat pinggang ini juga bisa menjadi penambah keindahan dari keseluruhan kostum yang dipakai penari.

Ikat pinggang dipilih berdasarkan warna yang cerah, seperti kuning, biru, atau hijau. Tak hanya itu, fungsi lain dari ikat pinggang ialah sebagai tempat menyelipkan keris yang dipakai penari.

12. Keris

Senjata khas yang dipakai oleh masyarakat Jawa disebut sebagai keris. Properti yang satu ini juga bisa digunakan sebagai aksesori para penari Topeng. Berbeda dengan fungsi keris asli, properti keris dalam tari Topeng berfungsi sebagai penghias kostum.

Keris yang digunakan menggambarkan status kewibawaan, ksatria, kebangsawanan, dan kekuatan. Secara khusus, tokoh bangsawan memang merupakan tokoh tari Topeng yang umum dimainkan. Jadi, keris akan sangat cocok sebagai penambah kesan.

13. Gelang Tangan

Penari menggunakan gelang tangan yang terbuat dari kertas, logam, atau kain berwarna keemasan. Fungsi dari penggunaan gelang tangan ini ialah sebagai penambah keindahan dalam penampilan penari.

14. Gelang Kaki

Tak hanya menggunakan gelang tangan, penari tari Topeng juga memakai gelang kaki yang memang punya kesan dan makna tersendiri. Adapun, gelang kaki ini terbuat dari kain maupun logam. Biasanya, gelang kaki berbahan kain dan diberi hiasan berbentuk bordiran benang yang berwarna keemasan.

Warna merah biasa dipilih untuk menjadi warna gelang kaki. Namun, sesuai variasi yang diinginkan, warna lain juga bisa dipakai.

15. Ronce Bunga

Aksesori yang dipakaikan di mahkota penari Topeng disebut sebagai ronce bunga. Properti ini merupakan untaian bunga yang disusun, sehingga membentuk anting panjang. Bunga melati adalah bunga yang dipakai untuk properti ini, dan ronce bunga sendiri juga bisa dibuat dari bandul warna kuning atau merah.

Baca Juga:  Model Pintu Minimalis Dari Kayu Jati



Alat Musik Pengiring

Inilah alat musik yang digunakan untuk memainkan musik yang mengiringi tari Topeng, yakni:
Saron satu pangkon.

  • Kiwul, Sabet, Telon, menjadi tiga gong.
  • Bonang satu pangkon.
  • Titil satu pangkon.
  • Seperangkat Alat Kecrek.
  • Kenong satu pangkon.
  • Ketuk satu pangkon.
  • Klenang satu pangkon.
  • Jengglong satu pangkon.
  • Dua Buah Kemanak dua buah.
  • Seperangkat Kendang yang terdiri dari Ketiping, Gendung dan Kepyang.

Wisata Ziarah: 90 Destinasi Wisata Ziarah & Sejarah di Jogja, Solo, Magelang, Semarang, Cirebon



Sejarah Tari Topeng

Tari Topeng Cirebon awalnya muncul pada abad ke-10 hingga ke-16 Masehi, yakni pada masa Kerajaan Jenggalan yang pemerintahannya dipimpin oleh Prabu Amiluhur atau Prabu Panji Dewa. Uniknya, tari yang satu ini masuk ke Cirebon melalui seniman jalanan.

Di sanalah, terbentuk perpaduan budaya sehingga pada akhirnya melahirkan Tari Topeng khas Cirebon. Seni tari ini juga turut terpengaruh atas masuknya agama Islam. Tepatnya pada tahun 1470, di masa Sunan Gunung Jati, Cirebon menjadi pusat penyebaran agama Islam. Tari Topeng pun digunakan oleh Sunan Gunung Jati sebagai media untuk mengenalkan agama Islam.

Penggunaan tari Topeng ini dilakukan bersama seni lain seperti Gamelan Renteng, Wayang Kulit, Reog, Brai, Angklung, sampai Berokan.

Di masa kekuasaan Sunan Gunung Jati pada 1479, serangan dari Pangeran Welang dan Karawang yang sangat sakti datang. Bahkan, kesaktiannya membuat Sunan Gunung Jati, Sunan Kalijaga, serta Pangeran Cakrabuana tak sanggup melawannya. Demi mengakhiri pertikaian, muncullah diplomasi tentang kesenian.

Hasil diplomasi tersebutlah yang akhirnya menciptakan kelompok seni tari bersama Nyi Mas Gandasari sebagai penari kelompok tersebut.

Pangeran Welang kemudian jatuh cinta pada penari itu dan akhirnya menyerahkan pedang Curug Sewu, yang membuat kesaktiannya menghilang. Usai menyerah, Pangeran Welang menjadi pengikut setia Sunan Gunung Jati dan akhirnya berganti nama menjadi Pangeran Graksan.

Tari tradisional tersebut lalu banyak dikenal sebagai
Tari Topeng Cirebon, yang merupakan tarian tradisional dan berkembang lagi menjadi lima jenis tari berbeda, yakni Tari Topeng Tumenggung, Tari Topeng Kelana, Tari Topeng Samba, Tari Topeng Rumyang, serta Tari Topeng Panji.

Kelima jeni tari Topeng tersebut merupakan tarian yang berbeda, dikenal dengan nama Panca Wanda.

Gerakan Tari Topeng

Para penari dalam tarian Topeng melakukan gerakan yang mengikuti jenis Topeng yang mereka gunakan. Gerakan berupa isyarat antara gerakan dan keheningan akan dilakukan bagi penari yang mengenakan Topeng Panji. Topeng ini berarti usia seseorang yang masih bayi atau baru saja lahir.

Sementara itu, penari akan menari sesuai karakter untuk orang yang bijaksana, jika ia menggunakan Topeng Tumenggung. Jia menggunakan Topeng Kelana, maka penari harus menggambarkan orang yang punya kualitas jahat.

Makna Tari Topeng Menurut Daerahnya

properti tari topeng

Sumber: Sekolahnesia

Grameds, mari simak penjelasan terkait makna tari Topeng menurut daerahnya di bawah ini!

1. Topeng Dayak

Suku Dayak di daerah Pulau Borneo, menggunakan topeng dalam tarian Hudoq yang seringnya dimainkan pada upacara keagamaan kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. Maksud dari tarian ini ialah mendapatkan kekuatan dalam mengatasi gangguan hama, serta berharap diberikan kesuburan untuk banyak tanaman.

Topeng hitam, putih, dan merah akan menjadi topeng yang digunakan. Mereka melambangkan kekuatan alam, yang akan membawa air dan melindungi tanaman untuk tumbuh di musim tertentu.

2. Topeng Bali

Masyarakat Bali dan keberadaan topeng sangat erat kaitannya dengan upacara keagamaan Hindu. Sebab, ini merupakan seni hasil dalam masyarakat dan agama. Tari Topeng Bali sendiri merupakan tradisi yang kental akan ritual magis dan umumnya ditampilkan di tengah masyarakat.

3. Topeng Cirebon

Grameds, Tari Topeng Cirebon-lah yang tengah kita bahas dalam artikel ini. Tari Topeng Cirebon ialah seni tari Topeng yang berkembang di Cirebon.

Baca Juga:  Contoh Teks Pidato Tentang Sosial Budaya

4. Topeng Malang

Seni tari Topeng dari daerah Malang, Jawa Timur, ialah Topeng Malang. Biasanya, cerita ini berasal dari cerita panji yang menceritakan kisah romantis Raden Panji Asmoro Banung dan Putri Sekartaji.

5. Topeng Reog

Tahukah kamu bahwa Reog Ponorogo juga termasuk tari Topeng? Tarian Reog Ponorogo ini tentunya berasal dari Ponorogo.

6. Topeng Ireng

Bentuk tradisi seni yang sudah berasimilasi dengan budaya lokal Jawa Tengah adalah Topeng Ireng. Ini juga dikenal sebagai seni berdaya, bentuk tarian rakyat kreasi baru yang berupa hasil dari metamorfosis seni Kubro Siswo.

Jenis Tari Topeng

properti tari topeng

Sumber: Pengajar.com

Tari Topeng umumnya punya lima peran yang dilakukan oleh Topeng-Topeng berbeda. Tiap Topengnya akan punya gambaran dan karakter tersendiri dari segi warna dan bentuknya. Inilah penjelasan lima jenis Topeng dalam tari Topeng:

1. Topeng Panji

Penggambaran seseorang yang berada dalam kondisi suci dan baru saja terlahir ke dunia ini, tampak pada Tari Topeng Panji. Gerakan dari tarian ini sangat lembut dan juga halus. Penggunaan Topengnya juga punya arti gabungan dari hakiki gerak dan hakiki diam.

2. Topeng Samba

Orang yang tengah memasuki fase kanak-kanak digambarkan melalui Topeng Samba. Gerakan dari tarian yang satu ini begitu lucu dan indah, sesuai dengan fungsinya yang memerankan dan mewakili anak-anak. Tari Topeng Samba punya kelakukan menggemaskan seperti anak-anak!

3. Topeng Rumyang

Topeng Rumyang juga memiliki maknanya sendiri, sama seperti tari Topeng lainnya di atas. Gambaran terkait seseorang yang telah memasuki dunia remaja hadir dari tarian Topeng Rumyang. Penari dari Tari Topeng Rumyang akan membawakan suatu gerakan yang mengandung pesan bahwa manusia secara keseluruhan harusnya melakukan kebaikan.

4. Topeng Tumenggung

Gambaran tentang orang yang berbudi luhur dan bersifat tegas terpancar dari tarian Topeng Tumenggung. Topeng ini membawakan karakter yang memberi pesan tentang kepribadian dan kepribadian dengan kesetiaan yang tinggi kepada semua orang.

5. Topeng Kelana

Topeng Kelana memiliki makna yang berbeda dari Topeng-Topeng lainnya. Justru, jenis Topeng ini akan menggambarkan seseorang dengan sifat angkara murka dan pemarah. Peran yang dilakonkan oleh penari Topeng Kelana adalah tokoh yang antagonis atau jahat. Meski memerankan tokoh yang jahat, Topeng ini juga memberikan pelajaran bahwa manusia mestinya berusaha mendapatkan kebahagiaan dan kehidupan dengan jalan yang baik.

Seri Aku Cinta Indonesia : Pentas Tari Topeng


Kesimpulan

Dengan mempelajari
tarian Topeng
dan melestarikan budaya bangsa, maka seni tari Topeng ini bisa terus ada dan bisa mengikuti perkembangan zaman. Hari ini, semuanya memang modern, tapi itu tidak berarti bahwa budaya tradisional harus ditinggalkan. Terlebih lagi, bagi para generasi muda yang penuh semangat, sebaiknya tetap terus lestarikan budaya Indonesia agar tidak memudar dan tidak hilang.

Grameds, kamu bisa menemukan berbagai koleksi buku terkait pengetahuan seni, termasuk seni tari dan seni lainnya dengan mengunjungi situs Gramedia.com, yakni situs toko buku
online
terbesar di Indonesia. Kamu juga bakal menemukan promo dan penawaran terbaik yang sayang untuk dilewatkan!

Yuk, baca lebih banyak buku dan jadi
#LebihDenganMembaca.

Penulis: Sevilla Nouval Evanda

Baca juga:

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.”

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Fungsi Properti Berupa Topeng Dalam Tari Yaitu Sebagai

Source: https://www.gramedia.com/literasi/properti-tari-topeng/

About Merry Rianna