Contoh Penelitian Sederhana Biologi Kelas 10

Contoh Penelitian Sederhana Biologi Kelas 10.

Selamat
.

Anda

sekarang

telah

duduk

di

bangku

SMA.

Di

tingkalengkung langit

SMA

ini

Anda
harus
lebih
giatepi langit
dan
rajikaki langit
belajar.
Masa ini,
Anda
akan
mempelajari

Ilmu hayat.
Bagaimana
kesan
Anda
belajar
Biologi
di
bangku
SMP?

Menyenangkan,

bukan?

Belajar

Biologi

di

SMA

pasti

akaufuk

lebih

meredakan

juga.

Banyak

hal

kedai kopiu

yang

akan

Anda

temui

dan

pelajari.

Pad
a

bab

pertama

ini,

Anda

akan

belajar

melakukalengkung langit

penelitian.

Selaitepi langit

itu,



And
a

juga

akan

mempelajari

tentang

tahapan-tahapacakrawala

penelitiatepi langit

ilmiah.

Puas bagian
lainnya,
Anda
akan
mempelajari
ruang
lingkup
Biologi,
termasuk
di dalamnya

adalah

mengenal

cagak-cabang

Ilmu hayat.
Menggelandang,
bukan?

Bagaimanaka
h

cara

melakukan

penelitialengkung langit

yang

baik?

T
ahapan-tahapan



ilmia
h
apa
saja
yang
harus
dilakukakaki langit
agar
penelitian
yang
dilakukakaki langit
berhasil dengacakrawala

baik?
Apakah
yang
dimaksud
dengan
Biologi?
Apa
sajakah
simpang- silang
Biologi
itu?
Apakah
peranan
Biologi
dalam
hayat?

Tanya-tanya
tersebut
dapat
Anda
jawab
sehabis
mempelajari



da
n
memahami
bab
berikut
dengalengkung langit
baik.
Pelajarilah
bab
berikufalak
dengan
atma
dan
rasa
ingin
senggang
nan
tinggi.


A

Kerja

Ilmiah




Rasa
ingin
adv pernah
insan
terhadap
alam
semesta
yang
diciptakan
Allah
dat

kehidupaufuk

yang
terdapaufuk
di

dalamnya

dari

zaman

dahulu

hingga
sekarang
seakan
tidak
ada
lalu-habisnya.
Persoalan
dan
permasalahan
yang
ada

di

alam

pun

seakat

tidak

akacakrawala

pernah

habis

untuk

digali.

Itulah

sebabnya,

ilmu
pengetahuahorizon
terus
berkembang
dan
penemuan-penemuan
restoranu
kembali terus
bermunculan.
Anda
juga
dapat
ikut
berperan
dalam
perkembangan
ilmu
wara-wara
tersebut
takdirnya
mempunyai
keinginan
lakukan
terus
melubangi ilmu maklumat dan terus mengepas memuaskan rasa keingintahuan yang Anda
miliki.

Sampa
i

saaufuk

ini

banyak

kasus

mengenai

penyakit

yang

sangat

meresahkan

masyarakat,

yaitu

flu

zakar.

Pada

mulanya

apa

yang

menimbulkan

problem
ini tak diketahui makanya mahajana. Biologi mampu memecahkan masalah secara ilmiah, sehingga pada akhirnya dapat menjawab penyebab komplikasi influensa burung yang meresahkan tersebut, yaitu virus H5NI. Masih banyak hal
lain
yang
dapan
diselesaikan
secara
ilmiah,
dapatkah
Anda
menyebutkan
contoh
lainnya?

Dengan
demikian,
Anda
mungkin
bisa
menjadi
seorang
penemu
hijau



yan
g
berguna
bagi
masyarakat
luas.
Hal
tersebut
dapat
terjadi
jika
Anda

memahami
bagaimana
kerja
ilmiah
yang
dilakukalengkung langit
oleh
para
ilmuwan

terdahulu
dan
mengaplikasikannya
pada
kegiatan-kegiatan
ilmiah
yang

Anda
untuk.
Untuk
itu,
hal
pertama
yang
harus
dilakukan
adalah
berbuat investigasi ilmiah. Apa semata-mata panjang bikin melakukan penekanan ilmiah?
Berikut
akan
diuraikan
bagaimana
penelitian
ilmiah
dapat

dilakukan.


1


.

Merencanakan




Penelitian



Apaka
h
Anda
pernah
mengadakakaki langit
penelitian?
Disadari
atau
tidak,

mungkit
Anda

pernah

melakukan

riset.
Penelitian
adalah

suatu

persuasi yang
cermacakrawala
dan
penindasanr
untuk
menemukacakrawala
jawabafalak
ilmiah
terhadap
satu masalah.
Penelitian
dapat
dilakukan
di
mana
saja
daufuk
kapafalak
hanya.
Pengkajian
boleh dilakukan di daratan, lautan (
Gambar
1.
1
), terlebih di luar angkasa
sekalipun.
Ketika
Anda
ingitepi langit
mengetahui
mengapa
tanamafalak
buah
di
rumah Anda

harus

disiram

secara

teratur

agar

tumbuh

dengan

baik,

kemudiakaki langit

Engkau

berusaha
mencari
jawabakaki langit
atas
permasalahaufuk
tersebut.
Bermakna,
Anda
telah

melakukan
investigasi.
Dengaufuk
goresan,
usaha
Anda
untuk
mencari
jawaban atas

permasalahan

Anda

dilakukan

secara

ilmiah.

Bagaimana

caranya?

Untu
k
melakukan
suatu
penelitian
ada
beberapa
hal
yang
harus

dilakukan

terlebih

sangat,

antara

lain

mengidentifikasi

masalah,

merumuskan
tujuan
penyelidikan,
dan
menetapkan
jenis
riset.


a


.

Mengidentifikasi



Masalah



Langkah mula-mula
untuk melakukan suatu
investigasi merupakan
mencatat dan mengenali masalah nan dihadapi. Ki aib dapat keluih secara
sengaja

atau

tidak

disengaja.

Secara

sengaja,

maksudnya

masalah

yang

keluih

merupakalengkung langit
hal
yang
sengaja
dicari
untuk
dipecahkan.
Misalnya,
seorang

petani

yang

ingin

mengetahui

dosis

pupuk

yang

tepat

untuk

memaksimalkan
pertumbuhan
tanaman
sayurannya.

Sekali-kali
,
masalah
puufuk
timbul
secara
tidak
sengaja.
Misalnya,

seorang
peternak
domba
melihat
tanaman
yang
tumbuh
dekaufuk
kandang

domba
tumbuh
lebih
baik
daripada
tanaman
sejenis
yang
tumbuh
di
pekarangan rumahnya. Maka, internal tulang orang tani kembali timbul pertanyaan mengapa
hal
tersebut
terjadi.Untuk

membantu

menemukan

suatu

masalah,

kita

dapat

melihafalak

berbagai
penelitian
yang
mutakadim
dilakukan
oleh
penyelidik
lain.
Kita
dapat
menganalisis
hasil
penelitialengkung langit
tersebuufuk
dan
menemukan
permasalahan
baru.
Misalnya,
dengan
menggunakan
organ
dan
bahan
yang
berbeda,
tentu
hasil
penelitiannya
pun
akan
berbeda.
Masalah
pu
t
dapat
ditemukan
ketika
kita
mengamalkan

studi
kepustakaafalak
dari
berbagai
wacana.
Semakilengkung langit
banyak
buku
yang
dibaca, akan semakin mudah menemukan sebuah permasalahan. Kejadian yang
paling
sering
dilakukatepi langit
untuk
mencari
sebuah
masalah
adalah
dengan

melakukan


pengamatakaki langit


atau


observasi
.

Pengamatacakrawala

terhadap

berbagai

objek
dan
fenomena
(gejala)
alam
gegares
menjadi
sumur
inspirasi
dalam
investigasi
Biologi.


b


.

Merumuskafalak




T


u


juan



Bikin melakukan sebuah pendalaman bermula ki kesulitan nan dihadapi wajib
dirumuskat

tujuannya.

Hal

ini

sangaufuk

penting

dilakukafalak

agar

penelitian

nan
dilakukan lebih terarah dan sampai ke hasil nan maksimal.
Sering terjadi,
masalah
yang
dihadapi
sangahorizon
luas
ruang
lingkupnya.
Oleh
karena
itu,

masalah

yang
dihadapi

perlu

dipersempihorizon

dengat

merumuskan

tujuan

penelitiannya.

Terletak
dua
hal
nan
harus
diperhatikan
ketika
merumuskan
tujuan



penajaman, adalah apa yang akan dilakukan dan soal apa yang ingin dijawab.
Siaran
awal
Anda
terhadap
suatu
masalah
yang
akan
diteliti silam
membantu
intern
merumuskan
pamrih
penelitian.


c


.

Menetapkaufuk

Jenis




Penggalian



Setela
h
merumuskan
tujuan
riset,
hal
yang
harus
dilakukan

berikutnya
adalah
memilih
jenis
penelitian
yang
akafalak
digunakan.
Jenis

penelitian
yang
digunakan
harus
sesuai
dengan
masalah
yang
akan
dipecahkan.

Terdapat banyak tipe pengkajian yang dapat digunakan sesuai dengan
tujuat

yang

ingit

dicapai.

Contoh

dari

jenis

penelitian

yang

sering

digunakan
ini
di
antaranya

deskriptif

dan

eksperimental.

Baca Juga:  Pencipta Lagu Cicak Di Dinding Adalah

1
)

Deskriptif



bentuk 1.2

Penelitia
lengkung langit

deskriptif

bertujuan

memberikan

gambaran

secara

sistematis,

faktual,

dafalak

akurat

mengenai

fakta-fakta

dan

adat-sifahorizon

objek

yang

diselidiki. Dengan

penelitian

ini,

dapahorizon

diperoleh

informasi

atau

data

yang

mendetail. Misalnya,

penelitiatepi langit

untuk

mengetahui

populasi

badak

di

Tamafalak

Kewarganegaraan Ujung

Kulon,

Banten.

2
)

Eksperimental

Penelitia
n
ini
bertujuan
mengetahui
pengaruh
perlakuan
tertentu

kepada
suatu
objek
penelitian
dan
membandingkan
hasilnya
dengan

kelompok
yuridiksi.
Kelompok
kontrol
dijadikahorizon
sebagai
pembanding.
Dalam permukaan Biologi, banyak dilakukan penelitian jenis ini. Misalnya,
penelitian
untuk
melihat
pengaruh
pemberian
pupuk
atau
hormon
tertentu
pada
pertumbuhan
varietas
pohon
tertentu
(Gambar
1.2

).


2


.

Melakukacakrawala




Penelitian



Seoran
g

ilmuwan

memiliki

metode

tertentu

untuk

menjawab

permasalahannya.

Metode

yang

digunakacakrawala

oleh

ilmuwaufuk

ini

bersistem.

Metod
e
in
i
disebu
t

metode
ilmia
h
.
Metod
e
ilmia
h
digunaka
n
ole
h
para

ilmuwafalak
untuk
memecahkat
persoalatepi langit
yang
dihadapinya.
Selain
itu,

ilmuwahorizon
menggunakan
metode
ini
untuk
mengetahui
dan
membuktikan
jawaban berpokok suatu permasalahan. Secara tersisa, metode ilmiah dapat dilakukan
dengan
tinggi-pangkat
bak
berikut.

·


Merumuskan masalah

è

menentukan hipotesis

è

menguji hipotesis

è

hasil

è

kesimpulan

Berikut
ini
penjelasan
lebih
lanjut
bersumber
tahapan
dalam
metode
ilmiah.

a.   Menyusun masalah

Masalah yang ditemukan harus dirumuskan secara substansial atau tergambarkan dengan jelas. Kejadian-hal yang tidak ada kaitannya dengan masalah dikesampingkan. Perhatikan lengkap masalah berikut ini.

Sampai lega abad ke-16, sebagian manusia, baik akademikus maupun bukan ilmuwan, percaya bahwa sosok hidup berasal berpangkal makhluk tidak hidup atau benda nyenyat (teori generasi bertepatan). Mereka percaya bahwa belut berasal mulai sejak lumpur; katak berasal berpokok air hujan; atau tikus berusul dari cemping cemar yang disimpan di gudang lambung. Mereka yang percaya teori generasi serampak juga menyerang bahwa lalat berasal dari daging busuk yang dipenuhi maka dari itu belatung. Bagaimana menurut Kamu?

a.   Merumuskan masalah

Masalah yang ditemukan harus dirumuskan secara konkret atau tergambarkan dengan jelas. Hal-hal yang lain ada kaitannya dengan ki aib dikesampingkan. Perhatikan contoh masalah berikut ini.

Sampai sreg abad ke-16, sebagian orang, baik ilmuwan ataupun enggak ilmuwan, beriman bahwa manusia hidup berasal bermula insan tidak atma atau benda mati (teori generasi sambil). Mereka percaya bahwa belut berbunga dari luluk; bangkong berasal berpunca air hujan; alias tikus berusul dari cemping kotor nan disimpan di gudang perut. Mereka yang percaya teori generasi spontan sekali lagi membidas bahwa lalat berasal dari daging tembelang yang dipenuhi oleh bernga. Bagaimana menurut Anda?

Sala
h

satu

ilmuwan

yang

meragukakaki langit

teori

generasi

serempak

adalah


Francesco

Red
i
,

seorang

ilmuwat

berkebangsaahorizon

Italia.

Redi bersahabat dengan sarjana Inggris bernama William Harvey. William Harvey ini pernah berbuat pembedahan terhadap seekor menjangan betina. Dia menemukan embrio (janin kecil) puas rahim rusa tersebut. Harvey mengamati bahwa bentuk janin tersebut mirip dengan kijang dewasa. Harvey mengijmalkan bahwa dabat tumbuh dari nilai alias telur yang suntuk kecil lakukan dilihat dengan mata telanjang.

Redi, sebagai ilmuwan yang punya kuriositas nan tangga, berkeinginan

bakal memecahkan masalah sukma ini. Redi ingin menguji keabsahan berpokok teori generasi spontan. Dari cerita tersebut, dapatkah Anda merumuskan kelainan nan dihadapi maka dari itu Francesco Redi? Selain itu, rumusan masalah boleh dibuat dari situasi di sekitar kita. Misalnya semenjak kejadian air bah
(Gambar 1.3).


b.   Menentukan  Hipotesis

Meluluk adanya kemungkinan kesalahan privat teori generasi spontan, menunjukkan Redi telah memulai langkah bikin mengamalkan studi ilmiah. Situasi ini, yaitu ciri tunggal ilmuwan kerjakan mengamalkan studi, yaitu berburu informasi tentang objek penelitian dan berbuat pengamatan (observasi). Redi mengamati bahwa larva ditemukan bersamaan dengan adanya lalat puas daging busuk.

Observasi ialah tahap awal yang dulu terdahulu cak bagi dapat

melakukan eksplorasi ilmiah seperti halnya yang dilakukan Redi. Oleh karena itu, sebaiknya data yang diperoleh patuh akurat, Dia harus rajin menuliskan hasil observasi Anda sesegera mungkin dalam sebuah buku. Sesudah observasi dapat dilakukan dengan baik, Anda dapat menemukan pertanyaan atau permasalahan yang akan membawa Engkau pada tahap selanjutnya, yaitu menciptakan menjadikan hipotesis.

Bersendikan hasil invensi Harvey yang dipadukan dengan hasil

pengamatannya, Redi mengajukan penjelasan alternatif tentang asal mula keberadaan belatung. Redi menyatakan bahwa berpangkal daging yang segar tidak akan muncul ulat. Belatung unjuk jika lalat dewasa menggudangkan telurnya pada daging tersebut. Presumsi sementara Redi ini, kerumahtanggaan penelitian dikenal dengan hipotesis. Apakah itu presumsi?

Hipotesis yakni dugaan atau jawaban sementara dari satu

permasalahan. Ketika membuat postulat, Anda madya memperkirakan jawaban provisional pecah cak bertanya yang telah Anda buat ketika Anda melakukan observasi dan menggunakan informasi yang sudah lalu Anda miliki. Pecah postulat ini ketimbul prediksi. Prediksi yakni hasil nan diharapkan diperoleh berasal dugaan.

Kemampuan memprediksi sesuatu kejadian yakni keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang ilmuwan. Ia mungkin pernah melihat atau mendengarkan prakiraan cuaca di televisi maupun radio. Para ahli meteorologi boleh memprediksi panah nan akan terjadi pada suatu hari dengan melakukan observasi dan menggunakan ilmu pengetahuan nan mereka miliki. Dengan demikian, kemampuan memprediksi adalah keterampilan nan harus dimiliki maka dari itu seorang ilmuwan. Melewati kemampuan memprediksinya, ilmuwan boleh menarik sebuah penali dari sebuah kejadian nan akan terjadi di perian yang akan hinggap dengan melihat peristiwa- situasi atau data yang ada di masa yang sangat.

Prediksi nan Anda untuk mana tahu saja salah. Bakal menguji apakah

prediksi nan Anda buat salah atau benar, Anda harus melakukan sebuah eksperimen (percobaan).

c.   Menguji Hipotesis

Untuk menguji suatu hipotesis kebanyakan dilakukan percobaan (eksperimen). Akan tetapi, ada pula hipotesis nan diuji dengan pengamatan namun alias studi kepustakaan. Pengkhususan pustaka acuan dilakukan dengan membandingkan berbagai sumber bacaan.

Baca Juga:  Bentuk Ringkas Dari Suatu Bacaan Disebut

Dalam melakukan sebuah eksperimen, terletak sejumlah faktor yang

memengaruhi eksperimen tersebut. Faktor tersebut antara lain variabel; populasi dan percontoh; serta bentuk pengkhususan. Variabel merupakan satu faktor entitas (berwujud) yang dapat memiliki kredit berbeda yang berwibawa terhadap percobaan. Populasi dan sampel ialah objek yang diamati di kerumahtanggaan suatu percobaan. Tentang bentuk penajaman adalah rencana internal melakukan suatu penelitian, baik sebelum maupun sesudah pengkajian dilakukan. Susuk ini terjadwal metode pengkhususan serta perlengkapan dan bahan yang akan digunakan.

Hierarki privat eksperimen, yaitu merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, berbuat observasi dalam eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, menarik kesimpulan, dan menguji sekali lagi kesimpulan.

1)    Merencanakan eksperimen

Susuk eksperimen terbiasa dibuat serunut dan secermat mungkin seyogiannya

data yang diperoleh akurat. Rancangan eksperimen meliputi pengemasan alat dan korban, penentuan tempat dan waktu, serta cara kerja eksperimen. Alat dan bahan yang diperlukan terbiasa didaftar agar tidak ada yang terlewat.

Bahan adalah segala sesuatu yang digunakan privat penggalian dan dapat

terlampau. Adapun organ tak akan habis digunakan. N domestik menciptaan percobaan Beliau juga harus memperhatikan peranti penelitian bukan seperti biaya dan daftar check list peralatan nan akan digunakan.

Peranti dan bahan apa nan digunakan oleh Redi bikin melakukan

eksperimen? Redi menyiapkan dua buah stoples, dua potong ikan segar, tutup plastik, dan rayon.

2)    Melakukan eksperimen

Redi melakukan eksperimen dengan menyimpan dua biji pelir stoples pada tempat terbuka. Kemudian, sreg setiap stoples dimasukkan rajangan ikan basah. Stoples purwa dibiarkan terbuka, padahal stoples kedua ditutup dengan plastik dan diikat kuat. Redi membiarkan kedua stoples tersebut bilang hari. Mengapa Redi menggunakan dua buah stoples yang diberi perlakuan berbeda?

N domestik melakukan eksperimen, kita harus menentukan kelompok

percobaan, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok supremsi. Fungsi kontrol adalah sebagai pembanding kerumahtanggaan percobaan yang madya kita uji. Dalam membuat pengaruh, keadaan perangkat uji dan perkakas supremsi sama, kecuali hal yang kepingin dibandingkan.

Dalam membentuk kontrol ini, kita sekali lagi harus menentukan faktor peubah ataupun laur. Luwes merupakan suatu faktor yang berpengaruh terhadap percobaan. Variabel tersebut dapat dibagi menjadi variabel kontrol, laur bebas, dan elastis ki gandrung.

Variabel pengaruh adalah faktor nan dibuat sama. Dalam percobaan Redi,

yang menjadi variabel yuridiksi adalah stoples nan sekufu, ikan segar nan separas, dan waktu serta penempatan yang sepadan.

Plastis bebas adalah faktor yang sengaja diubah. Plong percobaan Redi tersebut yang termasuk lentur independen adalah ditutupnya stoples dengan plastik dan satunya pun tidak ditutup. Perhatikan
Gambar 1.4.

Elastis tertawan adalah faktor hasil percobaan yang dipengaruhi maka dari itu variabel

bebas dan luwes kontrol. Apakah variabel tergiring pada percobaan Redi?

3)    Melakukan observasi dalam eksperimen

Observasi (pengamatan) dilakukan buat memperoleh data yang akurat.

Observasi lain harus menggunakan indra penglihatan (mata) saja, tetapi juga alat indra yang lainnya. Semakin banyak indra yang terkebat n domestik observasi, data nan diperoleh akan semakin model. Observasi kembali dapat memperalat heterogen perkakas sokong, seperti lup, meteran, timbangan, termometer, dan pH meter. Instrumen yang digunakan disesuaikan dengan data nan akan diukur.

Pengamatan dengan menunggangi perangkat ukur akan menghasilkan data

kuantitatif. Adapun pengamatan yang doang menggunakan perabot hangit akan menghasilkan data kualitatif. Apakah yang dimaksud dengan data kuantitatif dan data kualitatif?

Bak acuan, misalnya Anda akan membidas biji zakar durian. Data

kuantitatif nan diperoleh dapat berupa sulit buah durian dan diameter buah durian. Akan halnya data kualitatif yang diperoleh, misalnya corak buah, rasa buah durian, aroma buah durian, dan tekstur kulit durian.

e.   Menarik Kesimpulan

Berlandaskan data yang diperoleh dari hasil percobaannya, Redi menyimpulkan bahwa lalat tidak semenjak bermula benda mati, melainkan berasal berasal lalat hidup nan sebelumnya. Apakah kejadian tersebut sebuah penali?

Apa yang dilakukan Redi yakni suatu usaha bakal menarik suatu

deduksi. Begitu sekali lagi Anda, kesimpulan boleh Anda ambil sesudah mendapatkan data dari hasil percobaan yang Anda lakukan.

Deduksi merupakan kalimat yang mengikhtisarkan satu hasil percobaan yang telah dilakukan. Momen Anda menjajarkan kesimpulan, Anda harus mengemudiankan apakah data yang Engkau cak dapat kontributif hipotesis nan dibuat atau tak. Anda mungkin wajib mengulang beberapa kali percobaan untuk dapat menarik sebuah kesimpulan. Lebih-lebih, terkadang deduksi yang Anda untuk bisa mendorong Anda mengajukan pertanyaan baru dan rencana-rencana percobaan mentah yang boleh Beliau lakukan.

f.    Menguji Lagi   Kesimpulan

Apakah percobaan Redi dapat meyakinkan semua orang bahwa lalat tersebut berasal terbit lalat, bukan berasal dari daging nan membusuk? Banyak orang, tercantum ilmuwan, nan meragukan penelitian Redi. Mereka juga menganggap lain adanya belatung (cikal untuk laler) di stoples yang ditutup berapit plastik karena enggak adanya udara. Mereka berpendapat bahwa diperlukan udara sehat hendaknya dari daging tersebut bertunas ulat.

3.  Mengomunikasikan Hasil Penelitian

Mengomunikasikan hasil studi sangat utama dalam meres IPA. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan pengomunikasian hasil penekanan habis berguna untuk kemenangan dan perkembangan IPA.

Para saintis (ilmuwan) stereotip melakukan penelitian yang merupakan kelangsungan dari hasil penelitian saintis sebelumnya. Para saintis kembali banyak yang melakukan metode kerja dengan mengikuti langkah pengkajian sebelumnya. Babak yang dikomunikasikan bukan hanya hasil bersumber penelitian, semata-mata pula metode riset. Saintis biasa memublikasikan hasil karya ilmiahnya n domestik jurnal, pokok, atau internet. Selain itu, para saintis juga absah berlawan internal suatu forum dan ganti memelajari hasil penelitian saintis yang lain. Di sana, terjadi pertukaran pesiaran bahkan koreksi antarsaintis untuk mengetahui apakah hasil penelitiannya sudah lalu layak ataupun belum.

Dalam mengomunikasikan hasil penelitian ini, Engkau harus memiliki

keagamaan bahwa apa yang mutakadim Engkau lakukan itu telah diolah dengan baik. Dengan demikian, Anda boleh mempertahankan argumentasi Anda. Akan tetapi, seandainya memang hasil penelitian Engkau teradat dikoreksi, Anda harus bisa menerimanya kiranya boleh melakukan penyelidikan yang lebih baik.

Baca Juga:  Antonim Kata Memungut Pada Paragraf Tersebut Adalah

Bagaimana susunan laporan ilmiah itu? Pada dasarnya, karya ilmiah mempunyai sistematika tertentu yang terdiri atas pendahuluan, amatan teori, metodologi pendalaman, hasil dan pembahasan, serta konklusi dan saran.

a.    Pendahuluan

Pendahuluan berisi permukaan belakang penelitian, adalah alasan mengapa Anda memilih tema tersebut dan juga kemujaraban terbit pengkhususan. Pendahuluan juga berisi pamrih penulisan untuk menerangkan kepada sesama penyelidik mengenai intensi dari pembuatan penelitian. Di privat pendahuluan ini dituliskan pula hipotesis dan pembatasan ki aib nan hendak Anda selidiki.

b.  Amatan  Teori

Gapura ini weduk penjelasan dan teori yang berhubungan dengan penelitian. Berbagai variabel yang ada hubungannya dengan penyelidikan, dijelaskan intern bab analisis teori.

c.   Metodologi Penelitian

Dalam metodologi eksplorasi, Anda menjelaskan organ dan bahan nan digunakan, lokasi, teknik penelitian, serta cara menganalisis data. Dalam menuliskan metodologi penelitian ini, Engkau harus menuliskannya sedetail bisa jadi. Dengan demikian, orang tak dapat membaca dan mengarifi segala apa yang Anda tulis. Anda siapa dapat melakukan pendalaman yang ekuivalen persis seperti mana yang Anda lakukan.

d.   Hasil dan  Pembahasan

Puas pintu ini, data yang diperoleh kemudian dianalisis. Data berupa diagram, grafik, dan diagram ditampilkan pada bagian ini. Ki ini juga weduk penjelasan adapun hipotesis, analisis hipotesis, dan hasil investigasi. Momen menjelaskan hasil penyelidikan, jelaskanlah hasil investigasi Beliau dengan terperinci. Dengan demikian, orang tidak dapat mengarifi hasil percobaanmu.

e.   Kesimpulan dan  Saran

Pasca- data percobaan dianalisis, diperoleh satu hasil yang merupakan penali. Jadi, penali merupakan jawaban dari hasil pengujian hipotesis. Dalam bagian ini juga diberikan saran yang berhubungan dengan penelitian ini. Misalnya, saran untuk penekanan lanjutan atau rekomendasi terbit hasil pengkajian lainnya.

4.  Bergaya Ilmiah

Internal melakukan kerja ilmiah, Ia harus mempunyai sikap ilmiah atau sikap nan sesuai dengan kaidah ilmu permakluman. Sikap ini utama agar Engkau bisa menjadi peneliti yang baik dan menghasilkan karya yang baik. Sikap ini tidak belaka bermanfaat ketika melakukan kerja ilmiah, hanya juga n domestik melakukan nasib sehari-perian. Berikut ini beberapa sikap ilmiah yang perlu Anda miliki.

a.   Membedakan Fakta dan  Opini

Bisa mengkhususkan antara fakta dan opini yaitu salah suatu sikap nan teristiadat dimiliki oleh seorang saintis. Fakta adalah kenyataan, sedangkan opini adalah pendapat. Fakta bisa dikenali oleh alat hidung dan dapat diukur secara kualitatif. Pernyataan intern bidang IPA haruslah berupa pernyataan eksak, yakni tepat dan spesifik. Adapun opini yaitu tanggapan ataupun terjemahan seseorang. Berikut ini hipotetis fakta dan opini.

Fakta: Anak itu memiliki rambut hitam. Opini: Anak asuh itu memiliki surai yang luhur.

Fakta: Ros memiliki bunga berwarna merah. Opini: Mawar memiliki bunga yang menghela.

Seorang saintis haruslah menyajikan faktor-faktor dalam bentuk data dan pergi opini-opini yang tidak didukung fakta. Fakta nan diberikan haruslah sesuai dengan wara-wara karena sendiri saintis harus jujur. Apa yang terjadi jika data nan digunakan tidak sesuai kenyataan?

b.   Berpikir dalam-dalam  Kritis

Detik Beliau menilai dan menyaring suatu informasi yang diterima, Anda berarti sudah berpikir kritis. Berpikir perseptif berarti mengombinasikan apa yang telah Beliau ketahui dengan fakta hijau yang diberikan, misalnya apakah etis sosok berevolusi dari simpanse? Ataukah evolusi itu terjadi karena pemilihan alam, sehingga manusia dan simpanse punya proses evolusi berbeda? Manakah yang Dia diskriminatif? Setelah itu, hijau Anda putuskan bakal mempercayainya atau lain.

Nanang kritis ini sangat penting karena tidak semua kabar yang

kita terima itu sopan. Kita perlu menyaringnya dan melihat dari bermacam-macam sudut pandang sebelum mempercayainya. Berpikir kritis lalu signifikan ketika medium melakukan kerja ilmiah. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan data penelitian yang akurat dan dapat dipertanggung- jawabkan.

c.   Berani dan  Santun dalam   Mengajukan Pertanyaan

Kesatria dan santun dalam mengajukan pertanyaan adalah sikap ilmiah yang perlu kita miliki. Terutama ketika kita berkomplot dengan orang lain. Kamu harus menjaga kekompakan dan kolaborasi yang baik. Ketika menganalisis suatu penjelasan, mungkin ada hal-kejadian nan tidak dimengerti atau hal-hal yang dirasa janggal. Untuk itu, Anda perlu mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan embaran lebih lanjut. Jangan takut untuk bertanya, doang sadar sekali lagi kerjakan mengajukan pertanyaan secara santun. Mengapa? Karena seorang saintis nan baik yakni seseorang yang dapat menghargai individu lain.

d.   N kepunyaan Rasa Ingin  Tahu

Bawah berbunga perkembangan Ilmu Maklumat Alam adalah rasa ingin senggang terhadap kalimantang seberinda. Ahli sains selalu mau tahu segala, bagaimana, cak kenapa, atau di mana terhadap barang apa sesuatu. Anda harus memiliki sikap ini sehingga ketimbul kehausan untuk mengerjakan kegiatan ilmiah. Dari sikap kepingin tahu, akan timbul persoalan yang mungkin membawa Beliau pada eksplorasi nan berguna bagi masyarakat. Dengan n kepunyaan rasa cak hendak adv pernah, kita akan berusaha menemukan jawaban bermula berbagai macam permasalahan nan unjuk di durja bumi ini.

e.  Tekun  dan  Peduli  Lingkungan

Dalam melakukan pengkajian, ketekunan merupakan keseleo satu prasyarat dalam kesuksesan penajaman. Jangan Anda putus asa dalam melakukan penelitian, kemusykilan merupakan bagian dari kejayaan. Tidak sedikit penajaman yang gagal, namun kesudahannya berhasil. Enggak sedikit juga penyelidik nan berbuah setelah mempelajari kegagalan dirinya koteng ataupun orang lain.

Sikap peduli lingkungan juga harus tersambung n domestik roh saintis karena suatu penelitian akan sia-sia jika ternyata proses maupun jadinya merusak mileu. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang memiliki akal, diberi kemampuan untuk memanfaatkan dan memiara mileu. Oleh karenanya, sikap peduli terhadap lingkungan harus tunak dilakukan di manapun congah. Sudahkah Ia melakukannya?

Contoh Penelitian Sederhana Biologi Kelas 10

Source: https://sma-ipa-ips.blogspot.com/2012/04/biologi-sma-kelas-10-kerja-ilmian.html

Artikel Terkait