Bahan Berikut Yang Bukan Turunan Minyak Bumi Adalah

Bahan Berikut Yang Bukan Turunan Minyak Bumi Adalah.

Petro manjapada
(pun disebut
minyak mentah
alias
petroleum), sering dijuluki laksana “bijih besi“, adalah cair kental berwarna coklat pekat/gelap atau kehijauan yang mudah terbakar yang berada di lapisan atas dari beberapa wilayah di kerak bumi. Patra bumi terdiri dari paduan obsesi berasal beraneka ragam hidrokarbon, sebagian besar sinar alkana, tetapi plural dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya. Petrol diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi sumur-mata air minyak ini didapatkan sehabis melangkahi proses penajaman ilmu bumi, analisis sedimen, karakter dan struktur sumber, dan berbagai macam studi lainnya.[1]
[2]
Sesudah itu, minyak mayapada akan diproses di gelanggang pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan akibatnya berdasarkan titik didihnya sehingga menghasilkan berbagai macam bahan bakar, mulai dari gasolin dan minyak lahan sampai aspal dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik dan obat-obatan.[3]
Petro bumi digunakan buat memproduksi beraneka ragam macam komoditas dan material yang dibutuhkan manusia.[4]

Proses pembentukan

[sunting
|
sunting sumber]

Petrol adalah hasil dari peruraian (dekomposisi) materi tumbuhan dan hewan di suatu negeri yang
subsidence
(merosot) secara perlahan. Area tersebut biasanya riil laut,takat lagoon (danau) sepanjang pantai ataupun danau dan rawa di daratan. Sedimen diendapkan bersama-sama dengan materi tersebut dan kecepatan pengendapan endapan harus cukup cepat sehingga minimum tak bagian materi organik tersebut dapat tersimpan dan terkubur dengan baik sebelum terjadi pembusukan. Pada kondisi sirkulasi dan reduksi tertentu akumulasi hidrokarbon banyak ditemukan pada penggalan air laut intern.

Waktu berjalan terus secara geologis dan daerah pengendapan semakin terbenam ke n domestik permukaan manjapada yang lebih dalam, karena bertambahnya runyam oleh sedimen sedimen dan material yang menimbun di atasnya, maupun karena gaya gaya tektonik yang menimbulkan sekuritas
subsidence.
Material organik tergenang semakin dalam sehingga mengalami tekanan dan temperatur nan semakin tinggi. Proses tersebut akan menimbulkan transisi peralihan kimiawi bersumber material organik tersebut. Peralihan material ini merupakan cikal bakal terbentuknya campuran sasaran hidrokarbon yang komposisinya sangat kegandrungan, baik hidrokarbon yang berupa cairan maupun yang berbentuk gas.

Kenaikan suhu terhadap kedalaman rata rata di manjapada ini selingkung 20 – 55 derajat celsius per kilometer. Di Sumatra sendiri dapat mencecah kurang kian sekitar 100 °C/km. Sedangkan habitat patra baru akan terbentuk plong temperatur selingkung 65 – 150 °C yang biasanya berlimpah pada kedalaman 1.5 – 3 km. Pada kedalaman 3 – 6 km batuan reservoar akan kian didominasi makanya gas daripada minyak. Kerjakan kedalaman yang lebih internal lagi master akan menjadi lebih tinggi sehingga gas akan menjadi lebih tinggi sehingga gas akan mengalami dekomposisi seterusnya.

Pada lazimnya, minyak bumi rata-rata terendapkan n domestik batuan deposit berpori baik yang mempunyai nilai porositas 45% (reservoar yang lalu baik). Karena semakin lama batuan tersebut terendapkan dan tertimbus material di atasnya, maka batuan tersebut akan terkompaksi dan keadaan ini mengakibatkan nilai porositasnya berkurang. Petro, gas, dan air akan terkumpul atau tersimpan di ira pori pori berasal batuan berpori tersebut. Oleh karena tekanan gaya berat, maka fluida tersebut bergerak di dalam batuan perlahan-tanah. Batuan yang boleh meloloskan fluida disebut sebagai batuan yang permeabel. Permeabilitas batuan dapat memisahkan gas, minyak, dan air secara badaniah, yaitu akibat perbedaan densitasnya. Minyak dan gas yang berdensitas lebih ringan ketimbang air akan bergerak naik sampai ke latar sebagai rembesan atau terpasung di kerumahtanggaan jebakan habis cak jongkok terakumulasi sampai perangkap itu mumbung.

Jenis jebakan

[sunting
|
sunting sumber]

Perangkap ialah adanya saduran batuan permeabel dan berpori ditumpangi atau dihalangi oleh batuan yang impermeabel yang berfungsi sebagai penangkal larinya minyak ke tempat tak.
[butuh rujukan]

Struktur-struktur geologi nan bisa menjebak minyak dan tabun tersebut dapat diklasifikasikan laksana berikut:
[kontol rujukan]

  1. Perangkap struktural, yaitu jebakan yang terbentuk akibat deformasi batuan batuan reservoar, seperti sesar, antiklin, dan bukan enggak.
  2. Haring stratigrafis, adalah jebakan yang terbentuk maka itu pengendapan sebagaimana reef, kanal, delta atau erosi batuan reservoar seperti ketidaklarasan sudut.
  3. Jebakan kombinasi, merupakan gabungan partikel elemen struktur dari kedua bentuk di atas.

Komposisi

[sunting
|
sunting sumber]

Minyak manjapada sekadar berisi minyak mentah saja, tetapi dalam penggunaan sehari-hari ternyata juga digunakan dalam rajah hidrokarbon padat, larutan, dan asap lainnya. Pada kondisi temperatur dan tekanan standar, hidrokarbon yang ringan sebagaimana metana, etana, propana, dan butana berbentuk gas yang mendidih pada -161.6 °C, -88.6 °C, -42 °C, dan -0.5 °C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan +31.1 °F), padahal zat arang yang kian janjang, tiba dari pentana ke atas berbentuk padatan ataupun cairan. Meskipun seperti itu, di sumur minyak di asal kapling, proporsi gas, cairan, dan padatan tergantung terbit kondisi rataan dan diagram fase dari campuran gasolin tersebut.[5]

Sumur petro sebagian samudra menghasilkan minyak mentah, dan terkadang cak semau pun kandungan tabun liwa di dalamnya. Karena tekanan di latar Marcapada lebih invalid daripada di bawah tanah, sejumlah gas akan keluar dalam tulangtulangan campuran. Mata air gas sebagian besar menghasilkan gas. Tapi, karena suhu dan tekanan di sumber akar tanah lebih segara tinimbang master di permukaan, maka gas yang keluar adakalanya juga mengandung hidrokarbon yang bertambah besar, seperti mana pentana, heksana, dan heptana dalam wujud gas. Di meres, maka gas ini akan mengkondensasi sehingga berbentuk kondensat asap umbul-umbul. Rang awak kondensat ini mirip dengan bensin.

Persentase hidrokarbon ringan di internal minyak bau kencur habis bervariasi tergantung dari tegal minyak, ki gua garba maksimalnya dapat sebatas 97% dari berat kumuh dan paling minimal adalah 50%.

Jenis hidrokarbon yang terdapat pada petrol sebagian besar terdiri berpokok alkana, sikloalkana, dan bermacam rupa macam jenis hidrokarbon aromatik, ditambah dengan sebagian kerdil elemen-elemen lainnya seperti nitrogen, oksigen dan sulfur, ditambah beberapa keberagaman ferum sebagai halnya besi, nikel, tembaga, dan vanadium. Total atak molekul sangatlah bervariasi dari minyak yang satu ke minyak nan bukan saja persentase proporsi berpunca elemen kimianya bisa dilihat di bawah ini:[6]

Atak zarah berlandaskan berat
Zarah Rentang persentase
Karbon 83 hingga 87%
Hidrogen 10 sampai 14%
Nitrogen 0.1 sampai 2%
Oksigen 0.05 setakat 1.5%
Welirang 0.05 sebatas 6.0%
Logam < 0.1%

Ada 4 variasi molekul hidrokarbon nan ada kerumahtanggaan minyak bau kencur. Persentase relatif setiap zarah farik-cedera tiap lokasi minyaknya, sehingga memvisualkan ciri-ciri dari setiap minyak.[5]

Komposisi partikel beralaskan berat
Hidrokarbon Rata-rata Rentang
Lilin 30% 15 sebatas 60%
Naptena 49% 30 sampai 60%
Aromatik 15% 3 sampai 30%
Aspaltena 6% kotoran-sempuras

Biasanya minyak mentah di dunia merupakan non-konvensional.[7]

Penampakan raga berasal minyak bumi sangatlah beragam tergantung bermula komposisinya. Gasolin biasanya berwarna hitam alias coklat gelap (walaupun warnanya pula dapat kekuningan, kemerahan, atau bahkan kehijauan). Plong sumber minyak biasanya ditemukan kembali tabun alam yang mempunyai massa jenis bertambah ringan tinimbang patra manjapada, sehingga biasanya keluar lebih-lebih tinggal dibandingkan patra. Dalam senyawa itu, terdapat pun air payau, nan massa jenisnya lebih adv minim sehingga berada di lapisan di bawah minyak. Minyak mentah juga boleh ditemukan dengan campuran dengan pasir dan minyak, begitu juga pada pasir minyak Athabasca di Kanada, nan galibnya merujuk pada bitumen hijau. Bitumen nan terdapat di Kanada memiliki karakteristik lengket, berwarna hitam, bentuknya sebagaimana patra baru internal wujud tar, sehingga lewat lengket dan jarang dan harus dipanaskan tambahan pula dahulu agar larut dan boleh dialirkan.[8]
Venezuela lagi mempunyai tandon minyak dalam jumlah besar di kersik halus patra Orinoco, biarpun kuantitas hidrokarbon nan terkandung lebih cair daripada di Kanada. Jenis minyak ini disebut dengan patra ekstra susah. Minyak yang terdapat dalam pasir minyak ini disebut dengan minyak tak sah untuk membedakannya berpokok patra yang dapat diekstrak dengan metode tradisional lazim. Kanada dan Venezuela diperkirakan mempunyai 3,6 triliun barel (570×109
m3) bitumen dan petro ekstra-berat ini, selingkung dua mungkin dari volume simpanan minyak konvensional dunia.[9]

Minyak marcapada sebagian besar digunakan untuk memproduksi bensin dan minyak bakar, keduanya merupakan mata air
“energi primer”
utama.[10]
84% dari volume hidrokarbon nan terkandung dalam petrol diubah menjadi bahan bakar, nan di dalamnya termaktub dengan bensin, diesel, alamat bakar jet, dan elpiji.[11]
Minyak bumi yang tingkatannya makin ringan akan menghasilkan minyak dengan kualitas terbaik, sekadar karena tandon minyak ringan dan menengah semakin hari semakin sedikit, maka tempat-medan penggarapan minyak sekarang ini semakin meningkatkan pemrosesan patra selit belit dan bitumen, diikuti dengan metode yang makin kegandrungan dan mahal bakal memproduksi patra. Karena bensin tyang tingkatannya runyam mengandung karbon plus banyak dan hidrogen terlalu kurang, maka proses nan umumnya dipakai adalah mengurangi karbon alias menambahkan hidrogen ke dalam molekulnya. Untuk memungkirkan atom yang tahapan dan kompleks menjadi elemen yang bertambah kecil dan sederhana, digunakan proses fluid catalytic cracking.

Baca Juga:  Sebuah Kemasan Produk Selain Harus Menarik Juga Sebaiknya

Karena mempunyai kepadatan energi nan tingkatan, pengangkutan yang mudah, dan cadangan yang banyak, petro bumi sudah menjadi sumber energi minimum utama di marcapada sejak pertengahan musim 1950-an. Minyak marcapada juga digunakan sebagai alamat mentah dari banyak komoditas-produk kimia, farmasi, pelarut, pupuk, pestisida, dan plastik; dan sisa 16% lainnya yang tidak digunakan lakukan produksi energi diubah menjadi material lainnya.

Simpanan petro yang diketahui detik ini berkisar 190 km3
(1,2 triliun barrel) tanpa ramal patra,[12]
atau 595 km3
(3,74 triliun barrel) jika pasir minyak ikut dihitung.[13]
Konsumsi bensin kini berkisar 84 juta barrel (13,4×106
m3) per harinya, maupun 4.9 km3
masing-masing tahunnya. Dengan cadangan petro yang cak semau sekarang, petrol masih bisa dipakai setakat 120 tahun lagi, jika konsumsi bumi diasumsikan bukan bertambah.

Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak yaitu zat abiotik, yang berarti zat ini tidak terbit bermula fosil tetapi berbunga berbunga zat anorganik yang dihasilkan secara alami intern perut Dunia. Namun, rukyat ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.

Kimia

[sunting
|
sunting sendang]

Minyak bumi merupakan campuran mulai sejak majemuk macam hidrokarbon, diversifikasi elemen yang minimal buruk perut ditemukan yaitu alkana (baik nan kalung lurus maupun memecah), sikloalkana, hidrokarbon aromatik, alias sintesis kompleks seperti aspaltena. Setiap minyak bumi punya keunikan molekulnya tiap-tiap, yang diketahui semenjak rancangan fisik dan ciri-ciri kimia, warna, dan viskositas.

Alkana, juga disebut dengan
parafin, adalah hidrokarbon tersaturasi dengan rantai harfiah atau bercabang yang molekulnya semata-mata mengandung unsur karbon dan hidrogen dengan rumus mahajana CnH2n+2. Pada umumnya petro bumi mengandung 5 sampai 40 unsur karbon per molekulnya, biarpun anasir dengan jumlah karbon bertambah sedikit/kian banyak juga mungkin terserah di internal campuran tersebut.

Alkana berpunca pentana (C5H12) sampai oktana (C8H18) akan disuling menjadi bensin, sedangkan alkana jenis nonana (C9H20) sampai heksadekana (C16H34) akan disuling menjadi diesel, kerosene dan objek bakar jet). Alkana dengan atom karbonium 16 atau lebih akan disuling menjadi oli/pelumas. Alkana dengan besaran atom karbon lebih besar lagi, misalnya parafin wax mempunyai 25 molekul karbon, dan aspal mempunyai atom karbon lebih dari 35. Alkana dengan jumlah atom karbon 1 setakat 4 akan berbentuk gas dalam hawa ruangan, dan dijual misal elpiji (LPG). Di musim campah, butana (C4H10), digunakan andai bahan fusi pada bensin, karena tekanan uap butana yang tinggi akan kondusif mesin berkobar pada musim cahang. Penggunaan alkana yang lain adalah sebagai pemantik rokok. Di beberapa negara, propana (C3H8) bisa dicairkan dibawah impitan menengah, dan digunakan masyarakat umpama bahan bakar transportasi maupun memantek.

Sikloalkana, juga dikenal dengan nama
naptena, adalah hidrokarbon tersaturasi yang memiliki satu atau lebih koalisi rangkap sreg karbonnya, dengan rumus umum CufukH2n. Sikloalkana memiliki ciri-ciri nan mirip dengan alkana namun punya titik didih yang lebih tinggi.

Hidrokarbon aromatik
adalah hidrokarbon tidak tersaturasi nan punya satu atau lebih cincin planar karbon-6 yang disebut ring benzena, dimana elemen hidrogen akan berikatan dengan partikel karbonium dengan rumus umum Ctepi langitHn. Hidrokarbon sama dengan ini jikalau dibakar maka akan menimbulkan asap hitam pekat. Beberapa berkepribadian karsinogenik.

Semua jenis unsur yang farik-beda di atas dipisahkan dengan distilasi fraksional di tempat pengilangan patra untuk menghasilkan gasolin, mangsa bakar jet, kerosin, dan hidrokarbon lainnya. Contohnya merupakan 2,2,4-Trimetilpentana (isooktana), dipakai andai campuran utama internal gasolin, n kepunyaan rumus kimia C8H18
dan bereaksi dengan oksigen secara eksotermik:[14]

2
C8H18

(l)
+ 25
Ozon2

(g)
→ 16
CO2

(g)
+ 18
H2Ozon
(g)
+ 10.86 MJ/mol (oktana)

Jumlah dari per anasir pada petro bumi dapat diteliti di laboratorium. Elemen-elemen ini biasanya akan diekstrak di sebuah pelarut, kemudian akan dipisahkan di kromatografi gas, dan kemudian bisa dideteksi dengan detektor yang cocok.[15]

Pembakaran yang enggak cermin dari minyak bumi atau produk hasil olahannya akan menyebabkan produk sambilan yang beracun. Misalnya, sesak sedikit oksigen yang berbaur maka akan menghasilkan karbonium monoksida. Karena hawa dan tekanan yang tinggi di intern mesin kendaraan, maka asap buang yang dihasilkan maka dari itu mesin biasanya juga mengandung molekul nitrogen oksida yang dapat menimbulkan asbut.

Kemiripan empiris untuk ciri-ciri termal pada produk hasil olahan minyak marcapada

[sunting
|
sunting sumber]

Panas pembakaran

[sunting
|
sunting sumber]

Pada volume yang konstan maka seksi pembakaran dari produk bensin dapat diperkirakan dengan rumus:






Q

v


=
12
,
400



2
,
100

d

2




{\displaystyle Q_{v}=12,400-2,100d^{2}}



.

dengan





Q

v




{\displaystyle Q_{v}}




internal kal/gram dan d adalah gaya berat partikular pada master 60 °F (16 °C).

Konduktivitas termal

[sunting
|
sunting sumber]

Daya hantar termal bermula enceran-larutan nan terbit mulai sejak minyak marcapada dapat dirumuskan sebagai berikut:





K
=


0.813
d


[
1



0.0203
(
lengkung langit



32
)
]


{\displaystyle K={\frac {0.813}{d}}[1-0.0203(ufuk-32)]}



0.547

Satuan K adalah BTU hr−1ft−2
, t diukur dalam °F dan d merupakan gaya berat spesial sreg suhu 60 °F (16 °C).

Klasifikasi

[sunting
|
sunting sumber]

Sebuah spesimen petro bau kencur dengan klasifikasi
berat semenjana.

Industri minyak bumi pada galibnya mengklasifikasi minyak mentah berdasarkan lokasi geografis dimana patra tersebut diproduksi (misalnya West Texas Intermediate, Brent Blend, atau Dubai crude), Gaya tarik bumi API (sebuah format lega industri petro plonco bagi mengklasifikasi minyak berdasarkan massa jenisnya, dan kandungan sulfurnya. Minyak bumi digolongkan
ringan
apabila massa jenisnya mungil dan
elusif
apabila massa jenisnya segara. Minyak mayapada juga digolongkan
manis
apabila kandungan sulfurnya rendah dan digolongkan
cemberut
apabila kandunga sulfurnya strata.

Lokasi geografis merupakan seseatu kejadian nan penting karena akan mempengaruhi ongkos transportasi menuju bekas pengilangan. Minyak mentah
ringan
bertambah disukai daripada nan
langka
karena menghasilkan bensin lebih banyak, sedangkan minyak bau kencur
manis
juga lebih disukai daripada nan
asam
karena ongkos pengilangan minyak
senderut
lebih besar (karena bilangan sulfur yang tinggi) dan patra
manis
lebih ramah lingkungan. Setiap minyak bau kencur mempunyai karakteristik molekulnya seorang yang boleh dianalisis menunggangi analisis uji minyak bau kencur di makmal.

Penggunaan

[sunting
|
sunting sumber]

Struktur kimia dari petro bumi sangat heterogen, terdiri pecah banyak rantai hidrokarbon dengan tangga yang berbeda-cedera. Maka dari itu, minyak marcapada dibawa ke tempat pengilangan minyak sehingga senyawa-campuran hidrokarbon ini dapat dipisahkan dengan teknik distilasi dan proses ilmu pisah lainnya. Hasil penyulingan patra inilah yang digunakan hamba allah bakal berbagai macam kebutuhan.

Bahan bakar

[sunting
|
sunting mata air]

Jenis produk paling awam berpunca penyulingan patra marcapada merupakan incaran bakar. Jenis-jenis target bakar itu antara enggak (dilihat dari titik didihnya):[16]

Hasil penyulingan minyak bumi
Cap bahan bakar Titik didih
oC
Elpiji (LPG) -40
Butana -12 sampai -1
Gasolin -1 setakat 180
Korban bakar jet 150 sampai 205
Minyak tanah 205 sampai 260
Minyak bakar 205 sampai 290
Diesel 260 sampai 315

Produk manusia lainnya

[sunting
|
sunting sumber]

Beberapa komoditas hasil olahan hidrokarbon dapat dicampur dengan senyawa non-hidrokarbon kerjakan membentuk sintesis lainnya:

  • Alkena (olefin), boleh diproduksi menjadi plastik atau senyawa tak.
  • Pelumas (oli mesin dan produktif).
  • Wax, digunakan dalam pengepakan kandungan beku.
  • Sulfur atau Asam sulfat. Yakni senyawa terdahulu dalam pabrik.
  • Tar.
  • Aspal.
  • Kokas patra mayapada, digunakan perumpamaan bahan bakar padat.
  • Parafin wax.
  • Petrokimia aromatik, digunakan seumpama campuran pada produksi bahan-korban ilmu pisah lainnya.
  • Petroleum Jelly, incaran digunakan oleh Vaseline kerjakan mempertahankan dan mengunci kelembapan kulit.

Di Indonesia

[sunting
|
sunting perigi]

Di Indonesia, gasolin nan diolah banyak digunakan seumpama
Target bakar petro
atau
BBM, yang yaitu keseleo suatu jenis bahan bakar yang digunakan secara luas lega era industrialisasi.

Terserah beberapa keberagaman BBM yang dikenal di Indonesia, di antaranya yakni:

  • Patra tanah rumah tangga
  • Petro petak pabrik
  • Pertamax Racing
  • Pertamax
  • Pertamax Plus
  • Pertalite
  • Premium
  • Bio Premium
  • Bio Solar
  • Pertamina DEX
  • Solar transportasi
  • Solar industri
  • Patra diesel
  • Patra bakar

Di Indonesia, harga BBM sering mengalami kenaikan disebabkan alasan pemerintah yang ingin mengurangi subsidi. Maksud terbit pengurangan tersebut dikatakan adalah sebaiknya dana yang sebelumnya digunakan untuk subsidi dapat dialihkan bakal keadaan-hal lain sebagai halnya pendidikan dan pembangunan infrastruktur. Di jihat tidak, kenaikan tersebut majuh memicu terjadinya pertambahan sreg harga barang-barang lainnya begitu juga komoditas konsumen, sembako dan dapat pula tarif setrum sehingga selalu ditentang masyarakat.

Sejarah

[sunting
|
sunting sumur]

Patra dunia mutakadim digunakan oleh makhluk sejak zaman kuno, dan setakat saat ini masih merupakan barang yang berfaedah. Patra manjapada menjadi bulan-bulanan bakar terdahulu setelah ditemukannya mesin pembakaran dalam, semakin majunya penerbangan komersial, dan meningkatnya penggunaan plastik.

Lebih bersumber 4000 waktu yang lalu, menurut Herodotus dan Diodorus Siculus, belangkin mutakadim digunakan sebagai konstruksi semenjak tembok dan para-para Babylon; ada banyak lubang-lubang minyak di dekat Ardericca (dekat Babylon).[17]
Total patra nan samudra ditemukan di tepi Sungai Issus, salah satu momongan sungai dari Kali besar Eufrat. Tablet-tablet dari Imperium Persia Kuno menunjukkan bahwa kebutuhan pelamar-obatan dan penyinaran cak bagi galengan menengah-atas menggunakan patra bumi. Pada tahun 347, minyak diproduksi dari sumber yang digali dengan buluh di Tiongkok.[18]

Pada waktu 1850-an, Ignacy Łukasiewicz menemukan bagaimana proses lakukan mendistilasi minyak tanah dari minyak marcapada, sehingga menyerahkan alternatif yang lebih murah tinimbang harus menggunakan minyak paus. Maka, dengan segera, pemakaian minyak bumi bikin keperluan penerangan melonjak drastis di Amerika Utara.[19]
Sumur patra komersial purwa di dunia yang digali terletak di Polandia plong tahun 1853. Pengeboran minyak kemudian berkembang dulu cepat di banyak belahan dunia lainnya, terutama saat Kerajaan Rusia berwajib. Firma Branobel yang berpusat di Azerbaijan tanggulang produksi patra dunia plong akhir abad ke-19.[20]Artikel dengan pernyataan nan tidak disertai rujukan
[dibutuhkan verifikasi sumber]

Industri minyak mentah

[sunting
|
sunting sumber]

Hal-peristiwa yang termasuk di dalam industri petro plonco ialah proses pengkhususan, ekstraksi, pengilangan, dan transportasi (yang rata-rata diangkut dengan kapal tanker dan kempang culim). Volume terbesar dari industri ini adalah alamat bakar patra dan bensin. Minyak bumi juga adalah bulan-bulanan bakar utama dalam pembuatan produk kimia lainnya, tertera obat-obatan, pelarut, pupuk, pestisida, dan plastik. Pabrik ini rata-rata terbagi menjadi 3 komponen besar: upstream, midstream dan downstream.

Minyak dunia adalah kebutuhan yang sangat penting buat banyak industri, dan silam penting bakal menjaga kultur manusia puas zaman industrialisasi ini, sehingga minyak dunia ini menjadi perhatian serius bagi banyak rezim di banyak negara. Kini minyak mayapada masih menjadi sumur energi terbesar di banyak kawasan di dunia, dengan persentase majemuk mulai bersumber yang terendah 32% di Eropa dan Asia, sebatas yang minimum tertinggi di Timur Tengah, adalah mencecah 53%. Di kawasan lainnya, persentase pemakaian patra bumi sebagai perigi energi untuk Amerika Selatan dan Tengah mencapai 44%, Afrika 41%, dan Amerika Utara 40%. Momen ini dunia mengkonsumsi 30 miliun barrel (4.8 km³) petro per tahunnya, dan pengkonsumsi patra terbesar tetaplah negara-negara berbudaya. Menurut data, Amerika Serikat saja mengkonsumsi 24% konsumsi minyak dunia pada tahun 2004,[21]
meskipun lega tahun 2007 persentasenya terban menjadi 21%.[22]

Minyak bumi berlandaskan negara

[sunting
|
sunting mata air]

Statistik konsumsi

[sunting
|
sunting sumber]

Produksi

[sunting
|
sunting sumber]

Negara-negara pelaksana minyak bumi

Grafik semenjak negara-negara produsen patra utama dunia, 1960-2006, termaktub Uni Soviet[23]

Privat industri minyak baru, yang dimaksud dengan
produksi
adalah seberapa banyak minyak mentah yang berhasil diekstraksi.

# Negara pereka cipta 103bbl/tahun (2006) 103bbl/hari (2007) 103bbl/periode (2008) 103bbl/periode (2009) Ira pasar
1 Arab Saudi (OPEC) 10.665 10.234 10.782 9.760 11,8%
2 Rusia
1
9.677 9.876 9.789 9.934 12,0%
3 Amerika Serikat
1
8.331 8.481 8.514 9.141 11,1%
4 Iran (OPEC) 4.148 4.043 4.174 4.177 5,1%
5 Tiongkok 3.846 3.901 3.973 3.996 4,8%
6 Kanada
2
3.288 3.358 3.350 3.294 4,0%
7 Meksiko
1
3.707 3.501 3.185 3.001 3,6%
8 Mbak Emirat Arab (OPEC) 2.945 2.948 3.046 2.795 3,4%
9 Kuwait (OPEC) 2.675 2.613 2.742 2.496 3,0%
10 Venezuela (OPEC)
1
2.803 2.667 2.643 2.471 3,0%
11 Norwegia
1
2.786 2.565 2.466 2.350 2,8%
12 Brasil 2.166 2.279 2.401 2.577 3,1%
13 Irak (OPEC)
3
2.008 2.094 2.385 2.400 2,9%
14 Aljazair (OPEC) 2.122 2.173 2.179 2.126 2,6%
15 Nigeria (OPEC) 2.443 2.352 2.169 2.211 2,7%
16 Angola (OPEC) 1.435 1.769 2.014 1.948 2,4%
17 Libya (OPEC) 1.809 1.845 1.875 1.789 2,2%
18 Inggris 1.689 1.690 1.584 1.422 1,7%
19 Kazakhstan 1.388 1.445 1.429 1.540 1,9%
20 Qatar (OPEC) 1.141 1.136 1.207 1.213 1,5%
21 Indonesia 1.102 1.044 1.051 1.023 1,2%
22 India 854 881 884 877 1,1%
23 Azerbaijan 648 850 875 1.012 1,2%
24 Argentina 802 791 792 794 1,0%
25 Oman 743 714 761 816 1,0%
26 Malaysia 729 703 727 693 0,8%
27 Mesir 667 664 631 678 0,8%
28 Kolombia 544 543 601 686 0,8%
29 Australia 552 595 586 588 0,7%
30 Ekuador (OPEC) 536 512 505 485 0,6%
31 Sudan 380 466 480 486 0,6%
32 Suriah 449 446 426 400 0,5%
33 Guinea Ekuatorial 386 400 359 346 0,4%
34 Thailand 334 349 361 339 0,4%
35 Vietnam 362 352 314 346 0,4%
36 Yaman 377 361 300 287 0,3%
37 Denmark 344 314 289 262 0,3%
38 Gabon 237 244 248 242 0,3%
39 Afrika Daksina 204 199 195 192 0,2%
40 Turkmenistan Tak ada data 180 189 198 0,2%

Sumber: U.S. Energy Information Administration Diarsipkan 2008-07-10 di Wayback Machine.


1
Periode produksi patra maksimum sudah lewat di negara-negara ini

2
Meski produksi minyak Kanada anjlok, tetapi jumlah produksi minyak tetap tumbuh karena produksi pasir minyak masih meningkat. Jika batu halus minyak dimasukkan, Kanada punya sediaan patra terbesar kedua setelah Arab Saudi.

3
Meskipun masih tercatat perumpamaan anggota, tetapi Irak sudah tidak dimasukkan dalam total produksi sejak 1998.

Konsumsi

[sunting
|
sunting sumber]

Menurut CIA World Factbook, konsumsi gasolin di dunia puas masa 2010 merupakan 87 juta barel minyak per harinya.

Konsumsi minyak per kapita (corak lebih gelap berarti konsumsinya kian segara).

Grafik ini ampuh tentang berapa banyak patra mentah yang dikonsumsi tiap harinya plong tahun 2008 dalam satuan ribu barrel (bbl) dan ribu meter kubik (m3)[24]
[25]
[26]

Konsumsi pada perian 2008 (1000 bbl/masa) (1000 m3/musim) populasi penduduk (miliun) 10 bbl/waktu per kapita 10 m3/waktu per kapita
Amerika Perkongsian
1
19.497,95 3.099,9 314 226 35,9
Tiongkok 7.831,00 1.245,0 1345 21 3,3
Jepang
2
4.784,85 760,7 127 137 21,8
India
2
2.962,00 470,9 1198 09 1,4
Rusia
1
2.916,00 463,6 140 76 12,1
Jerman
2
2.569,28 408,5 82 114 18,1
Brasil 2.485,00 395,1
*

193 47 7,5
Arab Saudi (OPEC) 2.376,00 377,8
*

25 337 53,6
Kanada 2.261,36 359,5
*

33 246 39,1
Korea Selatan
2
2.174,91 345,8
*

48 164 26,1
Meksiko
1
2.128,46 338,4
*

109 71 11,3
Prancis
2
1.986,26 315,8
*

62 116 18,4
Iran (OPEC) 1.741,00 276,8
*

74 86 13,7
Britania Raya
1
1.709,66 271,8
*

61 101 16,1
Italia
2
1.639,01 260,6
*

60 10 1,6

Sumber: Pengetahuan Administrasi Energi AS

Data populasi:[27]


1
Masa puncak produksi petro sudah tertanggulangi di negara-negara ini


2
Negara ini bukanlah produsen patra utama

Ekspor

[sunting
|
sunting sumber]

Para negara pengekportir minyak.

Ekspor minyak hijau bersih antara tahun 2006-2009 dalam ribu bbl/hari dan ribu m³/d:

# Negara pengekspor 103bbl/hari (2009) 103m3/hari (2009) 103bbl/perian (2006) 103m3/perian (2006)
1 Arab Saudi (OPEC) 7.322 1.164 8.651 1.376
2 Rusia
1
7.194 1.144 6.565 1.044
3 Iran (OPEC) 2.486 395 2.519 401
4 Taci Emirat Arab (OPEC) 2.303 366 2.515 400
5 Norwegia
1
2.132 339 2.542 404
6 Kuwait (OPEC) 2.124 338 2.150 342
7 Nigeria (OPEC) 1.939 308 2.146 341
8 Angola (OPEC) 1.878 299 1.363 217
9 Aljazair (OPEC)
1
1.767 281 1.847 297
10 Irak (OPEC) 1.764 280 1.438 229
11 Venezuela (OPEC)
1
1.748 278 2.203 350
12 Libya (OPEC)
1
1.525 242 1.525 242
13 Kazakhstan 1.299 207 1.114 177
14 Kanada
2
1.168 187 1.071 170
15 Qatar (OPEC) 1.066 169
Meksiko
1
1.039 165 1.676 266

Sumber: US Energy Information Administration


1
Masa produksi petro maksimum sudah lalu terlewati di negara ini


2
Perangkaan untuk Kanada sangatlah obsesi karena nyatanya negara ini adalah eksportir dan pengimpor minyak sekaligus. Negara ini kembali banyak sekali melakukan pengilangan bikin minyak-minyak yang dipasarkan di pasar Amerika Serikat. Kanada merupakan eksportir minyak utama ke AS, dengan rata-rata impor sekitar 2.500.000 barel/perian (400.000 m3/tahun) bulan Agustus 2007. [1] Diarsipkan 2010-12-21 di Wayback Machine..

Kuantitas produksi/konsumsi dunia pada tahun 2005 diperkirakan sekitar 84 juta barel saban harinya (13.400.000 m3/d).

Impor

[sunting
|
sunting sumber]

Impor petro bau kencur berdasarkan negara.

Negara importir minyak mentah terbesar, berpangkal perian 2006 sampai 2009 dalam mili bbl/hari dan ribu m³/d:

# Negara pengimpor 103bbl/hari (2009) 103m3/hari (2009) 103bbl/musim (2006) 103m3/waktu (2006)
1 Amerika Sindikat
1
9.631 1.531 12.220 1.943
2 Tiongkok
2
4.328 688 3.438 547
3 Jepang 4.235 673 5.097 810
4 Jerman 2.323 369 2.483 395
5 India 2.233 355 1.687 268
6 Korea Selatan 2.139 340 2.150 342
7 Prancis 1.749 278 1.893 301
8 Britania Raya 1.588 252
9 Spanyol 1.439 229 1.555 247
10 Italia 1.381 220 1.558 248
11 Belanda 973 155 936 149
12 Republik Tiongkok (Taiwan) 944 150 942 150
13 Singapora 916 146 787 125
14 Turki 650 103 576 92
15 Belgia 597 95 546 87
Thailand 538 86 606 96

Mata air: US Energy Information Administration


1
Masa produksi minyak maksimum sudah lalu terlewati di negara ini


[butuh rujukan]


2
Produsem minyak terdahulu yang jumlah produksinya masih bisa meningkat


[kontol rujukan]

Konsumen petro mentah tetapi tidak memproduksi

[sunting
|
sunting sumur]

Negara-negara nan produksi minyaknya kurang alias sama dengan 10% dari jumlah konsumsinya.

# Negara konsumen (bbl/masa) (m³/hari)
1 Jepang 5.578.000 886.831
2 Jerman 2.677.000 425.609
3 Korea Kidul 2.061.000 327.673
4 Prancis 2.060.000 327.514
5 Italia 1.874.000 297.942
6 Spanyol 1.537.000 244.363
7 Belanda 946.700 150.513
8 Turki 575.011 91.663

Sumber: CIA World Factbook Diarsipkan 2018-12-26 di Wayback Machine.

Efek plong lingkungan

[sunting
|
sunting perigi]

Tumpahan patra diesel di urut-urutan

Karena minyak bumi adalah substansi nan berasal bersumber alam, maka kehadirannya di mileu tidak perlu berasal berasal aktivitas rutin atau kesalahan manusia (Misalnya berbunga pengeboran, ekstraksi, pengilangan, dan pembakaran). Fenomena alam seperti perembesan minyak[28]
dan tar pit yakni bukti bahwa patra bumi bisa ada secara natural.

Pemanasan mondial

[sunting
|
sunting sumur]

Ketika dibakar, maka minyak dunia akan menghasilkan karbon dioksida, salah satu gas rumah kaca. Bersamaan dengan pembakaran rayuan bara, pembakaran minyak bumi adalah penyumbang bertambahnya CO2
di atmosfer. Jumlah CO2
ini meningkat dengan cepat di udara berpangkal adanya perputaran industri, sehingga momen ini levelnya mengaras makin mulai sejak 380ppmv, berpokok sebelumnya nan hanya 180-300ppmv, sehingga muncullah pemanasan global.[29]
[30]
[31]

Ekstraksi

[sunting
|
sunting mata air]

Ekstraksi minyak adalah proses evakuasi minyak dari sumur minyak. Minyak bumi biasanya diangkat ke Mayapada dalam tulangtulangan emulsi minyak-air, dan digunakan senyawa kimia khusus yang namanya demulsifier untuk memisahkan air dan minyaknya. Ekstraksi minyak ongkosnya mahal dan terkadang merusak lingkungan. Investigasi dan ekstraksi minyak abolisi rantau akan mengganggu keseimbangan lingkungan di lautan.[32]

Musim depan bagi produksi petro bumi

[sunting
|
sunting sumur]

Konsumsi petro bumi pada abad ke-20 dan abad ke-21 kian seiring dengan tumbuhnya penjualan sarana. Penjualan mobil ramah lingkungan pun meningkat bersumber harga minyak yang merangkak naik pada tahun 1980-an di negara-negara OECD. Puas tahun 2008, adanya ketegangan ekonomi agaknya rendah menggampar penjualan kendaraan, tetapi konsumsi minyak bumi patuh meningkat tipis. Neagra-negara BRIC agaknya juga menginjak menyumbang pemanasan global, begitu juga Tiongkok yang sudah lalu menjadi pasar mobil terbesar di dunia sejak musim 2009.[33]

Anak kunci tentang industri minyak bumi

[sunting
|
sunting mata air]

  • The Coming Oil Crisis
    (2004)
  • Out of Tabun: The End of the Age of Oil
    (2004)
  • Hubbert’s Peak : The Impending World Oil Shortage
    (2003)
  • Energy at the Crossroads : Mondial Perspectives and Uncertainties
    (2003)
  • The Prize: The Epic Quest for Oil, Money, and Power
    (Daniel Yergin, 1991, ISBN 0-671-50248-4)

Penulis yang membahas pabrik minyak marcapada

[sunting
|
sunting sumber]

  • C.J Campbell
  • Kenneth S. Deffeyes
  • David Goodstein
  • Daniel Yergin

Lihat pula

[sunting
|
sunting sendang]

  • Eksplorasi minyak bumi
  • Daftar kebun minyak
  • Daftar negara penghasil minyak
  • Daftar perusahaan minyak bumi
  • Krisis energi 1973
  • Krisis energi 1979
  • Bahan bakar fosil
  • Tabun flat mentah
  • Sejarah industri minyak bumi
  • Puncak Hubbert
  • Pengembangan energi masa depan
  • Minyak non-konvensional
  • Imperialisme minyak
  • Kenaikan harga patra 2004
  • Kenaikan harga minyak 2005
  • Kincir minyak
  • Persediaan minyak
  • Sumur minyak
  • Teori Olduvai
  • Bencana petro dunia
  • Energi diperbaharui
  • Depolimerisasi termal

Referensi

[sunting
|
sunting mata air]


  1. ^


    Guerriero V.; et al. (2011). “Improved statistical multi-scale analysis of fractures in carbonate menara air analogues”.
    Tectonophysics. Elsevier.
    504: 14–24. doi:10.1016/j.tecto.2011.01.003.





  2. ^


    Guerriero V.; et al. (2010). “Quantifying uncertainties in multi-scale studies of fractured reservoir analogues: Implemented statistical analysis of scan line data from carbonate rocks”.
    Journal of Structural Geology. Elsevier.
    32
    (9): 1271–1278. doi:10.1016/j.jsg.2009.04.016.





  3. ^


    “Organic Hydrocarbons: Compounds made from carbon and hydrogen”. Diarsipkan dari versi asli terlepas 2011-07-19. Diakses tanggal
    2011-11-27
    .





  4. ^


    “Libyan tremors threaten to rattle the oil world”.
    The Hindu. Chennai, India. 2011-03-01. Diarsipkan dari versi asli sungkap 2011-03-06. Diakses sungkap
    2011-11-27
    .




  5. ^


    a




    b



    Hyne (2001), pp. 1–4.

  6. ^

    Speight (1999), p. 215–216.

  7. ^


    Alboudwarej; et al. (Summer 2006). “Highlighting Heavy Oil”
    (PDF). Oilfield Review. Diarsipkan berbunga versi kudus
    (PDF)
    copot 2008-05-27. Diakses tanggal
    2008-05-24
    .





  8. ^


    “Oil Sands – Glossary”.
    Mines and Minerals Act. Government of Alberta. 2007. Diarsipkan dari versi putih tanggal 2007-11-01. Diakses tanggal
    2008-10-02
    .





  9. ^


    “Oil Sands in Canada and Venezuela”. Infomine Inc. 2008. Diarsipkan pecah versi kalis tanggal 2008-12-19. Diakses tanggal
    2008-10-02
    .





  10. ^


    “IEA Key World Energy Statistics”. Diarsipkan dari varian asli tanggal 2006-03-06. Diakses copot
    2011-12-17
    .





  11. ^


    “Crude oil is made into different fuels”. Eia.doe.gov. Diakses tanggal
    2010-08-29
    .





  12. ^


    “EIA reserves estimates”. Eia.doe.gov. Diakses tanggal
    2010-08-29
    .





  13. ^


    “CERA report on total world oil”. Cera.com. 2006-11-14. Diakses terlepas
    2010-08-29
    .





  14. ^


    “Heat of Combustion of Fuels”. Webmo.bantau. Diakses tanggal
    2010-08-29
    .





  15. ^

    Use of ozone depleting substances in laboratories Diarsipkan 2008-02-27 di Wayback Machine.. TemaNord 2003:516.

  16. ^

    Speight (1999), p. 543.

  17. ^


    Artikel ini memuat bacaan mulai sejak

    Encyclopædia Britannica
    Eleventh Edition
    ,artikel “Petroleum”, publikasi yang sekarang berlambak di domain mahajana.

  18. ^

    George E. Totten ASTM Timeline Diarsipkan 2021-10-18 di Wayback Machine.

  19. ^

    Maugeri (2006), p. 3

  20. ^

    Akiner(2004), p. 5

  21. ^


    “International Energy Annual 2004”
    (XLS). Energy Information Administration. 2006-07-14. Diarsipkan dari versi lugu tanggal 2004-11-09. Diakses tanggal
    2011-12-17
    .





  22. ^


    “Yearbook 2008 – crude oil”. Energy data.




  23. ^


    “World Crude Oil Production”
    (PDF)
    . Diakses tanggal
    2010-08-29
    .





  24. ^

    U.S. Energy Information Administration. Excel file from this Diarsipkan 2008-11-10 di Wayback Machine. web page. Table Posted: March 1, 2010

  25. ^

    From DSW-Datareport 2008 (“Deutsche Stiftung Weltbevölkerung”)

  26. ^

    Satu meter kubik minyak sama dengan 6.28981077 barrel.

  27. ^


    “IBGE”. IBGE. Diakses tanggal
    2010-08-29
    .





  28. ^

    http://seeps.wr.usgs.gov/ Diarsipkan 2008-08-20 di Wayback Machine. Natural Oil and Tabun Seeps in California

  29. ^

    Historical trends in carbon dioxide concentrations and temperature, on a geological and recent time scale Diarsipkan 2011-07-24 di Wayback Machine.. (June 2007). In UNEP/GRID-Arendal Maps and Graphics Library. Retrieved 19:14, February 19, 2011.

  30. ^

    Deep ice tells long climate story. Retrieved 19:14, February 19, 2011.

  31. ^

    Mitchell, John F. B. (1989). “THE “GREENHOUSE” EFFECT AND CLIMATE CHANGE”. Reviews of Geophysics (American Geophysical Union) 27 (1): 115–139. DOI:10.1029/RG027i001p00115. http://astrosun2.astro.cornell.edu/academics/courses/astro202/Mitchell_GRL89.pdf. Retrieved February 19, 2011.

  32. ^

    Waste discharges during the offshore oil and gas activity Diarsipkan 2009-09-26 di Wayback Machine. by Stanislave Patin, tr. Elena Cascio

  33. ^


    Chris Hogg (2009-02-10). “China’s car industry overtakes US”.
    BBC News.




Bacaan terkait

[sunting
|
sunting sumber]

  • Sismanto. 1996. “Modul 3: Interpretasi Data Seismik”. Laboratorium Geofisika FMIPA UGM.

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • The Hydrogen Expedition Diarsipkan 2017-06-27 di Wayback Machine. The first circumnavigation of the globe in a hydrogen fuel cell powered boat
  • The Politics of Oil – A report on the oil industry’s influence of lawmakers and public policy by the
    Center for Public Integrity.
  • American Petroleum Institute – A site run by the American Petroleum Institute, the trade association of the US oil industry.
  • US Energy Information Administration – Part of the informative website of the US Government’s Energy Information Administration.
  • US petroleum prices.
  • The End of the Age of Oil Diarsipkan 2006-02-07 di Wayback Machine. – article adapted from a talk by Caltech vice provost and professor of physics David Goodstein
  • BBC: Stability fears rise as oil reliance grows



Bahan Berikut Yang Bukan Turunan Minyak Bumi Adalah

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_bumi

Baca Juga:  Jenis Pukulan Yang Dilakukan Dari Atas Kepala Dengan Cara Menerbangkan

Artikel Terkait