7 Dosa Besar Dan 10 Perintah Tuhan

7 Dosa Besar Dan 10 Perintah Tuhan.

Sepuluh Perintah n domestik
Bibel
yaitu aplikasi Tuhan bagi kita individu. Setiap perintah yang dibuat oleh Sang pencipta mempunyai makna yang mendalam. Bermula perintah-perintah ini, manusia dapat mengintai kebenaran dan kekudusan Tuhan, dan pada saat yang sama mengikhlaskan orang tahu pedoman nan harus dimiliki bikin hayat di dunia. Baca Sepuluh Perintah dalam Bibel, memahami kehendak dan petisi Yang mahakuasa, serta hidup dalam berkat-Nya.

Isi dari sepuluh perintah:

Ulangan 5:6-7

“Aku adalah YAHWEH, Tuhanmu, yang mengapalkan engkau keluar dari kapling Mesir, dari flat perbudakan. Jangan ada padamu almalik bukan di hadapan-Ku”

Ulangan 5:8

“Engkau bukan boleh membuat reca segala apa kembali”

Ulangan 5:9

“Jangan menyembahnya atau melayaninya: karena Aku, Yahweh, Tuhanmu, adalah Tuhan nan cemburu. Membalaskan ki kebusukan ayah kepada anak-anaknya, kepada nasab yang ketiga dan keempat dari orang-insan nan membenci Aku”

Ulangan 5:10

“Dan menunjukkan belas kasihan kepada ribuan manusia yang mengasihi Aku dan yang berpatokan kepada perintah-perintah-Ku”

Ulangan 5:11

“karena Yahweh akan menyatakan bersalah kepada kali saja yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan”

Ulangan 5:12

“Peliharalah musim sabat dan kuduskanlah, seperti nan diperintahkan Yahweh, Tuhanmu kepadamu”

Ulangan 5:16

“Hormatilah ayah dan ibumu, sama dengan nan diperintahkan Yahweh Tuhanmu kepadamu”

Ulangan 5:17

“Kamu lain bisa membunuh”

Ulangan 5:18

“Engkau enggak boleh bergendak”

Ulangan 5:19

“Engkau lain boleh mencuri”

Ulangan 5:20

“Anda lain boleh bersumpah bawah tangan atas sesamamu”

Ulangan 5:21

“Anda juga tidak bisa menginginkan ulam-ulam sesamamu, juga enggak boleh mendambakan rumah sesamamu, ladang, pelayan lelaki alias pelayan gadis, lembu atau keledainya, atau segala lagi yang menjadi milik sesamamu”

Perintah Utama dalam 613 Butir Hukum Taurat:

Ulangan 22:1

Jangan kamu berpura-jaring-jaring tidak meluluk lembu ataupun domba saudaramu yang tersesat: dia harus membawanya kembali kepada saudaramu.

Ulangan 22: 4

“Janganlah engkau berpura-pura tidak tahu jikalau melihat keledai atau lembu saudaramu jebluk di kronologi: engkau harus kondusif sira mengangkatnya pun”

Ulangan 22:8

Apabila ia membangun rumah plonco, maka buatlah pagar di sekeliling tarup rumahmu, sehingga engkau tidak mendatangkan celaka bikin keluargamu, seandainya terserah orang yang merosot terbit sana.

Imamat 1:2

“Apabila seseorang di antaramu mengasihkan bahan ufti kepada Yahweh, engkau harus membawa objek persembahan itu berusul ternaknya, berpunca lembu sapi ataupun dombanya koteng”

Imamat 20:10

“Barangsiapa mengerjakan perzinahan dengan istri sesamanya, maka kedua orang itu harus dihukum senyap”

Jebolan 20:8

Ingatlah masa Sabat, jadikan periode itu asli”

Ulangan 5:16

“Hormatilah ayah dan ibumu, seperti yang diperintahkan Yahweh Tuhanmu kepadamu”

Tamatan 21:12

“Barangsiapa memukul seseorang sampai mati, ia harus dihukum mati”

Bekas 22:7

“Seandainya seseorang mempertanggungjawabkan uang ataupun produk kepada sesamanya, sahaja barang antaran itu dicuri dari rumahnya; seandainya pencuri itu tertangkap, beliau harus membayar ganti rugi dua boleh jadi bekuk”


Firman Tuhan
nan Relevan
:

Regulasi Zaman Syariat Taurat adalah Bukti Riil Arahan Tuhan bagi Seluruh Umat Sosok

Jadi, sira semua telah membaca qanun dan kaidah Zaman Hukum Taurat, bukan? Apakah peraturan-peraturan tersebut mencengap urat kayu lingkup yang luas? Pertama, peraturan tersebut mencakup Deka- Perintah, dan kemudian statuta akan halnya cara buat membangun mezbah, dan sebagainya. Ini diikuti oleh qanun untuk memelihara hari Sabat dan memperingati tiga waktu raya, dan kemudian statuta mengenai mangsa. Apakah ia semua melihat terserah berapa banyak variasi korban? Terserah target bakaran, korban sajian, mangsa
keselamatan, korban setip dosa, dan sebagainya. Semua itu diikuti dengan statuta tentang korban para imam, tertulis objek bakaran dan incaran sajian makanya para imam, dan tipe korban-alamat lainnya. Peraturan kedelapan adalah tentang meratah korban maka dari itu para imam. Dan kemudian ada qanun akan halnya apa yang harus diperingati sepanjang hidup orang. Ada ketetapan untuk banyak aspek dalam nyawa makhluk, seperti mana kanun tentang segala apa yang boleh dan enggak boleh dimakan oleh mereka, tentang penyucian perempuan pasca- partus, dan tentang mereka yang telah murni dari keburukan kusta. Dalam peraturan-peraturan ini, Allah sampai bercakap mengenai kebobrokan, dan bahkan cak semau aturan tentang penyembelihan kambing domba dan piaraan, dan sebagainya. Kambing domba dan ternak diciptakan oleh Tuhan, dan engkau harus menyembelihnya sebagaimana yang Almalik perintahkan kepadamu; tidak boleh ada kecurigaan dan alasan untuk firman Almalik; lain diragukan lagi adalah benar bakal dolan sesuai dengan apa yang ditetapkan Tuhan, dan itu pasti berjasa buat manusia! Cak semau juga hari-hari raya dan aturan untuk diperingati, seperti hari Sabat, Paskah, dan masih banyak pun—Tuhan berbicara tentang semua ini. Mari kita mengintai yang terakhir: kanun lainnya—menggalakkan pelita, Tahun Yobel, penebusan kapling, bernazar, persembahan persepuluhan, dan sebagainya. Apakah semua ini mencakup pangsa skop yang luas? Situasi pertama yang harus dibahas adalah masalah target persembahan anak adam, kemudian ada qanun tentang pencurian dan tempuh, dan memelihara musim Sabat …; setiap rincian kehidupan dilibatkan. Dengan kata enggak, saat Tuhan memulai secara protokoler pekerjaan internal rajah pengelolaan-Nya, Ia mematok banyak qanun yang harus diikuti maka itu manusia. Semua qanun ini dibuat demi memungkinkan individu menjalani roh baku manusia di bumi, nyawa jamak individu yang tidak bisa dipisahkan bermula Tuhan dan didikan-Nya. Tuhan permulaan-tama memberitahukan kepada individu mandu bakal membangun mezbah, cara menata mezbah. Setelah itu, Anda memberitahukan kepada manusia kaidah menyembahkan bulan-bulanan, dan menargetkan bagaimana manusia harus hidup—apa nan harus dia perhatikan dalam hidup, apa yang harus dia patuhi, segala apa yang boleh dan tidak dapat dilakukan olehnya. Apa yang ditetapkan maka dari itu Tuhan bagi manusia mencakup semuanya, dan dengan ketetapan, peraturan, dan prinsip ini, Dia menetapkan standar perilaku sosok, membimbing hidup mereka, menuntun mereka buat melakukan hukum-hukum Tuhan, membimbing mereka untuk datang ke hadapan mezbah Yang mahakuasa, menuntun mereka kerjakan memiliki hidup di tengah barang apa sesuatu yang Tuhan untuk lakukan anak adam yang mengandung ketertiban, kehangatan, dan kesederhanaan. Yang mahakuasa purwa-tama menggunakan peraturan dan mandu nan sederhana ini bagi menetapkan batasan kerjakan manusia, sehingga di bumi individu akan memiliki jiwa penyembahan kepada Tuhan yang resmi, memiliki sukma jamak ibarat manusia; sebagaimana itulah isi solo dari awal lembaga pengelolaan enam ribu tahun-Nya. Peraturan dan aturan itu mencakup konten yang terlampau luas, semua itu merupakan hal-situasi singularis dari didikan Almalik bagi umat anak adam selama Zaman Syariat Taurat, semua itu harus diterima dan dipatuhi oleh orang-orang yang hidup sebelum Zaman Hukum Taurat, semua itu yakni catatan pekerjaan yang dilakukan maka dari itu Tuhan selama Zaman Hukum Taurat, dan bukti berupa kepemimpinan serta bimbingan Tuhan kerjakan seluruh umat bani adam.

Baca Juga:  Secara Default Excel Menyediakan Lembar Sebar Sebanyak

Umat Manusia Selamanya Tidak Terpisahkan berusul Ajaran dan Pembekalan Yang mahakuasa

Dalam peraturan-kanun ini kita melihat bahwa sikap Sang pencipta terhadap pekerjaan-Nya, terhadap pengelolaan-Nya, dan terhadap umat manusia ialah tekun, berhati-hati, teliti, dan bertanggung jawab. Dia melakukan pekerjaan nan harus Dia lakukan di antara umat sosok sesuai dengan langkah-Nya, tanpa bias sedikit pun, mengucapkan firman yang harus Sira ucapkan kepada umat manusia minus sedikit sekali lagi kekeliruan atau keabaian, memungkinkan manusia bagi melihat bahwa dia lain dapat dipisahkan mulai sejak kepemimpinan Tuhan, dan menunjukkan kepadanya betapa pentingnya semua yang Tuhan lakukan dan firmankan kepada umat orang. Terlepas dari seperti apakah manusia pada zaman selanjutnya, pada sediakala mulanya—selama Zaman Hukum Taurat—Tuhan melakukan peristiwa-situasi sederhana ini. Bagi Yang mahakuasa, konsep manusia tentang Almalik, dunia, dan umat manusia pada zaman itu yaitu paradigma dan mengalir perlahan-lahan, dan meskipun mereka mempunyai beberapa gagasan dan niat yang disadari, semuanya itu lain jelas dan tidak bersusila, dan dengan demikian umat turunan tidak dapat dipisahkan bermula ajaran dan pembekalan Tuhan cak bagi mereka. Individu nan paling awal tidak senggang segala-apa, jadi Tuhan harus tiba mengajar manusia dari prinsip-prinsip nan paling dangkal dan bawah untuk bertahan hidup dan qanun yang diperlukan untuk hidup, menanamkan situasi-hal ini dalam hati khalayak rendah demi minus, dan memberikan kepada manusia pemahaman bertahap tentang Halikuljabbar, sanjungan serta pemahaman sedikit berangsur-angsur mengenai kepemimpinan Halikuljabbar, dan konsep asal tentang hubungan antara manusia dan Sang pencipta, melalui peraturan-peraturan ini, dan melangkahi aturan-aturan ini, nan pecah dari firman. Selepas sampai ke dampak ini, barulah Tuhan kemudian mampu, sedikit demi minus, melakukan karier yang akan Dia lakukan di kemudian hari, dan dengan demikian ordinansi dan karier yang dilakukan makanya Almalik selama Zaman Hukum Taurat merupakan halangan bakal jalan hidup-Nya memakamkan umat manusia, dan merupakan tahap purwa pegangan dalam buram pengelolaan Yang mahakuasa. Meskipun, sebelum pencahanan Zaman Syariat Taurat, Halikuljabbar mutakadim berfirman kepada Lanang, Hawa, dan anak cucu mereka, perintah dan tanzil itu tidak sedemikian itu sistematis atau spesifik seperti mana nan dikeluarkan cak satu demi satu satu kepada basyar, dan semua itu tidak dituliskan, sekali lagi tidak menjadi peraturan. Itu karena, pada waktu itu, rajah Almalik belum sampai sejauh itu; namun momen Tuhan sudah lalu menganjuri manusia ke persiapan ini, barulah Beliau bisa mulai berbicara tentang statuta-ordinansi Zaman Hukum Taurat ini, dan berangkat membuat orang melaksanakannya. Itu adalah proses yang perlu, dan kesannya tidak bisa dihindari. Ketetapan dan ordinansi terlambat ini menunjukkan kepada orang anju-persiapan pekerjaan pengelolaan Sang pencipta dan hikmat Sang pencipta yang dinyatakan dalam rencana penyelenggaraan-Nya. Tuhan tahu apa isi dan ki alat yang digunakan untuk memulai, wahana apa digunakan untuk melanjutkan, dan sarana barang apa digunakan untuk mengakhiri hendaknya Dia bisa mendapatkan sekelompok sosok yang menjadi kesaksian lakukan-Nya, dan bahwa Dia boleh mendapatkan sekawanan orang nan sepemikiran dengan diri-Nya. Sira tahu apa yang cak semau di dalam lever manusia, dan senggang segala yang kurang dalam diri manusia. Ia tahu apa yang harus Sira sediakan, dan bagaimana Dia seharusnya memimpin manusia, dan demikian pula Ia adv pernah apa yang boleh dan enggak boleh dilakukan oleh manusia. Khalayak itu sebagaimana anak-anakan: biarpun dia bukan memiliki pemahaman akan niat Tuhan, anda tidak bisa mengerjakan apa-apa selain dipimpin oleh pekerjaan penyelenggaraan Tuhan, persiapan demi anju, hingga saat ini. Lain ada kekusaman dalam lever Allah tentang apa nan harus dilakukan maka itu-Nya; relung hati-Nya ada rencana yang suntuk jelas dan kirana, dan Dia melakukan pekerjaan yang Dia seorang kepingin untuk menurut langkah-Nya dan rencana-Nya, berkembang dari nan tohor setakat yang mendalam. Meskipun Dia tidak menunjukkan karier yang akan Dia lakukan di kemudian hari, pekerjaan-Nya yang selanjutnya masih terus dilaksanakan dan berkembang tepat sekali sesuai dengan rencana-Nya, yang merupakan perwujudan dari apa yang dimiliki Tuhan dan siapa Sira, dan yang juga yakni kekuasaan Almalik. Terlepas dari tahap mana dari rencana pengelolaan-Nya yang sedang Kamu kerjakan, watak-Nya dan hakikat-Nya merepresentasikan diri-Nya sendiri. Ini bukan main sopan. Tanpa memandang zaman, ataupun tahap pekerjaan, ada hal-kejadian nan tidak akan korespondensi berubah: makhluk macam apa yang Halikuljabbar kasihi, khalayak macam segala apa yang Dia benci, watak-Nya dan semua yang dimiliki-Nya dan boleh jadi Dia. Meskipun peraturan dan prinsip yang Halikuljabbar tetapkan sepanjang pekerjaan Zaman Syariat Taurat ini tampak lalu sederhana dan cetek lakukan cucu adam-orang zaman kini, dan meskipun semua itu mudah dipahami dan dicapai, di dalamnya tetap terdapat hikmat Tuhan, dan tetap terwalak watak Yang mahakuasa dan apa yang dimiliki-Nya dan siapa Dia. Karena dalam statuta nan terpandang sederhana ini tanggung jawab dan kepedulian Tuhan kepada umat manusia dinyatakan, serta hakikat pikiran-Nya yang sempurna, sehingga memungkinkan manusia bakal tekun mengingat-ingat fakta bahwa Tuhan mengatur barang apa sesuatu dan segala sesuatu dikendalikan oleh tangan-Nya. Seberapa pun banyaknya pesiaran nan dikuasai makanya umat hamba allah, atau seberapa juga banyaknya teori atau misteri nan dipahami olehnya, bagi Tuhan tidak ada satu pula dari hal-hal ini yang congah menggantikan pembekalan-Nya dan kepemimpinan-Nya buat umat anak adam; umat manusia akan selamanya tidak dapat dipisahkan dari bimbingan Yang mahakuasa dan pekerjaan pribadi Tuhan. Seperti itulah hubungan nan bukan terpisahkan antara manusia dan Tuhan. Terlepas dari apakah Almalik memberimu perintah, atau qanun, atau mengasihkan legalitas bagimu bikin memahami kehendak-Nya, barang apa pun yang Anda cak bagi, tujuan Sang pencipta ialah untuk membimbing manusia menuju masa esok yang luhur. Firman yang diucapkan oleh Tuhan dan pegangan yang dilakukan maka itu-Nya, keduanya adalah penyingkapan pelecok satu aspek hakikat-Nya, dan merupakan penyingkapan pelecok satu aspek berasal watak-Nya dan hikmat-Nya; semua itu yakni langkah yang harus ada dalam tulangtulangan pengelolaan-Nya. Ini tidak bisa diabaikan! Kehendak Tuhan ada intern apa sekali lagi yang Dia lakukan; Tuhan tidak takut pada pernyataan nan pelecok tempat, dan Dia pun tidak takut sreg gagasan maupun pemikiran basyar adapun diri-Nya. Anda hanya berbuat tiang penghidupan-Nya dan melanjutkan penyelenggaraan-Nya, sesuai dengan bagan tata-Nya, bukan dibatasi oleh orang, perkara, maupun benda apa pun.

Baca Juga:  Karakteristik Permainan Sepak Bola Merupakan Permainan Yang Bersifat

7 Dosa Besar Dan 10 Perintah Tuhan

Source: https://alkitabonline.org/10-perintah-Tuhan-dalam-alkitab.html

About Merry Rianna