Basis Server Yang Digunakan Pada Ehcp Adalah

Basis Server Yang Digunakan Pada Ehcp Adalah

Tahukah Anda? Sebelum munculnya control panel hosting, Anda perlu pengetahuan tingkat lanjut mengenai server untuk mengelola hosting.

Tapi dengan hadirnya control panel, semua orang dapat dengan mudah menggunakan hosting. Oleh sebab itu, umumnya penyedia hosting sudah menyediakan paket hosting beserta control panel.

Bahkan, sekarang tersedia banyak sekali control panel yang dapat Anda pilih. Saking banyaknya, bisa jadi Anda dibuat bingung karena satu dengan yang lain kelihatan mirip.

Namun, tak usah khawatir!, Anda datang ke artikel yang tepat! Di sini kami akan membahas secara tuntas mengenai pengertian, fungsi, manfaat, serta control panel terpopuler.

Yuk, baca artikel ini sampai selesai!

Apa itu Control Panel?

Control panel adalah alat yang digunakan untuk mengelola semua fitur hosting. Mulai dari domain, file, email, hingga database. Semua itu ditampilkan pada satu halaman yang umumnya disebut halaman control panel.

Halaman control panel membuat pengelolaan hosting menjadi lebih mudah. Selain semua fitur ditampilkan dalam satu halaman, terdapat juga indikator sumber daya hosting. Indikator ini menampilkan informasi seperti sisa Disk Space dan RAM pada hosting Anda.

Hosting tanpa panel tidak mendapatkan kemudahan ini. Jadi, Anda harus mengetikan sebuah perintah khusus agar dapat dijalankan oleh hosting. Lain cerita jika Anda menggunakan control panel, hanya butuh beberapa klik saja dan proses sudah berjalan.

Nah, sekarang Anda sudah tahu apa itu control panel dan kegunaannya secara umum. Lalu, lebih detailnya apa saja pengelolaan yang dapat dilakukan dengan control panel? Mari simak lebih lanjut.

Baca Juga: Jenis Layanan Hosting

Fungsi Control Panel di Hosting

Ada banyak konfigurasi yang bisa Anda lakukan dengan control panel hosting. Agar lebih mudah dipahami, berikut penjelasan lengkap fungsi control panel hosting:

1. Mengelola Domain dan Subdomain

Control panel dapat digunakan untuk mengelola domain dan subdomain. Doman maupun subdomain adalah alamat website, seperti: niagahoster.co.id atau course.niagahoster.co.id.

Domain harus dikelola terlebih dahulu agar dapat mengarah pada website. Pengelolaan domain dapat dengan mudah dilakukan pada hosting, karena hosting memberikan banyak pilihan pengaturan, seperti:

  • Menambahkan domain: Agar dapat digunakan maka domain harus ditambahkan terlebih dahulu ke hosting. Proses ini juga dapat disebut dengan addon domain.
  • Membuat subdomain: subdomain adalah bagian dari domain. Fungsinya sama dengan domain pada umumnya. Biasanya, subdomain digunakan untuk menambahkan website khusus.
  • Mengelola DNS: Domain Name System (DNS) adalah sistem yang mempermudah Anda untuk mengakses sebuah website. Sistem ini membuat Anda dapat mengakses website hanya dengan mengetikan nama domain pada browser seperti google chrome atau mozilla firefox.
  • Mengatur domain redirect: Domain redirect adalah proses untuk mengarahkan domain ke website lain. Contonya, Anda dapat mengarahkan namadomain.com ke google.com.
  • Menghapus domain: Jika Anda tidak ingin menggunakan sebuah domain maka Anda dapat menghapus domain tersebut dari hosting melalui control panel.

2. Menginstall Aplikasi

Aplikasi adalah suatu program yang bisa diinstal pada hosting dengan menggunakan control panel. Dengan menginstal aplikasi, Anda akan lebih mudah dan cepat dalam mengelola website.

Salah satu contoh jenis aplikasi yang dapat diinstal adalah Content Management System (CMS). Dengan CMS, Anda dapat membuat website tanpa melakukan coding. Anda hanya perlu instal saja CMS seperti contohnya WordPress dan setelah itu website dapat digunakan.

Selain WordPress, ada aplikasi lain yang dapat Anda instal seperti Laravel dan CodeIgniter. Kedua aplikasi tersebut merupakan sebuah framework khusus bahasa pemrograman PHP yang umumnya digunakan oleh pengguna tingkat lanjut.

3. Pengelolaan File

Di dalam hosting dan cloud hosting terdapat banyak file yang harus dikelola. Sebagai contoh, jika Anda memiliki website maka paling tidak ada tiga file pada hosting, yaitu index.html, style.css, dan script.js. Dapat dibayangkan bukan jika terdapat banyak website pada hosting? Maka akan banyak juga file yang ada.

Nah, dengan menggunakan control panel Anda bisa langsung melakukan pengelolaan file pada hosting. Berbeda dengan hosting tanpa control panel di mana Anda harus mendownload file, mengubahnya di komputer, lalu menguploadnya kembali pada hosting. Cukup merepotkan, ya?

Selain itu, control panel juga memiliki fungsi File Transfer Protocol (FTP) yang memungkinkan Anda untuk mentransfer file dari komputer ke hosting maupun sebaliknya.

4. Membuat dan Mengelola Email

Anda dapat menggunakan hosting untuk membuat dan mengelola email sendiri. Bukan seperti kebanyakan email @gmail.com atau @yahoo.com, melainkan email dari nama domain Anda. Contohnya [email protected] Berbeda dengan email kebanyakan, dengan email sendiri Anda bebas menentukan limit memori akun tersebut.

Selain itu, Anda juga dapat melakukan pengecekan status pengiriman dan penerimaan email. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui email mana yang sudah terkirim maupun email yang mengalami kendala.

Tidak hanya itu, hosting juga memungkinkan Anda untuk membuat beberapa filter, seperti: spam filter, whitelist atau daftar akun email yang dipercaya, dan blacklist yang merupakan daftar akun email yang diblokir.

Yang tidak kalah penting, Anda juga dapat mengelola banyak akun email sekaligus. Hal ini sangat bermanfaat bagi semua pengguna, khususnya bagi perusahaan yang memiliki aktivitas email dalam jumlah besar.

Baca Juga:  Yang Bukan Arsitektur Fungsi Softswitch Adalah

5. Pengelolaan Database

Control panel juga menyediakan database untuk mengontrol data secara terpusat dan menyimpan data dengan lebih aman. Pada intinya, data yang dimaksud adalah Informasi berupa username, password, post, page, comment, dan lain-lain.

Control panel memiliki peranan penting agar berbagai informasi tersebut dapat dengan mudah diakses maupun dikelola. Khususnya pada website yang memiliki berbagai jenis data seperti toko online yang mana terdapat berbagai macam produk dan keterangannya.

Dengan menggunakan control panel, Anda dapat membuat atau mengupload database, menambahkan akun pengguna, dan mengatur hak akses para pengguna.


6. Membuat Backup

Control panel memungkinkan Anda melakukan backup atau menyalin data agar dapat digunakan kembali apabila data tersebut hilang atau rusak. Umumnya, Anda dapat melakukan backup file, email, database, dan DNS domain pada control panel hosting.

Untuk praktiknya, Anda bisa melakukan backup manual dengan mendownload data atau pulihkan secara langsung melalui control panel.

Selain itu, tidak jarang terdapat fitur backup otomatis mingguan atau dua mingguan. Dengan cara ini, Anda akan memiliki beberapa pilihan data yang bisa Anda download atau pulihkan. Kemudian, biarkan sistem secara otomatis melakukan backup pada data yang sudah Anda pilih.

7. Memonitor Penggunaan Resource

Salah satu fitur lain control panel adalah indikator resource hosting. Indikator ini memberi informasi resource yang akan atau sudah mencapai batas. Beberapa contoh resource pada hosting seperti: Disk Space, RAM, dan inodes.

Dengan adanya Indikator resource hosting, Anda dapat memastikan resource berada dibawah batas maksimal agar performa website menjadi stabil.

Selain itu, indikator hosting juga dapat menunjukan kapan waktu yang tepat bagi Anda untuk menambah resource hosting dengan melakukan upgrade.

Baca Juga: Cara Kerja Control Panel Hosting

Manfaat Control Panel

Dengan banyaknya fitur yang dimiliki oleh control panel, tidak heran jika banyak pula manfaat yang didapatkan. Berikut adalah contoh manfaat dari control panel:

1. Mudah Digunakan

Control panel memiliki tampilan yang intuitif dan jelas. Masing-masing ikon melambangkan fitur hosting yang tersedia. Misalnya, berbagai hal yang berhubungan dengan pengelolaan file akan masuk ke kategori
Files. Begitu juga dengan data yang masuk ke bagian
Databases.

Selain pengelompokan fitur berdasarkan kategori, ada juga kotak pencarian di bagian pojok kanan atas panel. Kotak pencarian ini dapat Anda gunakan untuk mencari fitur hosting yang diinginkan secara lebih cepat.

Selain pengelompokan fitur berdasarkan kategori, ada juga kotak pencarian di bagian pojok kanan atas panel. Kotak pencarian ini dapat Anda gunakan untuk mencari fitur hosting yang diinginkan secara lebih cepat.

tampilan-control-panel-praktis

Dengan demikian, tidak butuh waktu lama bagi Anda untuk terbiasa menggunakan control panel dengan baik.

2. Mengelola Semua Fitur Hosting Secara Terpusat

Dengan control panel hosting, semua fitur hosting seperti pengelolaan domain, email, file, database, dan lain-lain dapat ditemukan pada satu halaman. Tentu saja ini memudahkan Anda ketika ingin mengelola hal-hal teknis seputar website. Selain itu, ada juga fitur informasi seperti indikator resource, IP Hosting, dan info penting lainnya.

tampilan-terpusat-control-panel

Dengan begitu, Anda hanya perlu membuka satu halaman saja untuk dapat mengelola hosting Anda secara menyeluruh.

3. Instal Aplikasi Menjadi Praktis

Control panel membuat proses menginstal aplikasi menjadi sangat mudah, lho! Apapun yang Anda butuhkan sudah tersedia. Tinggal klik dan lakukan konfigurasi sederhana.

Sebagai contoh, CMS WordPress juga dapat diinstal dengan beberapa klik. Setelah konfigurasi username dan password, CMS tersebut langsung bisa digunakan.

Coba bandingkan ketika harus menginstall WordPress tanpa control panel. Jelas, prosesnya akan menjadi lebih lama.

Anda harus mendownload file WordPress dari situs wordpress.org terlebih dahulu. Setelah itu, Anda harus membuat database secara manual. Lalu, semua file dipindahkan kedalam hosting agar WordPress dapat digunakan. Cukup ribet, ya?

4. Mudah Mengelola Banyak Website

Manfaat control panel selanjutnya adalah memudahkan pengelolaan banyak website. Anda dapat dengan mudah melakukan pengecekan file, email, database, dan lain-lain pada semua website di dalam hosting.

Sebaliknya, tanpa control panel Anda akan menemukan kesulitan. Karena, manajemen domain, file, database dilakukan tanpa ada tampilan dari control panel. Anda harus menggunakan terminal, sebuah antarmuka yang berisi perintah untuk menjalankan hosting.

Belum lagi, Anda harus menginstal fitur-fitur hosting terlebih dahulu, seperti: web server, sistem manajemen database, dan aplikasi email. Akibatnya, waktu Anda habis untuk mengurus sisi teknis dari hosting tanpa sempat mengembangkan website.

5. Menawarkan Banyak Fitur Sesuai Kebutuhan

Ada berbagai macam control panel yang tersedia saat ini. Masing-masing control panel menawarkan solusi sesuai dengan kebutuhan dan kendala yang dihadapi pengguna.

Pengguna control panel umumnya dibagi menjadi tiga, yaitu: user biasa, reseller hosting, dan admin. Masing-masing control panel memberikan solusi yang tidak jauh berbeda yaitu menyediakan fitur khusus sesuai kebutuhan kelompok pengguna.

Ada control panel yang membuat tampilan sederhana agar ramah pemula, tapi ada juga control panel yang menyediakan tampilan dengan banyak pengaturan agar pengguna tingkat lanjut dapat melakukan berbagai macam konfigurasi.

Selain itu, masing-masing control panel juga memberikan pilihan untuk sistem operasi yang berbeda. Di antaranya ada Windows, Linux, Solaris, dan lain-lain. Dengan begitu, pengguna dapat dengan mudah memilih control panel sesuai dengan sistem operasi yang dipilih.

Baca Juga:  Uraikan Mengenai Implementasi Kehidupan Ekonomi Yang Berwawasan Nusantara

Untuk lebih lengkapnya, kami akan bahas lebih lanjut pada bagian selanjutnya. Yuk, cari tahu lebih lanjut.

8 Control Panel Hosting Terpopuler

Seperti yang sebelumnya sudah dibahas, ada banyak control panel yang dapat Anda pilih. Berikut kami akan menyajikan delapan control panel terpopuler:

1. cPanel

cPanel merupakan salah satu control panel khusus Linux terpopuler karena banyak dipercaya oleh layanan hosting maupun pengguna. Control panel satu ini memiliki dua produk andalan, yaitu cPanel Hosting dan Web Hosting Manager (WHM).

cPanel khusus ditujukan untuk satu pengguna. Karena itu, fitur-fiturnya cukup dasar. Mulai dari manajemen domain, membuat dan mengelola email, transfer dan backup data, manajemen database, dan masih banyak lagi.

tampilan-control-panel-cpanel

Beda dengan WHM yang ditujukan untuk reseller agar bisa mengelola beberapa cPanel sekaligus. Dengan WHM, Anda dapat membuat akun dan paket untuk pengguna baru, memindahkan pengguna baru dari layanan berbeda, menganalisis dan status server, mengamankan sistem pada berbagai tingkatan.

Kelebihan:

  • Kompatibel untuk berbagai distro Linux, seperti: Ubuntu, Debian, CentOS, Fedora, dan Suse
  • Dapat menginstal berbagai aplikasi karena sudah terintegrasi dengan Softaculous App Installer
  • Mudah dipelajari dan digunakan karena memiliki tampilan yang ramah pemula
  • Terdapat bantuan dengan pelayanan yang relatif cepat
  • Terdapat dokumentasi yang lengkap dan forum yang memiliki komunitas internasional

Kekurangan:

  • Harga lisensi cukup mahal
  • Perlu diupdate secara berkala untuk menjamin keamanan
  • Terdapat risiko kehilangan data atau error

Baca juga:
Kelebihan dan Kekurangan cPanel

2. Plesk

Plesk adalah control panel yang sudah mendunia. Buktinya, control panel ini sudah digunakan pada 11 juta website.

Salah satu alasan di balik kepopuleran Plesk barangkali adalah kompatibilitasnya dengan OS Windows dan Linux. Kalau Anda belum tahu, memang tidak banyak control panel yang mendukung OS Windows. Hal inilah yang membuat Plesk istimewa.

tampilan-control-panel-plesk

Control panel satu ini memiliki fitur umum, seperti: pengelolaan domain, email, database, files, keamanan. Selain itu, terdapat web builder serta ecommerce toolkit. Fitur-fitur ini akan memudahkan Anda membuat website, khususnya website ecommerce.

Kelebihan:

  • Tersedia untuk OS Linux dan Windows
  • Tampilan ramah pemula sehingga mudah digunakan
  • Terdapat tim support dengan respons yang relatif cepat
  • Terdapat dokumentasi yang lengkap dan komunitas yang relatif besar

Kekurangan:

  • Biaya yang cukup mahal untuk lisensi
  • Butuhkan resource yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan control panel lain

Baca juga:
cPanel vs Plesk: Manakah yang Terbaik untuk Anda?

3. Webuzo

Webuzo adalah control panel khusus OS Linux yang multi user, tangguh, dan mudah digunakan. Tak heran kalau control panel satu ini banyak digunakan oleh user di seluruh dunia.

tampilan-control-panel-webuzo

Webuzo disebut control panel multi user karena memiliki 3 access level, yaitu admin, reseller, dan user. Dengan adanya access level ini Anda dapat mengelola hosting sesuai tujuan penggunaanya.

Sebagai contoh, level admin dapat membuat akun reseller dan menentukan fitur apa saja yang termasuk pada paket hosting. Lalu, level reseller dapat menambahkan ataupun menghapus akun user.Sedangkan, level user hanya dapat menggunakan paket hosting yang sudah dibuat.

Salah satu fitur menarik yang didapatkan semua access level adalah Directory Password Protection. Fitur ini dapat membantu Anda untuk mengamankan direktori dengan password.

Kelebihan:

  • Tersedia untuk berbagai versi distro Linux.
  • Mudah digunakan dengan tampilan antarmuka yang sederhana
  • Lebih cepat mengakses control panel karena tidak menggunakan banyak resource

Kekurangan:

  • Tim support membutuhkan waktu lebih lama untuk menjawab pertanyaan pengguna
  • Belum tersedia untuk OS Windows
  • Dokumentasi kurang lengkap

Baca juga: cPanel vs Webuzo Hosting

4. Cyberpanel

Cyberpanel adalah control panel khusus untuk OS Linux yang dapat digunakan secara gratis.

Walaupun gratis, bukan berarti Cyberpanel abal-abal, lho. Ada berbagai fitur yang akan membuat website Anda memiliki performa jempolan. Terutama dari aspek kecepatan dan keamanannya.

tampilan-control-panel-webuzo

Dalam hal kecepatan, Cyberpanel dilengkapi fitur seperti module LSCache, CDN QUIC, serta LiteSpeed Cache Plugin. Sedangkan, dalam hal keamanan control panel hosting ini punya fitur seperti Modsecurity, One-click SSL, dan Automatic SSL.

Kelebihan:

  • Tersedia versi gratis
  • Performa yang baik
  • Fitur yang lengkap
  • Akses control panel dan server lebih cepat dengan teknologi OpenLiteSpeed

Kekurangan:

  • Tampilan kurang ramah pemula bila dibandingkan dengan cPanel maupun Plesk
  • Bantuan terbatas pada forum dan aplikasi pesan bernama Slack

Baca juga:
7+ Hosting cPanel Gratis yang Layak Anda Coba!

5. VestaCP

Vesta Control Panel atau VestaCP adalah control panel yang tersedia untuk varian OS Linux seperti Debian, Ubuntu, dan CentOS. Control panel satu ini sangat populer dan sudah diinstal sebanyak 25 ribu kali dalam sebulan, lho!

Tidak heran, sebab VestaCP itu ringan, cepat, dan tampilannya sederhana. Sehingga cocok bagi user yang mencari control panel dengan kesan simpel.

tampilan-control-panel-vestacp

Dari sisi fitur, VestaCP mirip dengan control panel pada umumnya karena memiliki fitur utama, seperti: keamanan, pengelolaan DNS domain, pengelolaan file dan FTP, serta sistem manajemen database.

Baca Juga:  Jenis Tumbuhan Yang Dapat Beradaptasi Pada Bioma Tersebut Adalah

Belum berhenti sampai disitu, VestaCP juga dilengkapi dengan Softaculous yang memungkinkan pengguna untuk mendownload
425+ aplikasi. Di antaranya, ada WordPress, Joomla, PrestaShop, dan phpBB.

Kelebihan:

  • Gratis
  • Resource yang dibutuhkan sedikit

Kekurangan:

  • Belum tersedia untuk OS Windows
  • Kurang ramah pemula karena membutuhkan kemampuan tingkat lanjut
  • Fitur tambahan berbayar
  • Bantuan dari tim VestaCP berbayar

6. DirectAdmin

DirectAdmin merupakan control panel khusus OS Linux yang digunakan oleh user lebih dari 100 negara. Semenjak muncul di tahun 2003, sudah lebih dari 1400 fitur dikembangkan. Sehingga, control panel ini tidak kalah saing dengan yang lain dalam hal teknologi.

tampilan-control-panel-directadmin

Control panel satu ini memiliki tiga access level pengguna yaitu: Admin, Reseller, dan User. Masing-masing access level akan mendapatkan fitur yang berbeda.

Sebagai contoh, seorang admin dapat membuat paket yang dapat digunakan reseller. Sedangkan, seorang reseller hosting mendapatkan fitur daftar hosting semua usernya. Di lain sisi, user mendapatkan fitur untuk mengembangkan website, seperti: pengelolaan DNS, email, file, database, serta backup.

DirectAdmin juga dikenal sebagai control panel yang ramah pemula karena tata letak dari ikon-ikon yang rapi dan mudah dipahami. Dengan begitu, pengguna akan cepat beradaptasi dengan tampilannya.

Kelebihan:

  • Mudah digunakan
  • Tampilan yang ramah untuk pemula
  • Memiliki lebih banyak fitur dibanding cPanel

Kekurangan:

  • Belum tersedia untuk OS Windows
  • Tim support kurang responsif
  • Dokumentasi dan bantuan dari forum cukup terbatas

Baca Juga: cPanel vs DirectAdmin Hosting

7. Webmin

Webmin adalah control panel yang mendukung berbagai OS, seperti: Linux, Solaris, Unix, dan Windows.

Bukan cuma mendukung beragam OS, Webmin juga mendukung beragam kebutuhan usernya. Karena itu, Webmin memiliki tiga tipe control panel yang dapat dipilih, yaitu:

  1. Usermin
    memiliki fitur yang sederhana seperti webmail.
  2. Virtualmin
    memiliki fitur pengelolaan beberapa virtual host, mirip dengan cPanel atau Plesk.
  3. Cloudmin
    memiliki fitur pengelolaan virtual server, mirip dengan KVM dan OpenVZ.

Dari ketiga versi tersebut, Anda dapat menikmati versi gratis maupun berbayar. Virtualmin Pro dan Cloudmin Pro merupakan versi berbayar yang memiliki fitur tambahan serta support dari tim Webmin.

tampilan-control-panel-webmin

Karena berbagai pilihan versi dan OS-nya, Webmin menjadi populer. Terutama di kalangan pengguna tingkat lanjut yang membutuhkan konfigurasi lanjutan untuk hosting. Contohnya mengatur resource server agar kapasitas resource bisa memenuhi kebutuhan.

Kelebihan:

  • Tersedia versi gratis
  • Kompatibel untuk berbagai OS, seperti: Windows, Linux, Unix, dan Solaris
  • Dapat digunakan untuk pengelolaan akun, hosting, hingga server

Kekurangan:

  • Ditujukan untuk pengguna tingkat lanjut
  • Bantuan tim webmin tersedia untuk pengguna berbayar

Baca juga: cPanel vs Webmin Hosting

8. ISPmanager

ISPmanager adalah control panel khusus OS Linux yang banyak digunakan oleh user dan penyedia hosting Eropa. Control panel hosting satu ini mudah Anda kenali karena tampilannya yang sederhana dan mudah digunakan.

tampilan-control-panel-ispmanager

Secara umum, ISPmanager menawarkan berbagai fitur seperti control panel hosting kebanyakan. Mulai dari konfigurasi web server, manajemen domain, pengelolaan file, backup, install CMS, dan keamanan hosting.

Namun, jika Anda menginginkan fitur yang lebih sesuai kebutuhan, Anda bisa juga cek beberapa versi ISPmanager yang ditawarkan. Yaitu:

  1. Lite
    merupakan versi yang ditujukan untuk pengembang web individu yang mengerjakan satu projek
  2. Pro
    ditujukan untuk tim yang mengerjakan beberapa projek
  3. Host
    ditujukan untuk web studio dengan traffic tinggi
  4. Business
    ditujukan untuk korporasi yang memiliki banyak projek dalam satu waktu

Kelebihan:

  • Mudah diinstal dan digunakan
  • Memiliki tampilan yang sederhana
  • Tidak menggunakan banyak resource
  • Tersedia bantuan dari tim support

Kekurangan:

  • Biaya untuk lisensi cukup mahal
  • Belum tersedia untuk OS Windows

Baca juga:
Cara Install Open Game Panel

Apakah Anda Tertarik Menggunakan Control Panel Hosting?

Sekarang, Anda sudah tahu bahwa control panel adalah alat untuk mempermudah pengelolaan hosting. Selain karena memiliki tampilan yang ramah bagi pemula, control panel hosting memudahkan pengelolaan hosting karena semua fitur ada pada satu halaman.

Nah, kini Anda juga tahu kalau ternyata ada banyak control panel yang bisa Anda pilih. Tentunya, tiap control panel memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Berikut rangkuman kelebihan dan kekurang control panel yang sudah dibahas di artikel ini.

Control Panel Kelebihan Kekurangan
cPanel – Cocok untuk berbagai distro Linux
– Memiliki berbagai aplikasi
– Mudah digunakan
– Tim support responsif
– Dokumentasi lengkap
– Forum aktif
– Harga lisensi mahal
– Harus selalu diupdate
– Resiko data hilang atau error
Plesk – Tersedia untuk OS Linux dan Windows
– Mudah digunakan
– Tim support responsif
– Dokumentasi lengkap
– Komunitas relatif besar
– Harga lisensi mahal
– Boros resource
Webuzo – Kompatibel untuk berbagai versi distro Linux.
– Mudah digunakan
– Hemat resource
– Tim support kurang responsif
– Belum tersedia untuk OS Windows
Cyberpanel – Gratis
– Hemat Resource
– Tampilan kurang ramah pemula
– Bantuan terbatas
VestaCP – Gratis
– Hemat resource
– Belum tersedia untuk OS Windows
– Untuk pengguna tingkat lanjut
– Fitur tambahan berbayar
DirectAdmin – Tampilan ramah pemula
– Fitur lebih lengkap dari cPanel
– Belum tersedia untuk OS Windows
– Tim support kurang responsif
– Dokumentasi terbatas
– Bantuan terbatas
Webmin – Gratis
– Kompatibel untuk berbagai OS
– Untuk pengguna tingkat lanjut
– Bantuan tim webmin berbayar
ISPmanager – Mudah diinstal
– Mudah digunakan
– Hemat resource
– Memiliki tim support
– Biaya untuk lisensi mahal
– Belum tersedia untuk OS Windows

Di antara semua yang sudah dibahas tadi, apakah Anda sudah menemukan control panel yang cocok? Kalau sudah, pastikan Anda gunakan
VPS Cloud Niagahoster

ya.

Sebab, Niagahoster adalah provider hosting Indonesia yang menyediakan layanan
VPS Cloud
spesial untuk website yang membutuhkan resource besar dan memiliki traffic tinggi. Selain itu, hostingnya pun kompatibel dengan semua control panel yang sudah diulas di atas.

Anda juga tidak perlu khawatir website Anda down, karena VPS Cloud
dijamin up 99,9%. Selain itu, Anda akan menikmati koneksi super kencang
100Mb/S.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, pilih control panel favoritmu dan gunakan VPS terbaik dari Niagahoster!

Sebagai informasi tambahan, saat ini Niagahoster memiliki program bagi-bagi vps gratis dan hosting gratis yang bisa diikuti oleh siapapun.

Penasaran dengan layanan kami? Silakan ikuti program ini, Gratis!

Basis Server Yang Digunakan Pada Ehcp Adalah

Source: https://www.niagahoster.co.id/blog/control-panel-hosting/

About Merry Rianna